sunatullah, teknologi masa depan
In Renungan, SciTech on June 27, 2008 at 6:09 am
Alam banyak memberikan pelajaran-pelajaran mengenai keajaiban dan teknologi tingkat tinggi. Sesuatu yang mungkin kita anggap biasa karena sudah sering kita jumpai. Tapi bagi kalangan orang-orang yang berpikir lebih, fenomena-fenomena di alam memicu rasa penasaran serta mengundang kekaguman untuk maha karya penciptaan yang sempurna. ”Keajaiban-keajaiban” di alam memberikan inspirasi bagi para kalangan saintis dan teknokrat untuk menggali ide-ide desain dan rekayasa yang lebih unggul.
Terdapat bidang kajian rekayasa dan teknologi yang mengambil percontohan terhadap kehidupa alam sekitar, biasa disebut sebagai ilmu biomimetik. Kata mimetik berarti meniru (to imitate), dengan demikian kata biomimetik berarti meniru (sistem) biologi. Dari biomimetik dan bio-engineering, para peneliti dan teknolog mencoba meniru benda-benda biologi (mimicking biology) untuk membuat benda yang cerdas (smart) dan aktif yang bisa berfungsi. Biomimetik merupakan salah satu alternatif sumber inovasi baru terhadap rekayasa dan teknologi, terutama yang bersifat praktis.
Sebetulnya hal ini bukan hal yang baru, ilmuwan serba bisa Leonardo da Vinci pernah membuat sketsa desain sayap untuk manusia agar bisa terbang. Merupakan hasil pengamatannya terhadap gerak sayap burung. Read the rest of this entry »
robotic, teknologi masa depan
In SciTech on June 26, 2008 at 4:21 am
Penjelasan sekilas mengenai teknologi biomimetic, saya ambil dari beritaiptek semoga bermanfaat. Sebetulnya sedang mencoba menulis artikel biomimetic juga tapi belum kelar he2.
Biomimetic, berarti meniru (mimicking) sistem biologi. Ini adalah sebuah cabang ilmu yang mencoba menangkap ide-ide dari makhluk hidup kemudian mengembangkannya menjadi produk teknologi yang terinspirasi fenomena alam.

Produk-produk teknologi berupa mesin atau robot secara prinsip berbeda dengan unsur biologis yang ada di alam. Mesin/robot merupakan bahan kering (dry) dan keras (hard), sangat berbeda dengan unsur biologis yang basah (wet) dan lunak (soft). Sebuah mesin membutuhkan keterampilan mendisain, namun unsur biologis terdisain sendiri secara kompleks. Sebuah pohon terdiri dari bagian yang lunak dan basah, dan pohon mendisain dirinya sendiri selama proses pertumbuhan. Disamping itu, energi efisiensi dari sebuah mesin atau robot relatif kecil (dibawah 30%), sedangkan motor biologis bisa mencapai 80%-90%.
Untuk menghasilkan produk-produk teknologi yang menyerupai unsur biologis, maka dikembangkan satu cabang ilmu yaitu biomimetic, sebuah cabang ilmu yang terinspirasi dan mencoba menangkap ide-ide dari unsur-unsur biologis yang ada di alam yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah produk teknologi tiruan berbasis sistem biologis. Kata mimetic berarti meniru (to imitate), dengan demikian kata biomimetic berarti meniru (sistem) biologi. Dari biomimetic dan bio-engineering, para peneliti dan teknolog mencoba meniru benda-benda biologi (mimicking biology) untuk membuat benda yang cerdas (smart) dan aktif yang bisa berfungsi selayaknya unsur biologi. Read the rest of this entry »
Entrepreneur, Organisasi, Sosial
In Resensi buku on June 8, 2008 at 9:32 pm

John Wood, seorang eksekutif di Microsoft Corporation tidak pernah menyangkan perjalanan wisatanya ke ketinggian Himalaya di Nepal ke akan merubah arah hidupnya 180o. Bermula dari melihat keadaan sekolah-sekolah di Nepal yang miskin akan buku serta permintaan yang tulus dari seorang Nepal “Barangkali Pak, suatu hari anda akan kembali dengan buku-buku ?”, John Wood sepulang dari Nepal langsung mencoba mengorganisir pengumpulan buku-buku bekas yang masih layak baca untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah Nepal. Dimulai dengan sebuah e-mail dari Wood kepada beberapa orang rekan, yang berisi ide sederhana dan ajakan untuk menyumbangkan buku. Dengan bantuan internet dan e-mail, idenya langsung bergulir seperti bola salju makin lama makin besar. Beberapa bulan kemudian buku-buku berjumlah ribuan telah terkumpul siap untuk dipilih dan didistribusikan ke Nepal. Selanjutnya dengan menggunakan Yak (semacam kerbau nepal) buku tersebut dikirimkan ke beberapa sekolah Nepal. Masyarakat Nepal menyambutnya bak dewa pendidikan. Sungguh suatu pengalaman yang sangat menginspirasi dan berharga bagi Wood. Disebutkan olehnya ada perasaan yang sangat kuat yang terasa olehnya saat bekerja menyiapkan buku ke Nepal. Perasaan kebahagiaan yang jauh lebih kuat ketimbang kebahagiaan yang diperoleh saat mencapai karir yang baik di Microsoft. Inilah awal titik balik transformasi karir John Wood, dari seorang professional menjadi CEO sebuah organisasi sosial.
Dipicu dengan besarnya fenomena angka buta huruf di negara-negara dunia ketiga serta pendidikan yang terbatas, muncullah ide John Wood untuk mendirikan proyek nirlaba membantu dunia pendidikan negara-negara dunia ketiga dengan Nepal sebagai prototipenya. Antusias dan semangat tinggi sangat dirasakan Wood terhadap “proyek” barunya itu sampai akhirnya dia memutuskan keluar dari posisi nyamannya di Microsoft Corp, Ya Microsoft Corp sebuah perusahaan software raksasa yang didirikan Bill Gates. Saat-saat awal terasa terdapat pergulatan dalam diri Wood tapi selanjutnya dia memilih untuk mengikuti hasratnya untuk “mengubah dunia”.
Read the rest of this entry »