Penaklukan Kota Mekah dan sikap pemaaf Rasulullah SAW


Dalam shiroh Rasulullah SAW, terdapat episode sejarah masuknya golongan kaum muslimin ke kota Mekah yang saat itu masih dikuasai kaum musyrikin Quraisy. Peristiwa yang dipandang sebagai simbol kemenangan perjuangan Islam pada periode awal di Jazirah Arab.

Pada periode sebelumnya, Rasulullah SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menyusun basis teritorial dan kekuatan politis. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, masa-masa dakwah Rasulullah SAW di kota Mekah sebelum proses hijrah, banyak mendapatkan tekanan dan intimidasi dari golongan musyrikin Quraisy. Ancaman serta intimidasi ditujukan kepada seluruh umat muslim saat itu tidak terkecuali Rasulullah SAW sendiri beserta keluarga. Tapi tidak sekalipun Rasulullah SAW mengumandangkan mobilisasi massa untuk membalas dengan kekuatan fisik. Bahkan saat setelah baiat para pemimpin suku-suku Madinah yang menawarkan kekuatan untuk menghabisi kaum musyrikin Quraisy, Rasulullah SAW menolak. Beliau, Rasulullah SAW mengumandangkan sabar dan menjauhi sikap kekerasan karena belum ada wahyu yang memerintahkan saat itu.

Selanjutnya berlangsung periode hijrah ke Madinah dan membangun komunitas muslim yang independen di Madinah tahun 622 M . Berbagai peristiwa dan friksi dengan golongan yang memusuhi kaum muslimin terutama musyrikin Quraisy berlangsung, perang badar dan perang uhud salah satu peperangan yang berlangsung antara yang kaum muslimin dengan golongan musyrikin. Sampai akhirnya menuju salah satu tonggak perjuangan islam, perjanjian Hudaibiyah, perjanjian tersebut walaupun sekilas terlihat merugikan umat Islam tapi di satu sisi memberikan keuntungan politis dan diplomatis. Kaum Quraisy mulai mau mengakui umat Islam sebagai kekuatan yang bersanding dengan mereka. Di satu sisi ajaran Islam mulai diterima secara luas oleh masyarakat suku Arab dan sekitarnya, memberikan perubahan peta politik, sosial dan ekonomi di daerah Jazirah Arab.

Perjanjian Hudaibiyah yang menghasilkan kesepakatan damai antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin , akhirnya dilanggar sendiri oleh kaum musyrikin Quraisy. Secara kultural bangsa arab adalah suku bangsa yang menjunjung tinggi kehormatan dan perjanjian, bahkan sebelum islam berkembang di Jazirah Arab. Atas dasar inilah Rasulullah SAW memutuskan untuk melakukan pembebasan Mekah dari pengaruh kekuatan kaum musyrikin Quraisy.

Akhirnya tahun 630 M, Rasulullah SAW memobilisasi kekuatan kaum muslimin dengan perlengkapan siaga perang, bergerak menuju Mekah. Rasulullah SAW mengharapkan untuk dapat bergerak cepat memukul kekuatan Suku Quraisy atau bahkan dengan phsy-war sehingga Mekah dapat ditaklukan tanpa pertumpahan darah. Pasukan kaum muslimin bergerak dalam jumlah yang besar, didalmnya tergabung golongan kaum anshar, muhajirin, kabilah-kabilah Sulaim, Muzaina, Ghatafan dan yang lainnya yang telah menyatakan ketaatan terhadap ajaran Islam. Mereka berangkat dengan kalbu yang dipenuhi iman bahwa dengan pertolongan Allah SWT mereka akan mendapatkan kemenangan. Perjalanan dipimpin sendiri oleh Rasulullah SAW dengan pikiran dan perhatian hanya tertuju hendak memasuki Rumah Suci, Baitullah tanpa akan menumpahkan darah.

Bila pasukan muslim sudah sampai di Marr’z-Zahran dengan jumlah pasukan kurang lebih 10000 orang dengan perlengkapan baju besi, pihak Quraisy belum mendapatkan kabar berita, mereka masih dalam silang sengketa pendapat untuk menangkis serangan Muhamad SAW. Dalam proses perjalanan kaum muslimin menuju Mekah, Abu Sufyan musuh besar umat Islam menyatakan keislamannya dihadapan Rasulullah SAW, setelah sebelumnya bersama Abbas bin Abdul Muthalib menghadap Rasulullah SAW. Selanjutnya Sahabat Abbas kembali ke Mekah dan mengumumkan akan kedatangan pasukan kaum muslimin dalam jumlah yang besar dan menyatakan bahwa Rasulullah SAW menjamin keselamatan bagi orang yang menutup pintu rumah, masuk kedalam mesjid atau berlindung di rumah Abu Sufyan.

Pintu gerbang kota Mekah pun terbuka bagi kaum muslimin. Rasulullah SAW sangat merasa bersyukur kepada Allah SWT bahwa pintu kota telah terbuka. Tanpa melepaskan kewaspadaan sambil tetap berpesan kepada para pasukan untuk tidak menumpahkan darah kecuali jika sangat terpaksa, pasukan dibagi menjadi empat bagian. Terdapat sedikit perlawanan dari golongan kaum musyrikin Quraisy yang paling keras perlawanannya kepada islam, mereka yang termasuk pelanggar perjanjian Hudaibiyah. Dalam insiden itu fraksi pasukan muslimin dipimpin oleh Khalid bin Walid sedangkan golongan Quraisy dipimpin oleh Ikrimah bin Abi Jahal. Sedikit perlawan tersebut dapat dipatahkan oleh Khalid bin Walid.

Akhirnya Rasulullah SAW dan kaum muslimin dapat memasuki kota Mekah, kampung halaman bagi kaum Muhajirin dan Rasulullah SAW sendiri. Kota yang telah mereka tinggalkan beberapa tahun yang lalu. Kota yang telah menyimpan banyak sejarah perjuangan dalam menegakkan Islam di masa awal kerasulan. Kota dimana kaum muslimin pernah mendapatkan ujian berupa tekanan dan intimidasi oleh golongan musyrikin Quraisy. Golongan yang hari ini atas ijin Allah SWT telah dikalahkan kaum muslimin. Rasullah SAW memasuki kota Mekah dengan menitikkan air mata dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati kepada Allah SWT yang Maha Perkasa.

Selanjutnya Rasulullah SAW bertawaf di Ka’bah dan menyentuh Hajar Aswad. Selesai melakukan Thawaf Nabi Muhamad SAW berkutbah dihadapan orang banyak dan membacakan ayat-ayat Allah SWT : “ Wahai manusia. Kami menciptakan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Tetapi orang yang paling mulia diantara kamu dalam pandangan Allah SWT ialah orang yang paling takwa (menjaga diri dari kejahatan). Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengerti” (QS.49:13).

Selanjutnya Rasulullah SAW yang mulia, bertanya kepada kaum musyrikin Quraisy : “Orang-orang quraisy menurut pendapat kamu apa yang akan kuperbuat terhadap kamu sekarang ?”. Mereka menjawab :” Yang baik-baik, saudara yang pemurah, sepupu yang pemurah”. Dan dengan penuh sikap pemaaf Rasulullah SAW bersabda : “Pergilah kamu sekalian, kamu sudah bebas”. Dengan perkataan itu semua penduduk Mekah mendapatkan amnesti. Alangkah indah pengampunan itu dikala memiliki kekuatan untuk menjatuhkan hukuman. Alangkah besar jiwa yang penuh pemaaf melampaui segala rasa dengki dan dendam di hati. Rasulullah SAW sangat mengenal kaum musyrikin Quraisy, masih terekam dalam ingatan beliau intimidasi-intinidasi di Mekah saat awal Islam, embargo terhadap kaum muslimin, peperangan Badar dan Uhud, Paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib yang dicabik-cabik kaum musyrikin di perang Uhud. Jika Rasullah SAW mau bisa saja memerintahkan pasukannya mengikis habis golongan musyrikin Quraisy, akan tetapi dengan jiwa yang ditempa oleh wahyu Rasulullah SAW memberikan maafnya bagi semua penduduk Mekah. Sungguh suatu pelajaran sejarah yang sangat berharga dan patut kita contoh. Selanjutnya pengampunan itu membuka hati para musuh-musuh Islam yang paling keras untuk menerima ajaran Islam tanpa paksaan, termasuk Ikrimah bin Abu Jahal, Hindun istri Abu Sufyan dan Wahsyi. Selama Rasulullah SAW di Mekah, semua jejak paganisme telah dihilangkan, Ka’bah baitullah telah dibersihkan dari berhala-berhala yang semula ada dan ajaran Islam diperkenalkan kepada penduduk Mekah. Dengan demikian seluruh Mekah sudah beriman panji tauhid pun menjulang tinggi sampai bergaung keseluruh penjuru bumi.  

Sungguh terdapat suri teladan yang mulia dalam dirimu, Rasulullah SAW. Semoga umatmu diberikan kekuatan untuk senantiasa menapaki jalan yang engkau contohkan.

Wallahu’alam bishawab

Rujukan :

Karen Amstrong, “Islam a Short History”.

Muhamad Husain Haykal, “Sejarah Hidup Muhamad”.

 

 

 

 

 

About these ads

One thought on “Penaklukan Kota Mekah dan sikap pemaaf Rasulullah SAW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s