wagenugraha

Archive for February, 2009

Mengenai Kepuasan Pelanggan versi ++

In Ideas on February 22, 2009 at 4:48 pm

cartoon1_full1Kepuasan pelanggan dalam bisnis

Saat saya membaca buku-buku marketing, bisnis begitu sering istilah kepuasan pelanggan (Costumer Satisfaction) dibahas begitu detail, bahkan seakan menjadi mantra yang “sakti”. Bahkan dalam materi-materi pelatihan bagi karyawan-karyawan topik kepuasan pelanggan termasuk dalam “menu utama” pelatihan. Secara logika kepuasan pelanggan sangat penting dalam aktifitas yang menyediakan suatu produk bagi konsumen, misalnya dalam dunia marketing atau bisnis. Suatu kegiatan pemasaran atau kegiatan bisnis akan gagal jika dalam prosesnya tidak mampu memuaskan para pelanggannya. Secara kasar dapat dikatakan untuk pelangganlah kegiatan bisnis itu ada. Sehinga untuk mendapatkan keberhasilan bisnis atau pemasaran salah satu kuncinya adalah bagaimana kita “mengunci” dan “menguasai” pelanggan. Cukup masuk akal bukan ?. Sebagai konsumen atau pelanggan pasti kita akan merasa kecewa, kesal dan marah jika produk (barang/jasa) yang kita konsumsi tidak sesuai dengan harapan kita. Ujung-ujungnya akan hilang kepercayaan terhadap produk terkait. Akhirnya enggan untuk mengkonsumsi lagi bahkan paling buruknya dapat menularkan ketidakpuasan kepada calon pelanggan lainnya, jadilah apa yang disebut efek domino berlaku. Dalam era digital sekarang banyak institusi atau perusahaan-perusahaan yang menggunakan media digital untuk membina dan memupuk kepuasan pelanggan. Yang pernah penulis ingat adalah DELL Computer, perusahaan komputer terkemuka dari Amerika yang berbasis di Austin Texas membuat suatu “corong” komunikasi dan umpan balik dengan pelanggan melalui situs internet, Ideastorm.com. Dari situs itu mengalir masukan ataupun kritikan dari para pelanggan DELL terkait produk DELL. Dari ide-ide tersebut akhirnya DELL mampu mebuat terobosan-terobosan bisnis untuk mengikat para pelanggannya agar tetap loyal. Contoh kecil yang baru penulis alami adalah masalah kurang ramahnya pelayanan disuatu Coffe shop. Saat saya mencoba pertama kali ke sebuah tempat ngopi di Bandung, serentetan kesan yang tidak enak langsung dijumpai disana. Mulai dari muka pelayan yang kecut tanpa ada nada ramah yang sewajarnya diberikan kepada tamu sampai aturan-aturan tidak boleh duduk disembarang tempat. Langsung kapok ngopi disana lagi. Itu hanya baru contoh kecil.

Kepuasan pelanggan yang lebih luas (Kepuasan Pelanggan versi ++)

Dari suatu pelatihan saya mendapat “pencerahan” ternyata makna kepuasan pelanggan lebih luas dari hanya sekadar interaksi produsen dengan konsumen dalam jual beli produk. Lebih dari itu sebetulnya makna kepuasan pelanggan dapat diaplikasikan dalam setiap interaksi kita dalam hidup. Pelanggan (customer) dapat dilihat sebagai suatu proses atau pihak yang terkait dengan kita. Read the rest of this entry »

Fenomena situs jejaring sosial untuk bisnis dan pekerjaan

In internet on February 8, 2009 at 2:31 pm

social-networkingManusia adalah mahluk sosial. Karakter ini ternyata tetap muncul dalam dunia teknologi informasi khususnya internet. Seperti yang telah kita ketahui internet telah merubah cara orang-orang untuk berinteraksi, bekerja dan berkomunikasi. Perbedaan budaya, letak geografis dan jarak ternyata tidak membuat intensitas serta kualitas interaksi menjadi berkurang. Saat awal-awal berkembangnya teknologi internet, e-mail merupakan teknologi yang dirasakan sangat signifikan merubah cara orang-orang untuk berkorespondensi dan berinteraksi. Berikutnya dengan gelombang internet teknologi Web 2.0 terdapat suatu fenomena yang cukup menarik, yaitu situs jejaring sosial (Social Networking Web).

Dengan situs web tersebut kita dapat bergabung dengan komunitas pengguna situs tersebut. Mungkin sebagian besar pengguna komunitas yang kita kunjungi adalah rekan-rekan kita atau bisa jadi teman baru yang kita kenal di dunia “maya”. Situs jejaring sosial marak bermunculan beberapa tahun belakangan ini.

Ibaratnya bagaikan suatu ruangan yang sangat luas di “dunia internet”, tempat berkumpul banyak orang yang sudah kita kenal atau barangkali ingin kita kenal. Kita juga bisa “mengundang” orang-orang yang kita kenal tapi belum tergabung dengan komunitas jejaring sosial tersebut untuk ikut bergabung. Selanjutnya dalam komunitas jejaring sosial kita bias bertukar informasi, berkomunikasi secara virtual,membentuk sub-sub komunitas berdasarkan kesamaan suatu hal. Banyak lagi kegiatan interaksi yang bisa dilakukan tergantung fasilitas yang disediakan masing-masing situs.

Boleh jadi awalnya situs-situs jejaring sosial isinya lebih banyak terkait hal-halyang sifatnya “fun” dan nostalgia riatapi selanjutnya terjadi perkembangan yang mengarah ke arah profesionalisme.

Mungkin awalnya situs-situs jejaring sosial hanya mewadahi untuk sekedar komunitas biasa, komunitas pertemanan atau nostalgia ria. Ternyata situs-situs jejaring sosial mulai bertransformasi menjadi tempat untuk melakukan kontak bisnis ataupun komunitas-komunitas yang lebih serius.

facebook_cartoonPara pengguna mulai memanfaatkan situs-situs jejaring sosial sebagai alat yang mendukung profesi ataupun wirausaha. Info kontak person dapat membantu menemukan beragam rute dan informasi menuju jenis perusahaan yang diinginkan ataupun peluang bisnis baru. Para pengguna situs jejaring sosial pun mulai bergeser, tidak hanya didominasi oleh generasi muda atau remaja, golongan tua pun sudah mulai melirik situs jejaring sosial sebagai tempat favorit bersosialisasi.

Berikut adalah beberapa situs-situs jejaring sosial yang dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan daftar kontak di dunia cyber (dan masih banyak situs-situs jejaring sosial lainnya juga yang tidak disebutkan saja).


Linkedin, California Mountain View (www.linkedin.com)

Hingga akhir Agustus 2007 Linkedin telah memiliki 13 juta anggota aktif di lima benua. Linkedin memposisikan sebagai situs jejaring sosial untuk para profesional yang berusia 25 hingga 65 tahun. Di Linkedin para pengguna dapat membicarakan pekerjaan yang sedang dilakukan ataupun pekerjaa di masa lalu. Para pengguna Linkedin memanfaatkan situs ini untuk membina hubungan profesional sesuai dengan kebutuhan atau untuk hal yang spesifik. Misalkan survey terhadap perusahaan yang akan dijadikan tempat investasi atau perusahaan yang akan mereka apply. Layanan yang diberikan oleh Linkedin masih terbatas dalam bahasa Inggris akan tetapi ternyata setengah dari pasarnya berasal dari luar Amerika terutama India dan Brazil. Salah seorang pengguan Linkedin menilai Linkedin memiliki karakter yang “efisien” sehingga cocok untuk para pengguna yang tidak memiliki waktu senggang yang lama untuk menjelajahi situs-situs jejaring sosial.


Doostang, California Palo Alto (www.doostang.com)

Nama aneh “doostang” diambil dari frasa bahasa latin yang dapat diterjemahkan bebas artinya :”menggapai talenta”. Didirikan oleh alumni Universitas Harvard dan MIT (Massachuset Institute Of Technology). Situs ini diperkenalkan kepada para pengguna dengan sistem “undangan”. Segment pengguna yang dibidik adalah kelompok usia 20-35 tahun yang berada di perguruan tinggi atau perusahaan besar. Dengan situs ini para penggunanya dapat saling berinteraksi terutama untuk keperluan lamaran pekerjaan. Situs ini sendiri lahir terinspirasi dari hasil riset peneliti Universitas Stanford bahwa 70% diperoleh melaui perantaraan jejaring. Bahkan menurut informasi co-founder Doostang, Google telah merekrut 30-40 orang dari situs ini. Perusahaan-perusahaan keuangan serta konsultan seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, McKinsey Colsulting banyak melirik situs ini sebagai alternatif tempat mencari talenta-talenta muda baru.


Facebook, Palo Alto California (www.facebook.com)

Didirikan tahun 2004, Facebook telah mencatatkan lebih dari 37 juta pengguna serta ribuan jaringan bisnis. Facebook dibuat oleh alumni Universitas Harvard, Mark Zuckenberg awalnya hanya sebatas situs untuk para alumni lulusan Harvard. Selanjutnya Facebook berkembang pesat sebagai situs untuk hiburan dan pekerjaan. Facebook memiliki layanan fitur privasi. Dengan layanan para pengguna Facebook dapat mengontrol terhadap siapa saja yang diperbolehkan mengakses data profil mereka. Facebook telah mengembangkan berbagai ragam aplikasi yang dapat diinstall para pengguna. Aplikasi-aplikasi inilah yang memberikan nilai tambah bagi Facebook. Aplikasi yang dikembangkan banyak yang mendukung bisnis dan pekerjaan seperti menjual atau membeli barang, ala eBay dengan orang-orang yang ada dalam jaringan yang dimiliki para pengguna.

Myspace, Ning dan banyak lagi situs jejaring sosial yang bertebaran dalam jagat dunia maya.


Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimanapun juga sebuah teknologi adalah fasilitas yang dapat digunakan sesuai penggunanya. Kehadiran situs jejaring sosial ini dapat memberikan keuntungan dan kerugian tergantung cara pemanfaatannya. Dan semoga kita menggunakannya untuk produktifitas dan kebaikan bagi banyak pihak.