Archive

Archive for May, 2009

Perjalanan ide-ide strategi dalam bisnis

May 23, 2009 wagenugraha 1 comment

Beberapa metode manajemen yang paling lama bertahan dan diterapkan pada masa-masa sulit ketika perusahaan-perusahaan memerlukan cara-cara baru untukmengelola biaya dan tumbuh. Mulai dari konsep manufaktur pertama kali diterapkan sampai metode kolaborasi dan inovasi bersama.
Illinois-gear_collectionBerikut adalah rangkuman beberapa ide terbaik selama 100 tahun terakhir.

1. Tahun 1910 Lini perakitan, studi kasus mobil tipe T buatan Ford, Henry Ford meniru sistem trol di atas konveyor seperti yang dibuat dalam industri bir dan rumah jagal. Dengan melakukan inovasi ini Ford berhasil meningkatkan produksi tahunan dari 78000 unit pada tahun 1910 menjadi 2000000 unit pada tahun 1920-an.

2. Tahun 1920 Segmentasi pasar, studi kasus CEO GM, saat itu Alfred Sloan mengelola manufaktur mobil melalui “divisi-divisi” yang dipantau secara longgar. Divisi-divisi tersebut bagaikan perusahaan-perusahaan kecil dengan Sloan sebagai pimpinan. Model tersebut menjadi dasar korporasi masa kini.

3. Tahun 1931 Manajemen merek, Procter and Gambler memiliki kekuatan strategi pemasaran produk-produk mereka kepada berbagai jenis demografi yang berbeda. Produk mereka yang paling utama saat itu adalah sabun. Selanjutnya P&G membentuk manajemen merek, sebuah struktur operasional yng membuat manajer individual bertanggung jawab terhadap kesuksesan setiap merek. Strategi ini masih tetap dipakai dan digunakan oleh perusahaan-perusahaan sekarang terutama yang bergerak dalam bidang Consumer Good.

4. Tahun 1943 Skunk Works, Untuk mempercepat proses pembuatan pesawat yang diperlukan untuk keperluan Perang Dunia ke II, hanya 143 hari. Lockheed membentuk organisasi bernama Skunk Works, yang memakai grup-grup kecil dan pendanaan canggih dengan interverensi minim dari induk perusahaan. Dipercaya tim-tim ini bisa memberikan kinerja yang lebih efektif dan efisien. Dimasa kini Google, HP, IDEO menerapkan sebagian konsep tersebut untuk menelurkan inovasi dan kekuatan kompetitif. Read more…

Categories: Ideas

Wikinomics, kekuatan kolaborasi massal

May 13, 2009 wagenugraha 3 comments

wikinomicsMungkin sudah tidak asing lagi jika kita mendengar istilah : Linux, Open Source project, Human Genome project, Wikipedia, Facebook, Blog, Instant Messege, Flickr. Apa kesamaan dari nama-nama diatas? Semua produk ataupun aktifitas tersebut merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak ataupun melibatkan banyak pihak dalam penggunaannya.

Di tengah semaraknya teknologi digital muncul suatu kecenderungan ekonomi baru yang bertumpu kepada kekuatan kolaborasi massal. Dengan menggunakan fasilitas internet yang semakin maju, para pelaku bisni dan pengembang berkolaborasi membangun sesuatu hal yang baru. Ternyata hasil yang didapatkan melalui proses kolaborasi massal tersebut memiliki banyak kelebihan dibandingkan hasil kerja secara konvensional. Don Tapscott dalam bukunya memberikan istilah “Wikinomics” untuk perkembangan ekonomi berbasi kolaborasi dan sinergi. Wiki merujuk kepada bahasa Hawaii yang artinya : cepat. Menurut Don Tapscott Wikinomics memiliki empat prinsip yaitu : keterbukaan, peering, berbagi dan bertindak global. Suatu konsep yang percaya bahwa kolaborasi, saling berbagi pengetahuan akan memicu sinergitas yang positif yang tentunya akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Beberapa contoh studi kasus yang menarik diantaranya :
1. Linux, sistem operasi komputer yang bersifat Open Source, dikembangkan melibatkan ribuan pengembang dberbagai pelosok dunia. Di distribusikan hampir dengan gratis, memiliki tingkat stabilitas serta kinerja yang tidak kalah dengan sistem operasi berbayar yang sudah lebih dulu beken. Ada yang memperkirakan Linux ini akan menjadi sistem operasi masa depan. Untuk pangsa pasar OS Server Linux memegang market share yang dominan. IBM, Novell, AMD merupakan salah satu jajaran korporasi teknologi global yang memberikan perhatian besar terhadap Linux.

2. Wikipedia ensiklopedia online yang gratis, ketenarannya melebihi Britannica Ensiclopedia. Walaupun ada isu artikel-artikel yang tidak objektif, Wikipedia mampu memberikan contoh kinerja yang baik mengenai bagaimana suatu kolaborasi massal dalam menyusun informasi dapat disusun serta disajikan dengan baik dan cepat. Walaupun banyak kritikan untuk Wikipedia tapi kehadiran ensiklopedia online gratis ini memberikan suatu contoh proses kolaborasi efektif dan sinergis.

3. Blog menjadikan semua orang dapat menulis dan dipublish secara online dengan biaya yang sangat rendah. Teknologi internet yang berevolusi menjadi istilah Web 2.0 menjadikan para netter internet tidak hanya sebagai konsumen konten tapi juga sebagai “produser” konten. Tulisan, musik, video dapat disususn dan dipublikasikan melalui blog. Blog memiliki kekuatan hampir setara dengan media informasi konvensional. Sekelompok blogger amatir dengan visi yang kuat lebih diperhitungkan dibandingkan seorang jurnalis kawakan sekalipun.

4. Innocentive, alih-alih mempekerjakan banyak tenaga ahli untuk pengembangan dan penelitian, situs Innocentive dibuat untuk mempublikasikan permasalahan (terutama permasalahan kimia dan rekayasa kimia). Untuk selanjutnya para pengguna internet yang memiliki keahlian dapat memberikan solusi, tentunya akan diberikan imbalan jika solusi yang diberikan visible.Jadilah Innocentive menjadi wadah untuk memiliki sumber daya manusia dengan talenta-talenta terbaik skala global.

…………………………………………………………………………………………………………………………..
Intinya mungkin pekerjaan yang dikerjakan banyak pihak yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi dapat menghasilkan produk yang berkualitas walaupun secara fisik si pelaku tidak selalu harus berinteraksi fisik. Bagaimana di Indonesia ????

(ditulis dengan menggunakan produk wikinomic : Ubuntu Intrepid Ibex, browser Modzilla Firefox :D )

Categories: Resensi buku

Remember The Titans …perjuangan untuk sinergi dalam perbedaan

Adalah Herman Bonne seorang afro amerika yang ditempatkan menjadi pelatih football Amerika di TC William High School di Virginia. Posisinya sebagai pelatih menggantikan pelatih Yoast, pelatih kulit putih yang sangat dihormati oleh murid dan orang tua siswa. Tempat dan waktu episode ini berlangsung di Virginia 1971, saat dimana rasisme terutama antara kulit putih dan kulit hitam masih kental. Pergantian pelatih ini kontan menuai aksi protes dan rencana boikot oleh siswa dan warga kulit putih. Selama posisi pelatih dari warga kulit putih tidak ada seorangpun siswa kulit hitam yang dapat menjadi pemain tim football sekolah. Proses suksesi kepemimpinan berjalan nyaris menuai pertengkaran setelah Boone dan Yoast sepakat untuk memadukan para pemain siswa kulit putih dan kulit hitam.
Titans
Terlihat sekali para siswa kulit hitam dan kulit putih bagaikan minyak dan air, tidak pernah akur, penuh kecurigaan dan amarah. Pelatih Yoast pun akhirnya diterima kembali sebagai pelatih bagian pertahanan dibawah “supervisi” Coach Boone. Konflik dan pertentangan berlangsung dalam tim football TC William. Coach Boone pun melakukan acara tim building untuk menguatkan timnya. Sejak awal keberangkatan Coach Boone sudah melakukan “inovasi” kepemimpinan, dalam Bus seluruh anggota tim harus memiliki pasangan duduk dari rekannya yang berbeda ras. Ditambah lagi saat di Kamp pelatihan siswa berbeda ras dicampur dalam satu kamar (putih-hitam dalam satu kamar). Kontan perkelahian antar siswa yang masing-masing membawa sentimen ras kerap terjadi. Read more…

Categories: Film, Kutipan

Kiat-kiat agar presentasi efektif dan lebih menarik

Pernahkah anda menghadiri suatu presentasi materi tertentu, pelatihan atau pengenalan produk ?. Dan ternyata setelah beberapa lama mendengar anda langsung merasa bosan bahkan ngantuk. Mungkin sebagian besar diantara kita pernah mengalami kejadian seperti ini.

Padahal melakukan suatu presentasi merupakan suatu keterampilan yang penting terutama dalam lingkungan dunia kerja. Sudah merupakan hal yang lumrah untuk memberikan pelatihan, workshop, sosialisasi kebijakan, promosi produk dilakukan dalam suatu bentuk presentasi. Presentasi yang dilakukan secara efektif, tepat sasaran serta menarik untuk disimak audiens tentu akan memberikan kontribusi positif terhadap target presentasi yang akan dicapai dan tentunya akan memberikan nilai positif bagi anda yang sedang meniti karir profesional.

Berikut adalah tip-tip yang dapat membuat presentasi yang dilakukan menjadi lebih efektif :

1.Buatlah draft alur “cerita” yang akan disampaikan, sebelum dibuat dalam bentuk slide presentasi

Untuk memuluskan acara presentasi disarankan membuat alur cerita yang akan kita sampaikan, sesuaikan dengan target presentasi yang akan dicapai, mulai dari awal, tengah serta penutup. Gambaran alur ini membantu kita untuk memperkirakan waktu yang kita butuhkan serta penekanan-penekanan yang akan kita berikan pada beberapa materi. Pastikan alur cerita yang akan kita sajikan dalam presentasi cukup komunikatif.

2.Satu topik dalam satu waktu slide presentasi

Audiens akan membaca secara sekilas setiap slide presentasi yang muncul. Sehingga lebih baik slide presentasi yang muncul berisi poin-poin yang saat itu juga sedang diulas oleh pembicara. Jika dalam slide muncul topik yang berbeda dengan yang sedang dibahas pembicara maka akan muncul gap antara apa yang sedang dicerna audiens dengan apa yang sedang dibahas pembicara. Idenya adalah pembicara/presenter bertugas untuk mengatur aliran informasi yang diterima sehingga audiens dan pembicara berada dalam “frekuensi” yang sama.

3.Tidak ada paragraf
Salah satu hal yang membuat presentasi membosankan adalah isi slide-slide presentasi memuat dokumen atau teks yang secara persis akan dikatakan oleh pembicara tentunya dengan jumlah yang banyak, terdiri atas beberapa paragraf. Jika hal ini terjadi siap-siaplah para audiens akan cepat merasa bosan dan kehilangan selera untuk menyimak secara serius. Slide-slide presentasi yang anda tampilakan sebetulnya adalah sebuah “ilustrasi” mengenai topik presentasi, bukan secara utuh adalah materi presentasi itu sendiri. Slide presentasi yang ditampilkan lebih baik hanya memuat poin-poin yang ringkas, padat tentang ide yang akan disampaikan. Adapun jika memang anda memerlukan notes untuk hal yang akan disampaikan secara lisan, buatlah secara terpisah, jangan ditampilkan dalam layar presentasi, atau jika dapat gunakan daya ingat anda. Disinilah letak alur “cerita” yang disebutkan di poin nomor 1, untuk dapat berimprovisasi mengenai apa yang akan diungkapkan secara lisan dihadapan audien. Satu hal lainnya yang tidak kalah penting adalah jika memang anda “terpaksa” menyebutkan apa yang ada pada layar presentasi jangan sekali-kali membaca sambil memunggungi audien. Read more…

Categories: Experience

Sinergi dalam keaneka ragaman

complete_vertical_axis_gear_end_smlMembaca dan menelaah perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau dalam menegakkan Dienul Islam, ada satu hal yang membuat saya tertarik. Sinergi dalam keaneka ragaman karakter dan sifat.

Rasulullah SAW memiliki para sahabat dengan latar belakang sosial, etnis serta karakter yang berbeda-beda. Sebut saja Hamzah r.a,serta Khalid bin Walid r.a ahli ilmu keprajuritan, Bilal bin Rabbah mantan budak bersuku Habsy (sekarang Ethiopia), Umar bin Khattab r.a sahabat dengan karakter kuat dan tegas, Abu Bakar Ash Sidiq r.a sahabat yang bersifat lemah lembut, Ali bin Abi Thalib r.a dengan keilmuan yang sangat mumpuni, Abu Dzar AlGhiffar r.a dengan keberanian dalam mengkoreksi kesalahan, Ustman bin Affan r.a serta Abdurrahman bin Auf r.a yang sangat dermawan, dan para sahabat lainnya yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Satu hal yang penulis dapatkan dari membaca serta menelaah sejarah Siroh Rasulullah SAW, adalah bagaimana potensi sahabat-sahabat yang berbeda-beda ini bersinergi membentuk suatu kekuatan umat Islam terbaik. Kekuatan yang mampu membentuk suatu model masyarakat ideal berdasarkan tuntunan Al Qur’an serta menjadi duta Islam.

Bagaikan pasir, batu bata, semen, kayu, genteng,batu ditangan seorang ahli bangunan yang mahir, semua komponen tersebut dapat digabungkan membentuk bangunan yang kokoh. Mungkin seperti itulah analogi proses sinergi yang dilakukan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya dalam berjuang. Keimanan yang kuat,Tauhid yang lurus berdasarkan wahyu Al Qur’an merupakan resep utama bagaimana Rasulullah SAW bersama para sahabatnya mampu bersinergi dalam jamaah yang solid serta kuat, bagaikan bangunan yang kokoh. Masing-masing potensi yang terkandung dalam diri setiap orang keluar untuk bersinergi membentuk barisan Umat Islam yang kokoh. Bukan saling menonjolkan kelebihan diri tapi saling berkolaborasi secara harmonis antara satu dan yang lainnya.

Rasulullah SAW dengan ahlak beliau yang tinggi dan bimbingan wahyu mampu menampilkan suatu proses kepemimpinan yang sangat luar biasa dalam mensinergiskan potensi-potensi sahabat dan umat.

Kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya, saling mencintai antara sesama mukmin, cita-cita untuk hidup mulia atau mati syahid terpatri kuat dalam jiwa setiap sahabat Rasulullah SAW. Maka hasil dari sinergi tersebut melahirkan suatu kekuatan dan prestasi umat Islam mulai dari periode awal dakwah di kota Mekah, hijrah ke Madinah, perang Badar, perang Uhud, Perang Ahzab (khandaq) sampai akhirnya futuh Mekah. Sehingga pantas kiranya gelar “Khoirul Ummat”..umat yang terbaik disematkan kepada generasi sahabat Rasullullah SAW.

Read more…

Categories: Resensi buku