wagenugraha

Archive for November, 2009

Blackberry 8700, gadget lawas yang masih tangguh

In Komputer dan "gadget" on November 14, 2009 at 11:11 am

Sudah beberapa lama ini saya menggunakan smartphone BlackBerry tipe 8700. Seri yang sebetulnya sudah lawas dan jarang orang yang menggunakannya sekarang. Saat itu behubung smartphone Symbian UIQ saya rada-rada “ngadat” secara tidak disengaja saya dapat gadget lawas ini. Dan memang sudah lama ada keinginan untuk mencoba menggunakan smartphone keluaran Research In Motion, Blackberry.

8700_cBentuk smartphone BBerry 8700 ini agak “bongsor” tapi bagi saya cukup enak digenggaman tangan. Dengan disertai Qwerty keyboard yang nyaman digunakan untuk menulis sms, instant messenging, email bahkan menulis artikel. DesignBlackBerry tipe 8700 ini memberikan kesan kokoh dan “massive”, mirip-mirip tipe handset outdoor.

Untuk navigasi, BlackBerry tipe ini masih menggunakan “track wheel” disebelah kanan, bukan Track Ball ataupun Track Pad yang biasa ada di seri BlackBerry sekarrang.

Koneksi data smartphone ini dalam jaringan GPRS/EDGE, tapi dengan adanya fasilitas BlacBerrry Internet Service (BIS) yang saya gunakan, dengan kecepatan transfer data seperti itu, sudah lebih cukup untuk bowsing, email dan instant messenging. Bagi saya pribadi sebagai pengguna BlackBerry newbie, tipe 8700 merupakan “communicator” yang andal.

Fasilitas push email, browser, Instant Messenging adalah fitur2 yang paling sering saya gunakan. Aplikasi-aplikasi tambahan yang gratis dan berguna bisa diperoleh secara mudah dari internet. Untuk aplikasi “office” dapat menggunakan pdf to go dan Document to go for BlackBerry. Untuk chatting dapat menggunakan Gtalk, YM for Blackberry. Jika bosan dengan browser native BlackBerry dapat mencoba menggunakan Opera Mini atau Bolt Browser, cukup nyaman.

Berikut adalah info link untuk aplikasi-aplikasi gratis BlackBerry :

1. Berryreview, aplikasi harus didownload melalui browser BlackBerry atau istilahnya OTA.

2.ComputerWorld.

3.LifeHack.org.

Kekurangan utama yang saya rasakan dari BlackBerry 8700 ini adalah minimnya memori penyimpanan data karena tidak adanya fasilitas untuk memori eksternal. Tidak adanya kamera dan fitur multimedia lengkap tidak terlalu mengurangi “nilai” BlackBerry 8700 ini.

Untuk segi kemampuan email dan koneksi data teknologoi RIM (Research In Motion) yang memproduksi Smartphone BlackBerry memang layak diacungi jempol. Kompresi attachment file email berjalan baik.

Selama ini gadget lawas ini banyak membantu dalam hal pekerjaan dan pertemanan ^_^.

Ternyata untuk mendapatkan kenyamanan teknologi mobile tidak harus selalu menggunakan perangkat yang high end, dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan budget.
Bagaimana dengan pengalaman anda menggunakan smartphone ?

Data spesifikasi BlackBerry 8700

General 2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
Announced 2004, 4Q
Status Discontinued
Size Dimensions 110 x 69.5 x 19.5 mm
Weight 134 g
Display Type 65K colors
Size 320 x 240 pixels, 2.6 inches
- 35-key QWERTY keyboard
Sound Alert types Vibration; Polyphonic, MP3 ringtones
Speakerphone Yes
Memory Phonebook Yes
Call records Yes
Internal 64 MB storage, 16 MB RAM
Card slot No
Data GPRS Yes
HSCSD No
EDGE Yes
3G No
WLAN No
Bluetooth Yes
Infrared port No
USB Yes
Camera No
Features OS BlackBerry OS
CPU Intel PXA901 312 MHz processor
Messaging SMS, MMS, Email, Instant Messaging
Browser HTML
Radio No
Games
Colors
GPS No
Java Yes
- Organizer
Battery Standard battery, Li-Ion 1100 mAh
Stand-by Up to 450 h
Talk time Up to 4 h

OOo4Kids aplikasi Open Office untuk Anak

In Experience, internet on November 3, 2009 at 5:20 am

Kemarin sempat mencoba mengunduh dan menggunakan aplikasi pengolah kata OOo4Kids (Open Office .org for kids). Sebuah aplikasi pengolah kata, spread sheet, presentasi dan gambar yang lebih ditujukan untuk anak-anak usia 7-12 tahun.

openoffice1

Sekilas mirip sekali dengan Open Office biasa cuma tampilan menunya lebih sederhana. Silakan dapat di unduh caplikasinya di sini.

Honda dan CEO Honda, Takanobu Ito

In Teknologi on November 1, 2009 at 3:27 pm

Siapa yang tidak kenal Honda ? produsen otomotif kelas dunia yang terkenal . Memiliki kelebihan dalam memproduksi kendaraan bermotor dengan teknologi yang inovatif, serta sesuai dengan keperluan konsumen di berbagai belahan dunia. Di Indonesia Honda terkenal karena produk motornya, salip menyalip dengan Yamaha. Seiring dengan krisis ekonomi sebagai dampak dari krisis ekonomi Amerika, Industri Otomotif dan Honda mengalami imbas akibat daya beli konsumen yang merosot.

Tapi dengan kekuatan budaya bisnis Honda yang menekankan terhadap prinsip berpikir cepat, investasi yang konservatif, dan menakar dengan kepala dingin kemampuan mereka sendiri. Honda menolak untuk mengikuti competitor dengan tidak memproduksi kendaraan pickup besar, walaupun dari segi margin keuntungan cukup menggiurkan. Untuk mobil, Honda fokus di empat model utama, mobil kompak Fit (Jazz), sedan Civic dan Accord serta CR-V, SUV kecil. Diseluruh dunia masing-masing model ini terjual lebih dari 50.000 unit per-tahun.

Fokus dan penghematan yang dilakukan mampu membantu Honda survive mengarungi badai krisis dan tetap membukukan keuntungan $ 1,5 miliar (Tahun Fiskal Maret 2009) padahal rivalnya Toyota dan Nissan merugi miliaran dollar.

honda-ceo-takanobu-ito3Adalah Takanobu Ito seorang insinyur Honda yang sekarang didaulat menjadi CEO Honda. Ito yang telah bekerja 25 tahun di Honda terbiasa bekerja dengan anggaran yang ketat. Sehari-hari bekerja di meja kayu yang sederhana dalam ruangan yang dipakai bersama dengan eksekutif lainnya.

Pengehematan dan efisiensi terasa kental dalam budaya Honda. Dan hal ini sangat membantu Honda untuk “survive” dan lebih ramping dalam bergerak didalam iklim kompetisi industry otomotif yang super ketat. Ekspansi besar-besaran ditunda, menarik diri dari ajang balap Formula 1 untuk dapat menghemat sekitar $500 juta pertahun dilakukan oleh CEO Ito.

Satu hal menarik dari Honda dan CEO Takanobu Ito, Honda adalah perusahaan dengan budaya hierarki yang tidak terlalu kaku. Sebagian besar eksekutif level atas termasuk Takanobu Ito adalah insinyur yang lebih bersemangat membicarakan teknologi ketimbang keuangan. Kepada Ito yang telah menjabat CEO pun semua orang nyaris menyapanya dengan sebutan “Ito-san” bukan sebutan yang lebih formal “Ito-Shacho” (Presiden Ito). Kini Ito harus menjalani masa-masa penjualan yang berat ditambah dengan menguatnya Yen sehingga mengikis laba ekspor.

Honda pun mulai focus menciptakan jajaran produk yang irit BBM. Kecenderungan konsumen yang meninggalkan SUV besar dengan mobil yang kompak membantu mendogkrak penjualan Honda. “Kami ingin memproduksi dan menawarkan mobil yang nyaman dikendarai, bukan mobil yang boros” kata CEO Ito.

Budaya egaliter Ito-san dengan semangat kerja dan inovasi yang kuat mengingatkan kepada Founder Sony Corporation. Seperti inikah profil pemimpin-pemimpin korporasi Jepang ?. Efisien, egaliter dan focus untuk bisa bertahan menjawab tantangan medan yang selalu berubah.

 

–disadur dari Businessweek 4 November 2009 –