Di tengah semaraknya film laga The Raid yang memang fenomenal, ternyata Tim Merantau Film juga merilis versi komik atau mungkin lebih tepatnya novel grafis dari The Raid.
Saya sendiri belum melihat film The Raid yang katanya banyak memperlihatkan adegan laga yang “brutal” tapi dengan koreografer fighting scene yang top.
Novel grafis The Raid ini cukup tipis tidak setebal novel grafis Palestina nya Joe Sacco atau V For Vendetta. Sehingga tujuan untuk mentranslasikan alur cerita di film kr dalam media novel grafis ini pasti akan banyak berkurang gregetnya. Novel grafis ini hanya dapat menyajikan secara briefly dari keseluruhan film tentunya.
Akan tetapi coretan-coretan gambar yang tegas dan agak rough dengan warna hitam putih di novel grafis ini cukup menarik bagi saya.
Sayang nya gambar adegan pertarungan di novel grafis ini dibuat tidak terlalu detail, lebih bergaya coretan-coretan yang tegas. Mungkin untuk memberikan kesan cepat. Agak mirip dengan manga “Enmei Mutsu”.
Akan tetapi walaupun menyerupai komik, novel grafis The Raid kurang tepat dikonsumsi oleh anak-anak. Dialog kata-kata kasar dan makian masih tetap ada di grafik novel ini.
Dengan berbagai kelebihan & kekurangannya novel grafis The Raid, menurut saya tetap layak mendapat acungan dua jempol untuk ide dan kreatifitasnya. Film The Raid dan novel grafis nya merupakan bagian dari karya dan prestasi anak bangsa yang layak dapat apresiasi.
keqnya memang bukan anak-anak deh, pak. si the raid itu.. terlalu butal soalnya
betul sekali mas, grafik novel ini masih kurang tepat dikonsumsi oleh anak-anak masih sarat adegan kekerasan dan kata-kata makian :p
Realistis, saat kamp pelatihan aktor The Raid di Mako Korps Marinir, saya kira ceritanya tentang Marinir atau Kopassus, eh ternyata jadinya Densus
Isunya sudah santer setahun sebelum peluncuran film, waktu itu cukup kencang sas- sus di Forum Militer Kaskus.
Filmya berpotensi jadi “Cult Movie”, soalnya memang fenomenal, termasuk ketika mereka berhasil lolos potong sensor banyak adegan
Semacam filmnya Quentin Tarrantino yang megah sekaligus klasik dan banyak darah, atau kepala putus….
Mungkin sebutannya novel grafis kali ya Mas Wage ? Biar terkesan lebih “Dewasa”, daripada “Komik”.
oh ternyata isu film The Raid ini sudah marak sebelumnya di Kaskus ya mas Galih ?
iya betul juga ya, tumben adegan brutal nya lolos sensor di Indonesia, atau barangkali sudah tidak ada sensor film lagi kelihatannya
Film Kill Bill ya mas ?
brutal dan berdarah-darah ….
Ah betul Novel Grafis …itu istilah yang cocok untuk Versi Cetak The Raid ini …terimakasih kunjungannya Mas Galih
dari preview halamannya sepertinya diambil dari storyboardnya, artisnya sih memang keren gambarnya, tapi untuk komik aksi seperti ini kok saya lebih cenderung pakai pengaturan sekuen seperti komik manhwa (hongkong) seperti tiger wong, dimana aksinya detil.