Archive

Archive for the ‘Enterpreneur’ Category

Sony..dari bengkel radio menjadi perusahaan inovatif kelas dunia

July 5, 2009 wagenugraha 1 comment

Setiap orang pasti mengenal merek Sony dan kemungkinan besar pernah menggunakan produk Sony. Sebagai perusahaan elektronik Sony dinilai berhasil membesut produk produk yang laris manis atau menjadi icon di dunia teknologi. Sebut saja televisi Trinitron, pemutar musik Walkman, notebook VAIO, komputer genggam CLIE, konsol game Play Station, phone cell Sony Ericsson dan sederet produk lainnya.

Tapi dibalik kesuksesan menjadi salah satu icon teknologi dan inovasi, Sony pada mulanya “hanyalah” sebuah bengkel radio di Tokyo jepang; Tokyo Tsushin Kogyo (Tokyo Telecomunication Engineering Corporation). Di dirikan oleh Akio Morita dan Ibuka setelah perang dunia ke II. Setelah memutuskan untuk melakukan manufaktur produk, Morita dan Ibuka mempoduksi penanak nasi dari kayu (khas Jepang) dengan sumber energi listrik untuk memanaskan nasinya. Tapi entah kenapa nasi yang ditanak tidak pernah matang. Akhinya produk pertama mereka gagal.

Sony, ditangan Morita dan Ibuka dapat berkembang dari sebuah perusahaan lokal menjadi sebuah perusahaan elektonika pertama Jepang yang merambah secara Global. Bermula dari Morita yang berkunjung ke perusahaan Phillips Belanda di era 50-an. Kunjungan itu membawa mimpi bagi Morita untuk membawa Sony menjadi perusahaan kelas dunia. Disini kita bisa belajar contoh kekuatan sebuah visi dan tekad untuk mewujudkannya.

Morita dan Ibuka merupakan contoh pemimpin bertangan dingin dan memiliki visi yang kuat. Walaupun pucuk pimpinan dipegang oleh dua orang tapi mereka mampu “membagi” kekuasaan dan bersinergi membangun budaya perusahaan yang solid. Budaya perusahaan inilah yang menjadi “resep rahasia” Sony selain sumber daya manusia yang bagus.

Kedisiplinan, inovasi, keberanian untuk mengambil resiko, kebersamaan, kesedehanaan, merupakan sebagian budaya perusahaan Sony yang dapat diaplikasikan dengan baik. Maka tidak heran di Sony sang pendiri Sony berinteraksi secara langsung dengan petugas kebersihan dan karyawan level paling bawah. Budaya egaliter merupakan salah satu pemicu inovasi Sony. Memungkinkan orang-orang Sony mengeluarkan potensi terbaiknya untuk perusahaan. Kesederhanaan merupakan budaya yang di anut seluruh karyawan mulai dari level bawah sampai top management. Morita dan Ibuka mencontohkan sikap bahwa budaya mewah bukanlah taraf pencapaian terbaik. Berprestasi terus menerus merupakan pencapaian yang lebih beharga ketimbang bermewah-mewah.

Inovasi merupakan ciri khas Sony yang sudah mendarah daging. Produk produk Sony terkenal dengan desain dan kinerja yang prima, walaupun tidak semua laris dipasaran. Diawali dengan produk radio transistor portable Sony yang laris, Sony menggulirkan produk lainnya dengan “DNA” yang sama: pemutar musik portable WALKMAN, notebook VAIO, konsol game Play Station. Walaupun ada lini-lini produk yang gagal tapi tidak menyurutkan inovasi Sony dan investasi untuk mengembangkan bisnisnya. Sampai sekarang budaya Sony yang ditanamkan sang pendiri masih mengakar kuat walaupun Sony adalah sebuah perusahaan global. Suatu contoh perusahaan global dengan budaya lokal yang kuat dan positif.

Hal yang menyentuh lainnya dari budaya Sony: Sony meletakkan tujuan usahanya bukan hanya untuk mencetak laba semata. Yang paling utama bagi Sony adalah mengembangkan pertumbuhan jangka panjang dengan memberikan produk terbaik bagi konsumen, serta kesejahteraan bagi para karyawannya.

Suatu budaya yang mungkin dianggap utopia oleh kultur corporat barat tapi nyatanya sampai sekarang Sony masih bertahan sebagai perusahaan yang disegani.

Disadur dari : The Sony Way

Categories: Enterpreneur Tags:

The Apple Way, Pelajaran dari salah satu perusahaan paling inovatif di dunia

September 29, 2008 wagenugraha Leave a comment

     

Jatuh Bangun Apple Computer

Apple Computer Inc, perusahaan yang bermarkas di Cupertino California merupakan perusahaan yang banyak menelurkan produk-produk “keren” dengan desain dan kinerja yang menonjol dari yang lain. Bahkan sejak awal pendiriannya di tahun 1977, Apple telah mengambil posisi sebagai perusahaan yang memiliki karakter yang kuat. Di dirikan oleh dua orang pemuda yang  eksentrik; Steve Paul Jobs dan Steve Wozniak Apple membuat PC pertama yang bisa berjalan cukup baik. Produk pertama mereka di beri nama APPLE I.  Kolaborasi kedua Steve memberikan sinergi yang kuat bagi perusahaan kecil mereka. Steve Jobs memiliki kekuatan sebagai visioner, desainer, pemimpin serta bagian deal maker. Sedangkan Woz (panggilan Steve Wozniak) merupakan Geek yang brilliant dengan kemampuan hebat untuk mendesain sirkuit elektronik dengan kinerja prima tapi dengan komponen yang minim. 

Alhasil Apple diawal perjalanannya sudah mampu meluncurkan produk-produk computer pribadi yang hebat di jamannya, APPLE I APPLE II, Macintosh merupakan produk yang disambut baik oleh pasar. Saat era 70 dan awal 80-an pasar PC hampir sama sekali belum ada. IBM yang saat itu perusahaan komputer terbesar masih fokus kepada penyediaan layanan dan produksi komputer Main Frame yang besar dan mahal untuk kalangan korporasi. Jadilah di akhir tahun 70-an Apple Computer melesat menjadi perusahaan yang sangat dikagumi, bertransformasi dari “sekedar” perusahaan di garasi rumah menjadi perusahaan besar di Silicon Valley.Bah

Bahkan Apple Computer merupakan perusahaan yang paling pertama kali memperkenalkan GUI (Graphycal User Interface) dalam sistem operasi komputernya komputernya (Macintosh), sehingga komputer dapat digunakan secara mudah melalui grafis. Teknologi penggunaan mouse, scroll atas bawah, cut and paste (sesuatu yang sekarang mungkin kita anggap hal yang biasa) saat itu merupakan terobosan yang revolusioner (saat itu Microsoft dengan DOS-nya hanyalah tampilan hitam putih yang menjemukan).

Seiring berjalannya waktu dan iklim persaingan yang keras dalam industri teknologi, Apple mengalami masa-masa sulit. Sepeninggal Steve Jobs yang “didepak” keluar oleh pemegang saham, Apple seperti mengalami kehilangan jati diri dan menjalani masa-masa tersulit sepanjang perjalanan bisnisnya. Pangsa pasar yang tergerus oleh dominasi komputer PC Wintel (Windows-Intel), krisis kepemimpinan sampai citra produk yang merosot dimata konsumen menjadikan Apple diramalkan akan “musnah”. Kembalinya Steve Jobs menjadi CEO Apple seakan memulihkan “jiwa” Apple. Visi yang kuat yang dimiliki Steve Jobs serta kepemimpinannya teruji kembali. Perbaikan dan pemulihan Apple mulai berjalan. Produk-produk baru yang inovatif, ramah pengguna, desain yang elegan kembali diluncurkan lagi oleh Apple.

i-Mac komputer trendi dengan desain unik, diluncurkan oleh Apple saat Jobs kembali memimpin.I-Mac menjadikan Apple kembali diperhitungkan dalam percaturan bisnis computer. Penyempurnaan sistem operasi yang digunakan Apple turut mendongkrak kinerja produknya. Sistem pemasaran mulai dibenahi. Dan titik balik yang menjadikan Apple “hidup kembali” adalah melalui produknya yang dinilai merevolusi industri musik; pemutar mp3 iPod. iPod laris manis seperi kacang goreng dan mampu memberikan cash flow yang baik bagi Apple. Apple mulai merambah bisnis music melalui iPod dan iTune. Dalam bidang telekomunikasi, Apple meluncurkan Apple iPhone yang didesain secara elegan dan diserap pasar dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelajaran dari Apple

Jadilah berbeda (secara positif) dari kompetitor. Dengan tagline THINK DIFFERENT Apple menempatkan diri sebagai perusahaan dengan labe anti kemapanan yang memproduksi produk premium yang berkelas. Read more…

Categories: Enterpreneur Tags: ,

Steve Jobs, visionaris Apple komputer

August 25, 2008 wagenugraha 4 comments

Bicara mengenai Appple Computer, perusahaan teknologi yang terkenal dengan produk-produk inovatifnya, kita tidak bisa melepaskan Apple dari Steve Jobs. Steve Jobs adalah seorang pendiri Apple Computer di akhir tahun 70-an, bersama rekannya Steve Wozniak. Sayang Steve Wozniak sudah keluar dari Apple (kelihatannya kisah pertemanan kedua orang pendiri Apple ini seru juga dijadikan postingan blog). Steve Jobs lebih terkenal karena kemampuan visionarisnya sebagai pemimpin Apple ketimbang kemampuan teknisnya. Dari ide dan visinya Apple yang di era 90-an nyaris terpuruk, bangkit menjadi pelopor produk komputer yang inovatif. Komputer i-mac, pemutar musik mp3 i-pod, phone cell i-phone dan yang paling terakhir adalah MacBook Air note book super tipis yang elegan. Meminjam istilah pak Budi Rahardjo, Steve mendesain produk dengan taste. Kebetulan membaca tulisan Pak Budi Rahardjo tentang Apple dan Steve Jobs jadi ingin mempublish di blog….mohon ijinnya Pak Budi :) .

Berikut tulisan Pak “BR” mengenai Steve Jobs.

Mengenal Steve Jobs
Oleh: Budi Rahardjo

Apple menjadi perusahaan idaman lagi. Steve Jobs, pendiri dan pemimpin Apple saat ini, menjadi sorotan kembali. Siapa dia? Mengapa dia? Di sebuah milis didiskusikan, “mengapa harus Steve Jobs?” Tulisan ini ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai siapa Steve Jobs itu. (Tadinya saya ingin membuat buku yang khusus mengenai Steve Jobs. Saya tahu sudah banyak buku mengenai dia, tapi belum ada yang ditulis dalam Bahasa Indonesia dan melihat dia dari sudut pandang yang lain.) Tentu saja tulisan ini menggunakan kacamata saya, sebagai salah seorang pengagum Steve Jobs. Read more…

Categories: Enterpreneur