Archive

Archive for the ‘Experience’ Category

OOo4Kids aplikasi Open Office untuk Anak

November 3, 2009 wagenugraha Leave a comment

Kemarin sempat mencoba mengunduh dan menggunakan aplikasi pengolah kata OOo4Kids (Open Office .org for kids). Sebuah aplikasi pengolah kata, spread sheet, presentasi dan gambar yang lebih ditujukan untuk anak-anak usia 7-12 tahun.

openoffice1

Sekilas mirip sekali dengan Open Office biasa cuma tampilan menunya lebih sederhana. Silakan dapat di unduh caplikasinya di sini.

Cara mudah update blog wordpress setiap saat

October 23, 2009 wagenugraha 6 comments

Dengan berkembangnya teknologi komunikasi dengan perangkat bergerak maka cara untuk mengupdate blog pun menjadi bervariasi. Tidak haruis melalui Desktop PC ataupun Notebook dan Netbook. Bahkan dengan hand phone apalagi “smartphone” ada beberapa cara mudah untuk selalu update blog.

Bayangkan jika kita seorang jurnalis media digital atau blogger profesional, maka tuntutan untuk dapat mengupdate blog atau web dengan informasi yang fresh adalah tuntutan. Dengan piranti bergerak (smart phone) kita dapat mudah mengakses dan mengupdate blog. Termasuk blog worrdpress.

Cara pertama (yang saya tahu) adalah melalui email. Kita dapat mensetting blog wordpress kita agar aktif alamat email yang dapat kita kiimkan postingan-postingan. Email tersebut memiliki account .wordprress.com serta spesifik untuk setiap blog. Selanjutnya dengan had phone kita bisa mengupdate postingan blog, dengan mengirimkan tulisan ke email spesifik wordpress kita. Cukup mudah bukan ?.

Cara kedua dengan mengupdate blog melalui mini browser yang dapat diinstall dalam hand phne kita. Bagi saya pribadi brrowser opera mini atau bolt, cukup nyaman untuk dapat mengakses dan mengupdate blog.

Cara ketiga, sayangnya hanya bisa digunakan oleh para pemakai hand set Blackberry-RIM, dengan memasang aplikasi wordpress mobile untuk blackberry. Dengan aplikasi itu kita bisa mengatur blog hampir semudah menggunakan komputer, termasuk update dan edit postingan blog. Silakan dapat mengunjungi www.wordpress.com/download.

Categories: Experience

Pertarungan seru di pasar “Smart Phone”

October 19, 2009 wagenugraha 2 comments

Sebagai pengamat dan penyuka gadget amatir seru juga mengamati perkembangan dan pertarungan seru di pasaran phone cell terutama pasar smart phone. Berbagai vendor ramai-ramai terjun kedalam pasar yang di nilai berrgengsi dan menjanjikan ini. Harga yang di tawarkan pun mulai beragam mulai dari harga yang cukup ekonomis, sampai harga yang fantastis.

Kecenderungan para pengguna internet yang lebih banyak mengakses internet via perangkat mobile plus maraknya situs jejaring sosial dan teknologi web 2.0 turut mendongkrak daya tarik penggunaan “smart phone”.

Istilah smart phone biasanya ditujukan untuk hand set yang memiliki sistem operasi mobile, entah itu Palm, Windows Mobile, Symbian, Apple, RIM ataupun pendatang baru Android. Dengan adanya sistem operasi yang terpasang dalam handset tersebut menjadikan handset tsb memiliki kemampuan yang lebih menyerupai “komputer mobile”. Dapat melakukan fungsi lebih dari sekedar alat komunikasi. Umumnya smart phone memiliki kemampuan untuk akses data yang dapat diandalkan, seperti e-mail, browsing. Sebagai edit dan document viewer pun biasanya sudah dapat dilakukan smart phone, sehingga bisa mendukung aktifitas para pekerja karena bisa menggunakan peralatan phonecell nya untuk bekerja. Nilai tambahan lainnya smart phone dapat dipasang beragam aplikasi yang diperlukan para pengguna, sesuai dengan template sistem operasinya.

Nokia, Sony Ericsson telah lama dikenal sebagai vendor smartphone yang cukup dikenal, umumnya menggunakan sistem operasi Symbian. Naiknya pamor smart phone Blackberry prduksi Research in Motion (RiIM) serta masuknya iPhone buatan Apple, ternyata mampu merubah peta pasaran smartphone.

Walaupun mungkin dari segi kuantitas smartphone dengan OS Symbian masih memiliki kuantitas penyerapan pasar yang lebih besar, kehadiran Apple iPhone dan RIM Blackberry mampu mendefinisikan ulang fungsi dan kemampuan Smartphone. iPhone dengan teknologi layar sentuh “kontemporer” mampu memberikan rasa baru menggunakan sebuah smartphone. Tampilan grafis dan layar yang memukau didukung beragam aplikasi menarik menjadi daya tarilk menggunakan iPhone. Dan jangan lupa citra “keren” yang dimiliki setiap produk besutan Apple juga menular ke iPhone ini. Sehingga secara target konsumen iPhone kelihatannya tidak ditujukan untuk mass consumen tapi lebih menyasar segmen menengah ke atas dengan harga yang ditawarkan relatif lebih mahal.

Blackberry…siapa yang tidak kenal merek gadget yang fenomenal ini di Indonesia. Seiring dengan menjamurnya situs-situs jejaring sosial citra merek Blackberry pun terdongkrak. Awalnya lebih dikenal dengan perangakat komunikasi dan data bagi kalangan korporat, dengan fitur push email dan Blackberry service, smartphone ini mulai menyasar kalangan konsumen. Desain yang lebih modis, promosi tidak langsung dari para pesohor yang menggunakan Blackberry seperti Barack Obama turut mengungkit citra Blackberry sebagai suatu icon gaya hidup tidak hanya sebatas perangkat komunikasi dan bekerja. Hasilnya beberapa tahun ini Blackberry di Indonesia laku keras bak kacang goreng.

Google pun ternyata tertarik untuk bermain di pasar Smartphone. Google Android OS adalah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis open source. Kemampuan Google Android ini masih perlu pembuktian karena usia yang masih “hijau”. Tapi ternyata walaupun new comer para vendor smartphone sudah cukup banyak yang mengadopsi Google Android sebagai basis OS smartphone mereka. HTC, LG, Samsung, Motorola adalah vendor yang sudah melepas smartphone berbasis Google Android.

Sampai mana perkembangan teknologi di pasar smartphone? Kita amati saja yang jelas dengan ketatnya kompetisi para konsumen dapat diuntungkan. Harga smartphone kemungkinan akan menurun dengan kemampuan yang lebih mumpuni.

Kita lihat saja perkembangan-perkembangan berikutnya dari teknologi mobile.

(Tulisan ini diposting dengan menggunakan smartphone “jadul” ^_^ )

Categories: Experience

“Passionate”

October 19, 2009 wagenugraha 1 comment

Diawal pendirian Google tahun 1998-1999 duo pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page tidak pernah memimpikan akan membangun perusahaan teknologi miliaran dollar. Mereka berdua hanya bekerja keras untuk membuat “search-engine” yang lebih baik, dan mereka merasa senang dan antusias dalam membangun Google dari garasi rumah. Semangat dan rasa antusias duo pendiri ini seakan menjadi “DNA” perusahaan sampai sekarang. Dengan moto Don’t be Evil mereka dan Google bertekad bekerja dengan penuh passion untuk menghasilkan teknologi2 yang memudahkan para pengguna. Uniknya teknologi produk Google umumnya gratis. Mereka berpikir jika produk mereka bagus dan disukai orang-orang, maka keuntungan akan datang mengikuti. Dan selama ini Google telah bertransformasi tidak hanya sebagai raksasa mesin pencari tapi juga menjadi perusahaan internet yang unggul. Gmail, Google News, Google Earth, Google Map, Picassa adalah salah satu produk Google yang berhasil.

Room to Read, sebuah organisasi nirlaba yang membangun perpustakaan, sekolah serta menyediakan beasiswa bagi siswa-siswi negara miskin, dibangun oleh John Wood, mantan eksekutif Microsoft Corporation (baca memoar: Leaving Microsoft to Change The World). John Wood memutuskan banting setir, hengkang dari Micrsoft saat karir di Microsoftnya sedang bersinar, beralih menjadi CEO proyek nirlaba yang jauh dari gelimang harta dan popularitas. Dalam memoarnya Wood menuliskan “orientasi hidup saya telah berubah, pekerjaan di Microsoft tidak membuat saya menjadi bersemangat, proyek kecil mengirimkan buku-buku ke Nepal jauh lebih membuat saya merasa antusias”.

Ada sebuah kisah tentang dua orang tukang batu yang sedang membuat mesjid; saat ditanya tentang apa pekerjaannya, tukang batu pertama mengatakan : “Saya sedang memecahkan batu dan menyusunnya agar jadi bangunan”. Sedangkan tukang batu yang kedua menjawab: “Saya sedang bekerja ikut membangun sebuah mesjid, yang nantinya akan menjadi tempat beribadah masyarakat negeri ini”.Dari tiga cerita diatas mungkin pesan moral yang dapat diambil adalah “passionate”, semangat dan rasa antusias merupakan, salah satu modal untuk dapat menghasilkan pekerjaan “besar” yang menghasilkan manfaat bagi banyak orang. Semangat dan antusias dalam beraktifitas dalam semua bidang akan mengeluarkan potensi terbaik masing-masing orang. Walaupun mungkin perlu energi dan proses untuk membangun, membangkitkan serta menjaga “passionate” agar tetap membara.

Selamat beraktifitas dengan penuh semangat dan antusias. Beraktifitas dan bekerja untuk memberikan kebaikan dan kemaslahatan bagi semua, tidak hanya sebatas pencapaian materi.

Categories: Experience

Great teacher “Mr.B”, catatan mengenai seorang guru teladan

Sepanjang perjalanan kita menempuh jalur pendidikan pasti kita pernah menjumpai guru-guru hebat yang layak menjadi teladan dan memberikan inspirasi. Terinspirasi oleh film lawas Dangerous Mind serta dorama Gokusen jadi terusik ingin menuliskan seorang profil guru yang (menurut saya) sangat layak menjadi teladan dan cukup jarang ditemui dalam lingkungan akademis.

Seorang dosen disebuah perguruan tinggi teknologi terkemuka tanah air, memiliki keahlian dalam bidang korosi, material keramik dan karbon. Selain kemampuan akademis yang mumpuni ternyata sang dosen ini pun memiliki hobi dalam bidang elektronik, seni rupa serta mampu menggunakan beberapa alat musik seperti flute, biola dan gitar. Wah mantapp, seimbang sekali antara otak kiri dan otak kanan. Itu adalah sisi kelebihan beliau dengan kapasitas seorang akademisi dan peneliti. Kami (mahasiswa-mahasiwa bimbingannya) terkadang menyebut beliau dengan sebutan “mr.B”. Tapi satu hal yan membuat saya dan teman-teman lainnya terkesan adalah attitude beliau. Tidak hanya transfer ilmu dan pengetahuan yang beliau lakukan tapi ada hal-hal yang lebih dari itu. Transfer idealisme, semangat serta nilai-nilai religius. Sesuatu hal yang masih agak jarang dilakukan dalam lingkungan perguruan tinggi pada umumnya. Sesuatu yang agak mirip dengan yang dilakukan tokoh Yankumi dalam dorama Gokusen walaupun cara beliau lebih “halus”.

Satu hal yang juga tidak kalah pentingnya contoh keteladanan serta dedikasi terhadap tugas yang beliau contohkan. Sangat-sangat jarang sekali beliau membatalkan perkuliahan atau agenda tatap muka penelitian, tanpa sebab yang jelas atau tanpa pemberitahuan sebelumnya, walaupun mengajar jam 18:00 (ada pergeseran jadwal kuliah dan agenda presentasi). Atau sering beliau saat kuliah pagi membawa sendiri Slide Projector (saat itu LCD projector masih barang langka) dari jurusan ketempat kuliah lantai 3, padahal berat lho dan beliau tidak pernah meminta kepada mahasiwa untuk membawakannya. Akhirnya kami peserta kuliah suka berlomba-lomba dating lebih pagi agar kami bisa membawa Slide Projector tsb. “Bagi saya mengajar itu adalah ibadah” kata beliau, kata-kata itu masih terekam kuat dalam benak ingatan saya saat sehabis diskusi topik penelitian. Hal lainnya yang sering beliau ingatkan adalah sebagai seorang lulusan akademis kami harus memberikan kontribusi positif bagi umat apapun itu.

Maka tak heran kelas-kelas kuliah yang diajar oleh beliau, terutama kuliah pilihan banyak diminati para mahasiswa. Walaupun terkenal beliau suka membuat soal yang susah, unik, ujian Open-Book tapi tidak menyurutkan para peserta kuliah. Bagi saya sendiri seakan ada keasyikan tersendiri dalam mengikuti kuliah beliau, metode pengajaran yang unik, contoh serta ilustrasi yang membumi. Bahkan terkadang beliau suka membawa barang-barang atau suatu prototype yang menggambarkan konsep kelilmuan yang sedang kami pelajari. Pernah beliau membawa mainan kapal-kapalan dari kaleng dengan bahan bakar minyak kelapa. Yang biasanya suka dijual dipinggir jalan (sekarang kayaknya sudah musnah jenis mainan seperti ini). Kapal tersebut digunakan untuk ilustrasi konsep-konsep proses termodinamika yang beliau ajarkan. Dan hal lain yang paling kami ingat saat akses terhadap informasi yang masih kurang, harga buku yang masih mahal bagi ukran kantong mahasiswa yang pas-pasan beliau sering meminjamkan buku-buku ataupun sengaja menyebarkan artikel-artikel ilmiah kepada mahasiswanya .

Kerendahan hati, dedikasi serta keteladanan beliau selama mengajar dan kesabaran menghadapi aneka ragam mahasiswanya membuat kami semua, yang pernah diajar oleh beliau menyimpan rasa hormat yang mendalam bahkan setelah kami lulus. Tahun 2001-2004 Saya dan beberapa orang teman masih suka menyempatkan silaturahim ke rumah beliau. Dan ternyata kesederhanaan dan kearifan dalam mengajar beliau bawa juga kedalam ruang lingkup keluarga beliau. Mungkin profil mr.B ini merupakan contoh dari sekian banyak guru-guru teladan yang ada dinegara ini. Yang mendarma baktikan hidupnya untuk mendidik tidak hanya sebatas mengajar. Walaupun terkadang dinegara ini masih kurang apresiasi yang diberikan kepada guru, cukup julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

………………………………………………………………………………………………….. Kepada Bpk B Terimakasih banyak atas segala yang bapak lakukan kepada kami semoga segala kebaikan bapak mendapatkan balasan oleh Allah SWT sebagai amal shalih yang terbaik

Danke Mr.B, Sie sind die besten

Categories: Experience Tags:

Kiat-kiat agar presentasi efektif dan lebih menarik

Pernahkah anda menghadiri suatu presentasi materi tertentu, pelatihan atau pengenalan produk ?. Dan ternyata setelah beberapa lama mendengar anda langsung merasa bosan bahkan ngantuk. Mungkin sebagian besar diantara kita pernah mengalami kejadian seperti ini.

Padahal melakukan suatu presentasi merupakan suatu keterampilan yang penting terutama dalam lingkungan dunia kerja. Sudah merupakan hal yang lumrah untuk memberikan pelatihan, workshop, sosialisasi kebijakan, promosi produk dilakukan dalam suatu bentuk presentasi. Presentasi yang dilakukan secara efektif, tepat sasaran serta menarik untuk disimak audiens tentu akan memberikan kontribusi positif terhadap target presentasi yang akan dicapai dan tentunya akan memberikan nilai positif bagi anda yang sedang meniti karir profesional.

Berikut adalah tip-tip yang dapat membuat presentasi yang dilakukan menjadi lebih efektif :

1.Buatlah draft alur “cerita” yang akan disampaikan, sebelum dibuat dalam bentuk slide presentasi

Untuk memuluskan acara presentasi disarankan membuat alur cerita yang akan kita sampaikan, sesuaikan dengan target presentasi yang akan dicapai, mulai dari awal, tengah serta penutup. Gambaran alur ini membantu kita untuk memperkirakan waktu yang kita butuhkan serta penekanan-penekanan yang akan kita berikan pada beberapa materi. Pastikan alur cerita yang akan kita sajikan dalam presentasi cukup komunikatif.

2.Satu topik dalam satu waktu slide presentasi

Audiens akan membaca secara sekilas setiap slide presentasi yang muncul. Sehingga lebih baik slide presentasi yang muncul berisi poin-poin yang saat itu juga sedang diulas oleh pembicara. Jika dalam slide muncul topik yang berbeda dengan yang sedang dibahas pembicara maka akan muncul gap antara apa yang sedang dicerna audiens dengan apa yang sedang dibahas pembicara. Idenya adalah pembicara/presenter bertugas untuk mengatur aliran informasi yang diterima sehingga audiens dan pembicara berada dalam “frekuensi” yang sama.

3.Tidak ada paragraf
Salah satu hal yang membuat presentasi membosankan adalah isi slide-slide presentasi memuat dokumen atau teks yang secara persis akan dikatakan oleh pembicara tentunya dengan jumlah yang banyak, terdiri atas beberapa paragraf. Jika hal ini terjadi siap-siaplah para audiens akan cepat merasa bosan dan kehilangan selera untuk menyimak secara serius. Slide-slide presentasi yang anda tampilakan sebetulnya adalah sebuah “ilustrasi” mengenai topik presentasi, bukan secara utuh adalah materi presentasi itu sendiri. Slide presentasi yang ditampilkan lebih baik hanya memuat poin-poin yang ringkas, padat tentang ide yang akan disampaikan. Adapun jika memang anda memerlukan notes untuk hal yang akan disampaikan secara lisan, buatlah secara terpisah, jangan ditampilkan dalam layar presentasi, atau jika dapat gunakan daya ingat anda. Disinilah letak alur “cerita” yang disebutkan di poin nomor 1, untuk dapat berimprovisasi mengenai apa yang akan diungkapkan secara lisan dihadapan audien. Satu hal lainnya yang tidak kalah penting adalah jika memang anda “terpaksa” menyebutkan apa yang ada pada layar presentasi jangan sekali-kali membaca sambil memunggungi audien. Read more…

Categories: Experience

Tentang menulis dan konsistensi

Wuih sudah lama sekali tidak mengupdate blog, ide-ide sebetulnya cukup banyak tapi saat mau dibuat ke dalam bentuk tulisan kenapa susah ya. Entah males atau memang lagi padat banyak kesibukan lain. Jadi ingat waktu mengikuti workshop Penulisan Kreatif, salah seorang pembicara berpendapat bahwa menulis itu tidak mudah tapi menulis itu taktis. Artinya diperlukan usaha yang kuat dan terus menerus agar bisa menulis dengan baik. Saya pribadi lebih setuju dengan pendapat menulis itu taktis (klo gak salah beliau menulis juga bukunya).

Ternyata melakukan hal-hal yang positif secara konsisten, terus menerus bukan perkara yang mudah. Maka pantas dalam hadist disebutkan Allah menyukai amalan hambanya yang rutin walaupun relatif sedikit. Konsistensi sebuah aktifitas merupakan wujud dari sebuah tekad yang kuat.

Saya sering membaca kisah-kisah para penulis sukses, bahwa kekuatan mereka yang paling kuat adalah konsistensi dalam menulis. John Grisham, pengacara yang beralih menjadi novelis cerita-cerita hukum melakukan aktifitas menulisnya dipagi hari sebelum memulai pekerjaan rutinnya (wakti itu dia masih bekerja di firma hukum). Buah kerja kerasnya ternyata membuahkan hasil, novel-novelnya banyak yangbest seller bahkan banyak yang diangkat ke layar lebar, sebut saja diantaranya, The Firm, Pelican Brief, Runaway Juri, Time to Kill. Dan Brown penulis Novel kondang dan JK.Rowling ternyata melakukan pekerjaan menulis yang spartan. Brown biasa menulis di dini hari sedangkan JK. Rowling (waktu itu belum terkenal) menulis novel Harry Potternya di restoran yang menyediakan penghangat ruangan (karena di apartemennya pemanas ruangannya sering tersendat).

Dan satu lagi dari Indonesia, Andrea Hirata penulis fenomenal tetralogi Laskar Pelangi menulis novel pertamanya hanya dalam beberapa minggu, menulis setiap malam disela-sela kesibukannya sebagai karyawan PT. Telkom.

 

Luar biasa semangat menulis dari para penulis besar tersebut. Heu2 ternyata jadi untuk jadi penulis yang handal terus menulis..menulis dan menulis. Terimakasih banyak pak Bambang Trim dan Bang Andrea Hirata, sharing semangat dan idealismenya.

Categories: Experience

Memasang Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex, Pengalaman Newbie Linux’er

January 31, 2009 wagenugraha 2 comments

Dua hari kemarin saya mendapatkan CD Ubuntu 8.10 desktop edition (Gnome Desktop). Setelah sebelumnya daftar di shipit.ubuntu.com dalam jangka waktu sekitar 2 minggu datanglah CD Linux nya. Betul-betul nyaris gratis kecuali hanya bayar ongkos kirim ke bapak pos Rp.7000-. Paket Ubuntu yang dikirimkan terdiri atas satu buah CD desktop edition dengan stiker “Ubuntu Linux For Human Being”. Salut untuk pihak Ubuntu yang memiliki sistem distribusi dan pemaketan yang professional untuk sebuah OS yang cuma-cuma (Open Source).

Sebelumnya dalam notebook saya telah terpasang Ubuntu Ultimate Edition (kelihatannya turunan dari Ubuntu 7.04 Fetsy Fawn) tapi masih belum puas, tampilan resolusinya tidak bisa tinggi, mungkin perlu driver tambahan.

Dalam paketnya terdapat informasi Ubuntu 8.10 ini dapat diinstall dengan spek hardware minimum RAM 256 MB dan volume disk 4 GB, cukup irit  :) .Untuk melakukan instalasi Ubuntu 8.10 ditandemkan dengan Windows, dapat dilakukan secara “Install inside windows” atau booting CD Ubuntu. Instalasi yang saya lakukan dengan cara booting dari CD, melakukan partisi untuk Linux dalam hard disk. Instalasi cukup mudah kurang lebih terdiri atas 7 langkah. Spesifikasi notebook yang saya gunakan adalah RAM 1GB, Hard Disk 80 GB dengan prosesor AMD Sempron Mobile, VGA ATI Radeon Xpress. Hard ware langsung terdeteksi dengan baik oleh Ubuntu 8.10. Wireless card, VGA Card (sebelumnya saya sempat bermasalah saat menginstall Ubuntu 8.04).

Dan la voilla Ubuntu 8.10 aka Intrepid Ibex berhasil saya install.

screenshot

Dalam OS-nya Ubuntu telah memasukkan paket aplikasi office, multimedia, Internet, game dan grafik. Untuk keperluan office Ubuntu telah menyertakan Open Office 2.4 yang kompatible dengan Microsoft Office (jika anda bekerja dengan menggunakan Microsoft Office dapat dibuka di Open Office baik itu Word, Excell, Power Points begitu pula sebaliknya). Untuk aplikasi pembuka file .pdf tersedia E viewer (tapi jika kurang puas dapat juga menginstall Adobe Reader for Linux, gratis :) ). Pidgin disediakan Ubuntu sebagai aplikasi chatting yang simple tapi powerful. Browser Modzilla Fire Fox terpasang sebagai browser bawaan (kita dapat memasang jenis yang lain, ada Epiphany, Opera atau Lynx). Untuk keperluan pengeditan gambar terdapat aplikasi GIMP (katanya bagus walaupun saya belum coba gunakan ….). Cuma untuk pemutar mp3 dan multimedia lainnya harus memasang codec yang khusus agar aplikasi yang ada dapat berjalan (dalam paket Ubuntu sudah tersedia Amarok dan Rythim Music Player). Codec tersebut dapat kita install secara terpisah melalui internet.

Secara umum aplikasi-aplikasi yang telah terpasang dalam paket Ubuntu ini cukup untuk kegiatan sehari-hari. Tapi jika dirasa belum lengkap banyak aplikasi-aplikasi Ubuntu yang dapat diunduh secara gratis. Untuk mengunduh aplikasi-aplikasi untuk Ubuntu pastikan komputer anda yang telah terpasang ubuntu memiliki akses internet. Selanjutnya ada beberapa cara untuk menginstall aplikasi bisa melalui fasilitas “Add Remove Program”, “Synaptic Package Manager”(System-Administrator) atau dapat juga melalui terminal dengan command line.

Aplikasi-aplikasi Ubuntu yang tersedia tidak kalah mantap dibandingkan aplikasi untuk platform Windows. Saya sendiri sangat tertarik dengan paket-paket aplikasi game dan edukasi yang menarik untuk  bisa dijadikan media belajar.Terdapat aplikasi Kalzium untuk tabel periodik yang cukup lengkap. Tak lupa ada aplikasi Celestial untuk memvisualisasikan tatanan tata surya….sangat menarik.


Tertarik coba ? Silakan registrasi saja di https://shipit.ubuntu.com untuk mendapatkan CD Ubuntu. Bagi saya OS ini sangat layak untuk dicoba. Jika ada kendala silakan Googling atau masuk kedalam forum Ubuntu. Selain itu di situs Ubuntu tersedia informasi dan tutorial yang cukup lengkap.

Dengan maraknya pengembangan program-program Open Source sebetulnya para pengguna diberikan alternatif untuk menggunakan program-program yang berguna dengan harga murah bahkan gratis. Sehingga terbebas dari isu-isu masalah pelanggaran hak cipta. Dalam dunia komputer tidak selamanya yang murah dan gratis berkualitas jelek. Dan pengembangan Linux pun merupakan bagian dari “gerakan pengembangan global” Open Source.

Selamat mencoba & Welcome to The Open Source World :)

Categories: Experience Tags: ,

Mudik dan Lebaran

October 1, 2008 wagenugraha 3 comments

Kartun merupakan media yang unik untuk menyampaikan pesan. Pas lagi nunggu acara silaturhmi nemu web kartun ini, kartun united..lucu-lucu kartunnya. Salah satunya yang ini mudik santai …he2 :D

 

 

 

 

(sumber:http://kartununited.blogspot.com)

Categories: Experience Tags: ,

From single guy to a family man

July 19, 2008 wagenugraha 2 comments

akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh
ku berharap engkau lah
jawaban sgala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

…………….
Naff : Akhirnya Ku Menemukanmu

Dua minggu kebelakang sakit agak “berat” jadi harus mengistirahatkan diri dirumah ..jadinya hari senin gak masuk kerja (tetep he2 ) dan harus berpisah sementara dengan aktifitas “ngeblog”. Saat baringan dirumah, bed rest jadi kilas balik 4 tahun kebelakang saat masih single. Biasanya kalau sakit begini biasanya merawat diri sendiri, menyiapkan obat sendiri, menyiapkan makanan sendiri pokoknya segalanya dilakukan sendiri…sekarang ? Alhamdulillah ada seorang sahabat sejati yang setia menemani terutama di saat-saat duka (je t’aime Ma Cherie). Ditambah lagi ada kehadiran si kecil Syamil…”qurotta ayyun” penyejuk pandangan mata yang turut menyemarakkan isi rumah.

He2 pernah suatu malam si kecil saat saya sakit, ikut membantu mengompress demam saya dengan handuk kecil, tapi sang perawat kecil ”lupa” memeras handuknya, jadinya byuurrr…..muka dan baju saya basah kuyup, Jazakallah Syamil :) .

Subhanallah..di saat-saat seperti itu kenikmatan ber keluarga sangat terasa, bisa berbagi, saling menguatkan, saling menyayangi…No body wants to be lonely isn’t ?. Walaupun dalam perjalanan berkeluarga tidak hanya suka yang ada tapi juga pasti akan banyak ujian dan tantangan, suatu paket lengkap untuk mendewasakan masing-masing pasangan.

Read more…

Categories: Experience, Keluarga