Fractal

Anak, orang tua dan amanah pembinaan

Posted in Keluarga by wagenugraha on July 22, 2009

01-09-09_0813Memiliki anak yang sehat, shalih merupakan dambaan setiap orang tua. Kehadiran anak dirasakan sebagai pelengkap sebuah keluarga. Akan tetapi sebagai seorang mukmin, kehadiran anak dalam sebuah keluarga tidak lepas dari kehendak Allah SWT. Dan yang pastinya keberadaan anak sebagai sebuah titipan mengandung makna amanah yang besar. Keberadaan anak tidak hanya semata hasil dari proses biologi semata tapi lebih dari itu, ada tugas yang sudah include dalam amanah anak ini.

Salah satunya adalah amanah pembinaan yang paripurna. Pembinaan yang benar sehingga anak yang di titipkan kepada kita tumbuh menjadi generasi terbaik pembela umat. Generasi yang memiliki akhlak mulia dengan karakter yang kuat.

Sehingga sudah seharusnya para orang tua memiliki kesadaran dan kesanggupan dalam mengemban amanah ini. Untuk mampu membina guna membentuk generasi yang kuat melalui pembinaan dalam keluarga.

Semoga predikat orang tua; ayah, ibu tidak semata-mata di”sematkan” karena sudah memiliki anak. Tapi harus lebih dari itu. Saat menjadi orang tua kita harus memiliki kemampuan menjadi orang tua. Kemampuan yang dibangun melalui kesadaran, pengalaman dan pembelajaran yang terus menerus.

Dalam Al Qur’an surat An-Nisa:9 : “Dan hendaklah takut kepada ALLAH orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatirkan keadaannya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada ALLAH dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. Generasi yang kuat akan muncul jika dibesarkan di atas pijakan ketaqwaan kepada ALLAH serta berkata perkataan yang benar. Dengan dua “guide line” ini insya Allah akan terbentuk anak-anak dengan karakter yang kuat yang mampu berperan sebagai generasi shalih pewaris semangat para Nabi dan golongan orang-orang yang shalih.

Semoga kita semua yang sudah diamanahi tanggung jawab ini dimampukan oleh ALLAH untuk membina membentuk generasi yang kuat. Generasi yang mampu mengusung risalah kebenaran mengukir prestasi dan amal shalih dalam berbagai peran dalam masyarakat. Amin.

Wallahu’alam Bishawab

Mencontoh Rasulullah SAW menjadi suami teladan

Posted in Keluarga by wagenugraha on October 29, 2008

Dari Abu Hurairah r.a., berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya (Imam At-Tirmidzi)

Kata-kata diatas merupakan sabda Rasulullah SAW yang menunjukkan bagaimana akhlak seorang mukmin kepada istrinya merupakan salah satu parameter cerminan kualitas akhlak seorang mukmin. Sabda beliau diiringi dengan implementasi nyata di lapangan oleh Rasulullah SAW. Siroh telah mencatat bagaimana Rasulullah SAW begitu mulia dan hormat dalam memperlakukan istri-istri beliau.

 

Sikap lembut Rasulullah SAW dan Umar Bin Khattab

Tidak pernah sekalipun ada kekerasan ataupun pemaksaan kehendak dari Rasulullah SAW dalam kehidupan berumah tangga. Walaupun seorang Rasul dan Pemimpin Besar Umat Islam, beliau tidak sungkan untuk membantu pekerjaan rumah tangga yang biasanya dikerjakan seorang istri. Beliau adalah orang yang sangat lembut tidak pernah sekalipun marah akibat hal-hal yang sepele. Saat beliau bertanya kepada istrinya apakah ada makanan yang dapat dimakan, dan ternyata mendapatkan jawaban “tidak ada” beliau memilih untuk shaum sunnah. Saat muncul konflik diantara istri-istrinya beliau menyelesaikan dengan cara yang bijaksana dan penuh kasih sayang.

Sahabat Rasulullah SAW ; Umar Bin Khattab r.a (Khalifah kedua setelah Abu Bakar r.a) bersikap lemah lembut serta penuh kesabaran kepada istrinya. Sehingga dalam suatu riwayat: saat seorang umat yang akan mengadukan istrinya yang cerewet kepada Khalifah Umar Bin Khattab dan menjumpai Khalifah pun menghadapi masalah yang sama dengan istrinya. Tapi Khalifah Umar Bin Khattab berlaku sabar penuh kelembutan. Umat pun menjadi malu. Padahal siapa yang tidak kenal Umar Bin Khattab yang penuh ketegasan, disegani kawan dan lawan dan bergelar “Al-Faruq”. Kepada sahabat yang mengadu Umar Bin Khattab berpesan : muliakanlah istrimu karena istrimulah yang menjaga dirimu dari syahwat yang tidak halal, istrimulah yang mendidik anak-anak yang dititipkan Allah SWT, istrimulah yang bersusah payah mengelola rumah tangga saat ditinggal oleh suami yang mencari nafkah atau berjihad. Sudah sepantasnya kita, sebagai suami memuliakan dan mendidik dengan cara yang hikmah dan penuh kasih sayang.

Islam sebagai Dien (sistem) yang membawa kebaikan bagi sekalian alam sangat menjunjung tinggi peran istri sebagai tiang negara. Sehingga pantas dimuliakan oleh suaminya.

Lembut, sabar dan memimpin dengan penuh hikmah

Bagi kita sebagai seorang mukmin apalagi yang telah diamanahi mengelola sebuah keluarga, contoh Rasulullah SAW tersebut merupakan sebuah contoh pola pengelolaan keluarga yang sempurna. Terutama sebagai seorang suami, memuliakan istri dan mendidik istri dengan cara yang hikmah adalah suatu bentuk kewajiban dan implementasi akhlakul karimah. Dalam Islam lemah lembut dalam berinteraksi dengan istri tentunya tanpa menghilangkan essensi dari pendidikan dan pembinaan. Seorang suami merupakan pemimpin sebuah keluarga salah satu kewajiban utamanya adalah memimpin dan menjaga keimanan elemen-elemen keluarga termasuk istri. Sehingga lemah lembut dan memuliakan disini tetap dalam koridor pembinaan dan pendidikan keluarga, untuk bersama mencapai ketakwaan yang paripurna kepada Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap
apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS.At-Tahrim: 6)

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan Bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”(QS.Thaha: 132)

Lantas bagaimanakah kita ? Apakah kita sudah mencontoh untuk selalu berbuat baik kepada istri, memuliakan dan mendidik dengan penuh hikmah dan kelembutan. Mencintainya tak lekang oleh usia …”till death do us a part”.

Mari kita melakukan yang terbaik dalam mengemban amanah keluarga.

Wallahua’alam Bishawab.

Tagged with:

From single guy to a family man

Posted in Experience, Keluarga by wagenugraha on July 19, 2008

akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh
ku berharap engkau lah
jawaban sgala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

…………….
Naff : Akhirnya Ku Menemukanmu

Dua minggu kebelakang sakit agak “berat” jadi harus mengistirahatkan diri dirumah ..jadinya hari senin gak masuk kerja (tetep he2 ) dan harus berpisah sementara dengan aktifitas “ngeblog”. Saat baringan dirumah, bed rest jadi kilas balik 4 tahun kebelakang saat masih single. Biasanya kalau sakit begini biasanya merawat diri sendiri, menyiapkan obat sendiri, menyiapkan makanan sendiri pokoknya segalanya dilakukan sendiri…sekarang ? Alhamdulillah ada seorang sahabat sejati yang setia menemani terutama di saat-saat duka (je t’aime Ma Cherie). Ditambah lagi ada kehadiran si kecil Syamil…”qurotta ayyun” penyejuk pandangan mata yang turut menyemarakkan isi rumah.

He2 pernah suatu malam si kecil saat saya sakit, ikut membantu mengompress demam saya dengan handuk kecil, tapi sang perawat kecil ”lupa” memeras handuknya, jadinya byuurrr…..muka dan baju saya basah kuyup, Jazakallah Syamil :) .

Subhanallah..di saat-saat seperti itu kenikmatan ber keluarga sangat terasa, bisa berbagi, saling menguatkan, saling menyayangi…No body wants to be lonely isn’t ?. Walaupun dalam perjalanan berkeluarga tidak hanya suka yang ada tapi juga pasti akan banyak ujian dan tantangan, suatu paket lengkap untuk mendewasakan masing-masing pasangan.

(more…)

Material Komposit, Efek Sinergi dan Pernikahan

Posted in Ideas, Keluarga, Resensi buku by wagenugraha on May 30, 2008

Jika anda suka bermain bulu tangkis, anda dapat merasakan bahan raket bulu tangkis yang ringan tapi kuat dan kokoh saat diayunkan. Sebagian besar raket terutama yang berkualitas baik dibuat dari bahan komposit karbon diperkuat serat karbon. Bahkan sepeda pun banyak yang sudah

menggunakan material komposit untuk bahan konstruksinya, hasilnya sepeda yang ringan untuk ditenteng tapi tangguh untuk dikendarai dijalanan. Note Book VAIO Sony seri tertentu sudah mengadopsi penggunaan komposit karbon untuk bahan casingnya. Pesawat terbang ataupun Perahu menggunakan komposit serat gelas dan komposit serat karbon untuk badannya, sehingga memiliki konstruksi bada yang kokoh tapi ringan.

 

Sebetulnya apa material komposit itu ….?

(more…)

Syamil Arrayan Fikri

Posted in Keluarga by wagenugraha on March 10, 2008

syam1.jpgAdalah nama putraku, begitu banyak tingkahnya yang membuat aku dan istriku takjub dan terkadang menguji kesabaran. Sekarang sudah berusia 2 tahun lebih 3 bulan. Satu karakter yang paling kentara dari si kecil adalah Trully Full Of Energy…kami menjulukinya “Energizer” (meminjam merek baterai dengan icon kelinci penabuh genderang yang terus dan terus :b)..atau memang semua anak kecil terutama anak laki-laki semua begitu ?
(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.