Dibalik kantor Facebook
Ah Facebook siapa yang tidak kenal dengan situs ini. Hampir semua pengguna internet pasti mengenalnya apalagi di Indonesia, sebagai salah satu negara dengan jumlah “penduduk” Facebook yang tinggi. Bermula dari project Mark Zuckerberg dari balik kamar asrama Kirkland Harvard, Facebook sudah bertransformasi menjadi “raksasa” internet. Memiliki kelas yang sama dengan Google, Apple, Amazon (majalah Fast Company menobatkan Facebook sebagai perusahaan yang inovatif no.2). Facebook dengan jumlah pengguna tahun 2012 awal kurang lebih 800 juta orang dan dengan perkiraan nilai perusahaan yang sangat tinggi menjadi sebuah “property” mahal di dunia internet.
Dibalik perusahaan yang mengagumkan seperti itu bagaimana suasana kantor nya ?…berikut beberapa foto-foto kantor Facebook. Suasana nya mirip-mirip dengan tipikal perusahaan-perusahaan internet lainnya seperti Google, Twitter..di mana suasana kasual, informal, dan karyawan yang rata-rata muda usia lebiih mendominasi.
Sumber : Bloomberg Businessweek, Time Photo Essay
Ekonomi Perhatian
Teknologi web 2.0 yang memudahkan orang untuk berinteraksi dan berkolaborasi melalui internet mengundang gelombang ekonomi digital baru. Selepas dari bubble dotcom yang meletus tahun 1998, dunia internet seakan menemukan identitas baru yang cerah.
Begitu banyak perusahaan berbasis internet yang tumbuh berkembang dengan memanfaatkan karakter baru dari internet. Mulai dari Google, Facebook, Twitter, Foursquare, WordPress. Khusus untuk Facebook dan Twitter seakan menjadi nama generik untuk situs sosial media, saking terkenalnya dua situs ini. Sampai akhir tahun 2010 Facebook telah menjaring lebih dari 550 juta pengguna dan akan makin terus bertambah.
Makin maraknya para pengguna situs-situs sosial media ataupun blogging, menjadikan arus informasi serta konten makin deras. Berapa juta kali update status Facebook atau berapa juta tweet di Twitter yang diposting oleh para pengguna internet. Ranah dunia maya telah mampu bertransformasi menjadi tempat bersosialisasi yang nyaman bahkan cenderung menyebabkan ketagihan.
Ekosistem yang unik dari teknologi web 2.0 ini membentuk komunitas-komunitas dan jejaring yang cukup unik dan khas. Dalam Facebook dikenal istilah “friend”, di Twitter ada istilah “follower”. Dan disitus web atau blog yang interaktif para pengunjung dapat meninggalkan pesan serta berinteraksi dengan penulis blog.
Era kolaborasi serta interaktif ini menjadikan “perhatian” merupakan suatu “currency” atau mata uang yang berharga. Penulis blog yang mendapat tempat di mata para pembaca akan terus mendapatkan pengunjung dan komentar melalui tulisan-tulisan blognya. Para “aktifis” jejaring sosial yang mampu memberikan pengaruh akan mendapatkan perhatian berupa jumlah friend di Facebook atau follower di Twitter.
Tentunya bentuk perhatian ini merupakan sesuatu yang dihasilkan melalui proses berinteraksi serta memberikan kontribusi. Walaupun ada juga perhatian yang didapat dengan cara sensasional agar menjadi seleb di dunia digital. Tapi secara umum, pengguna situs sosial media yang aktif memberikan konten positif dan menarik secara alamiah akan mendapatkan perhatian dari kalangan pengguna lainnya. Dalam buku “Free: The Radical Price of a Future” Chris Andersen editor majalah Wired mengupas juga tentang nilai perhatian yang menjadi bagian dari ekonomi digital.
Lantas apa yang dapat diperoleh melalui bentuk perhatian yang besar dari para “netters” ?. Tentunya banyak termasuk untuk keberlangsungan bisnis. Bagi sebuah entitas perusahaan seperti Facebook, Google atau Twitter layanan web yang mereka berikan dan ternyata disukai oleh para pengguna, mampu menjaring “perhatian” berupa jutaan kali klik atau ratusan juta pengguna. Pada akhirnya akan mendongkrak nilai dari perusahaan tersebut sehingga model bisnis yang mereka lakukan dapat berlangsung mulus. Melalui banyaknya pengguna yang menggunakan layanan mereka Google serta Facebook mendapatkan pemasukan salah satunya dari iklan. Sedangkan Twitter mendapatkan pemasukan uang melalui penjualan data informasi “tweet” yang bersifat “real time”.
Bagi individu, bentuk perhatian yang didapat bisa menjadi suatu energi untuk dapat “mempengaruhi” netters yang berinteraksi dengannya melalui situs sosial media. Dipengaruhi dalam konteks berupa opini ataupun ajakan untuk menggunakan sebuah produk. Individu yang memiliki lingkar pengaruh yang luas dapat berperan sebagai duta sukarela ataupun duta komersial. Baik untuk mengkampanyekan produk seperti buku, musik atau yang lainnya.
Karakter individu seperti ini oleh Malcolm Gladwell disebut sebagai “Maven”, orang yang secara alamiah senang untuk berbagi informasi atau konten. Suatu budaya yang cocok dengan ekosistem digital Web 2.0.
Rujukan ;
FREE; The radical price of a future : Chris Anderssen
Tipping Points : Malcolm Gladwell
Bahkan Perusahaan Global Pun Hobi “NgeTweet”

Seorang manajer di DELL Computer yang berkaitan dengan konsumen awalnya melihat sebelah mata Twitter. Sebuah situs micro-blogging yang saat itu banyak digemari orang. Ternyata setelah DELL membuat account Twitter, respon dari para konsumen dan pelanggan meningkat sangat pesat. Trafik pengunjung ke blog DELL meningkat pesat. Bahkan pesan dan komentar langsung pun berdatangan ke account Twitter DELL.
Bahkan melalui fitur search Twitter, sang manajer tersebut dapat memantau topik perbincangan terhangat ataupun keinginan pelanggan terkait dengan barang-barang yang menjadi produk DELL, entah itu PC, Monitor ataupun Note Book.
Sungguh suatu informasi yang sangat berharga untuk perusahaan teknologi yang menjual computer secara langsung kepada pelanggan. Ujung-ujungnya DELL mampu memperbaiki kualitas produk dan layanan kepada pelanggan dan itu bagus untuk bisnis inti mereka.
Zappos retail online pun bertwitter

Lain halnya dengan Zappos toko retail online yang menjual sepatu, baju dan asesoris memiliki total penjualan tahun 2009 hampir $1 Miliar. Uniknya Zappos dengan biaya pemasaran yang nyaris nol, aktif menggunakan situs jejaring sosial untuk kampanye perusahaan. Dengan Twitter sebagai medianya @Zappos, mereka aktif menyuarakan pelayanan yang prima serta kepedulian terhadap pelanggan. Bahkan CEO Zappos, Tony Hsieh seringkali berpromosi tentang Zappos, yaitu sebuah perusahaan yang bukan hanya menjual sepatu tapi adalah perusahaan dengan layanan prima.
IBM menggunakan Twitter untuk komunikasi real time
DELL, IBM dan Zappos hanya sebagian kecil contoh perusahaan kelas dunia yang aktif menggunakan Twitter untuk mendukung bisnis mereka. Perusahaan kelas global lainnya turut juga menyemarakkan aktifitas tweet. Misalkan : Starbuck, Ford, Mayo Clinic.
Menurut seorang pakar pemasaran online, situs micro-blogging Twitter memang memiliki efek untuk menciptakan perhatian serta dapat mencari topik-topik yang sedang hangat, secara real time melalui fitur search di Twitter.
Menurut pendapat penulis pribadi, media jejaring social ataupun micro-blogging seperti Twitter adalah teknologi komunikasi. Tergantung bagi para pengguna jika digunakan dengan manajemen yang baik serta berimbang akan memberikan efek positif bagi bisnis, perusahaan bahkan secara personal sekalipun.
Bersiap menjadi Follower atau Following di Twitter ?
Fakta Menarik Tentang Twitter
Twitter (www.twitter.com), situs yang memungkinkan kita berbagi pesan singkat 140 karakter, link web merupakan situs yang banyak digemari saat ini. Popularitasnya hampir setara dengan Facebook. Situs yang didirikan Juli 2006 oleh Evan Williams, Jack Dorsey & Biz Stone ini sudah tumbuh secara signifikan sebagai salah satu kekuatan media yang besar.
- Berikut beberapa fakta yang menarik :
• Twitter sekarang memiliki 120 juta pengguna terdaftar.• 300.000 pengguna baru mendaftar setiap harinya.
• 180 juta pengunjung dating berkunjung dating ke situsnya setiap bulan.
• Twitter mendapatkan total 3 milliar permintaan setiap harinya melalui Application Programming Interface (API).
• Secara keseluruhan pengguna Twitter mengirimkan rata-rata 61 juta tweet perhari. Dan rata-rata 20 Miliyar Tweet pertahun.
• Mesin pencari Twitter menerima sekitar 600 juta pertanyaan pencarian setiap hari. Hasil pencarian Twitter yang “real time” sekarang menjadi bagian dari hasil pencarian Google dan Microsoft-Bing.
• Dari para pengguna Twitter aktif , sekitar 37% menggunakan ponsel mereka untuk men-Tweet. Beragam aplikasi pun tersedia sebagai mobile Twitter client dalam berbagai platform (iPhone, Android,BlackBerry,Symbian,Java).
• Karyawan Twitter tumbuh dari semula hanya 25 orang menjadi 175 orang.
• Secara financial Twitter berhasil menggalang dana lebih dari $57 juta dari investasi spekulatif para pemodal venture. Berdasarkan dokumen pemasukan dan pertumbuhan Twitter yang dipublikasikan melalui Tech Crunch diperkirakan pada kuartal ketiga Twitter mencatat keuntunga sebesar $400.000 dan $4Juta pada kuartal keempat serta 25 juta pengguna pada penghujung tahun. Proyeksi pemasukan untuk tahun 2013 adalah sekitar $ 111 Juta.
Twitter yang merupakan situs “mikroblogging” telah mulai menunjukkan kekuatan sebagai salah satu kekuatan media online. Serta memiliki peranan penting terhadap bisnis sebuah perusahaan. Twitter dapat menjadi bagian dari tool perusahaan untuk membangun serta menjaga brand disamping sebagai media soft marketing untuk produk. Banyak perusahaan-perusahaan global yang menjadikan Twitter sebagai media marketing; Zappos, DELL, IBM, Ford adalah salah satu diantaranya. Di Indonesia, Java Musikindo, Indosat adalah sebagian perusahaan yang getol ngetweet sebagai bagian pemasaran.
Aktifitas marketing seakan mengalami pengembangan dengan tumbuhnya aktifitas pemasaran melalui situs media social, termasuk melalui Twitter ini. Bahkan fenomena Web 2.0 yang mulai diadopsi korporat memunculkan profesi baru Social Media Director ataupun lahan bisnis konsultasi media sosial.
Di Indonesia salah satu praktisi konsultan sosial media yang terkenal adalah bapak Nutfie Lukman serta ibu Iim Fahima dengan Virtual. Consultingnya.
follow me @wagenugraha ^_^
Sumber : Bloomberg BusinessWeek Agustus 2010.









leave a comment