Archive

Archive for the ‘Resensi buku’ Category

Outliers, 10000 jam kerja keras menuju puncak keberhasilan

July 29, 2009 wagenugraha 3 comments

Dalam bukunya Outliers, Malcolm Gladwell mengupas jalan yang ditempuh oleh para juara dalam berbagai bidang, dan menemukan bahwa latihan serta kerja keras mengalahka kecerdasan dan bakat.

outliers2Mengapa Bill Gates sukses menjadi seorang miliarder dan teknokrat ? Menurut analisa Gladwell dalam bukunya tersebut selain cerdas dan ambisius Bill Gates memiliki kesempatan-kesempatan dan momen yang istimewa. Tahun kelahiran Gates yaitu tahun 1955 membuatnya berada dalam iklim yang cukup dewasa untuk bisa memanfaatkan secara optimal momen peluncuran komputer Altair 8800 (komputer pribadi yang terkenal dan cukup mudah digunakan di tahun 1975). Tahun kelahiran tersebut menyebabkan saat itu menjadikan Gates belum terlalu tua dan mapan, sehingga memberikan peluang besar kepadanya untuk lebih leluasa memilih peluang yang lebih besar, dan lebih beresiko. Sampai akhirnya melahirkan Microsoft Corporation yang sekarang telah bertransformasi menjadi perusahaan software raksasa. Apakah ini suatu kebetulan ? Gladwell selanjutnya memberikan contoh enterpreneur-enterpreneur teknologi sukses lainnya, di Silicon Valley yang memiliki kedekatan tahun kelahiran. Paul Allen co-founder Microsoft lahir tahun 1953, pendiri Apple Computer Steve Jobs lahir tahun 1955, Bill Joy dan Scott Mcnealy pendiri Sun Microsystem lahir tahun 1954. Para teknokrat Silicon Valley tersebut berhasil tidak karena kecerdasan dan bakat tapi juga didukung oleh kesempatan yang tepat dan waktu yang tepat.

Malcolm Gladwell yang telah menulis dua buku menarik sebelumnya Blink dan The Tipping Point, kembali menulis buku berikutnya Outliers. Analisa yang diajukan Gladwell dalam bukunya adalah bahwa suatu keberhasilan tidak hanya ditunjang oleh factor intrinsik seseorang tapi juga dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, kesempatan dan waktu yang tepat. Salah satu contoh ilustrasi yang mendukung gagasannya Bill Gates (pendiri Microsoft) serta Bill Joy (pendiri Sun Microsystem) “matang” serta memiliki keahlian yang mengagumkan dalam bidang program komputer karena memiliki akses yang bagus dengan komputer. Selain itu juga, kemajuan teknologi komputer saat itu memungkinkan dua “geek” tersebut mengembangkan keahlian programming mereka tanpa terhambat kelambanan prosesing data. Dari sini muncul efek 10000 jam latihan yang disarankan oleh Gladwell mutlak diperlukan oleh seseorang jika ingin mendongkrak keberhasilan dalam bidang apapaun. Dalam buku ini dibahas juga pemain Hockey, The Beattles  yang meraih keberhasilan dalam bidangnya setelah kira-kira menghabiskan 10000 jam berlatih. Berdasarkan analisisnya Gladwell mengajukan usul perpanjangan waktu akademis dalam sistem pendidikan Amerika Serikat, agar dapat lebih menghantarkan keunggulan siswa-siswa Amerika. Dibanding rekan- rekannya dari Asia yang menjalani waktu sekolah lebih panjang.

Gagasan ini terkesan sangat sederhana, tapi dengan analisis data dan contoh kasus yang dikupas dalam bukunya Gladwell berpendapat bahwa keberhasilan ditunjang oleh warisan budaya yang dianut, kegigihan, kejelian menangkap peluang. Kecerdasan ataupun kelebihan intrinsic lainnya memang diperlukan, tapi pada satu fase tertentu hal tersebut tidak akan banyak membantu. Yang diperlukan lebih utama adalah porsi latihan yang lebih sering, kurang lebih 10000 jam. Dalam bidang apapun seprti The Beatles yang banyak menghabiskan waktu manggung mengasahnya di Hamburg, Bill Gates yang menghabiskan waktu melakukan programming di Goerge Washington University. Atau seperti Bill Joy (pendiri Sun Microsystem) yang mengasah kemampuan programmingnya di kampus University Of Michigan dan University of California yang memiliki akses computer terbaik saat itu.

Bayangkan jika kesempatan-kesempatan yang positif diberikan kepada generasi muda, berapa banyak “rising star-rising star” dalam berbagai bidang yang akan muncul. Sehingga dalam kesimpulannya Gladwell menuliskan “Jika kita mengabaikan atau salah memahami pelajaran keberhasilan yang sebenarnya , berarti kita telah menyia-nyiakan bakat”.

Buku yang sangat menarik untuk menambah perbendaharaan pemahaman mengenai proses suatu keberhasilan.

Categories: Resensi buku

Wikinomics, kekuatan kolaborasi massal

May 13, 2009 wagenugraha 3 comments

wikinomicsMungkin sudah tidak asing lagi jika kita mendengar istilah : Linux, Open Source project, Human Genome project, Wikipedia, Facebook, Blog, Instant Messege, Flickr. Apa kesamaan dari nama-nama diatas? Semua produk ataupun aktifitas tersebut merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak ataupun melibatkan banyak pihak dalam penggunaannya.

Di tengah semaraknya teknologi digital muncul suatu kecenderungan ekonomi baru yang bertumpu kepada kekuatan kolaborasi massal. Dengan menggunakan fasilitas internet yang semakin maju, para pelaku bisni dan pengembang berkolaborasi membangun sesuatu hal yang baru. Ternyata hasil yang didapatkan melalui proses kolaborasi massal tersebut memiliki banyak kelebihan dibandingkan hasil kerja secara konvensional. Don Tapscott dalam bukunya memberikan istilah “Wikinomics” untuk perkembangan ekonomi berbasi kolaborasi dan sinergi. Wiki merujuk kepada bahasa Hawaii yang artinya : cepat. Menurut Don Tapscott Wikinomics memiliki empat prinsip yaitu : keterbukaan, peering, berbagi dan bertindak global. Suatu konsep yang percaya bahwa kolaborasi, saling berbagi pengetahuan akan memicu sinergitas yang positif yang tentunya akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Beberapa contoh studi kasus yang menarik diantaranya :
1. Linux, sistem operasi komputer yang bersifat Open Source, dikembangkan melibatkan ribuan pengembang dberbagai pelosok dunia. Di distribusikan hampir dengan gratis, memiliki tingkat stabilitas serta kinerja yang tidak kalah dengan sistem operasi berbayar yang sudah lebih dulu beken. Ada yang memperkirakan Linux ini akan menjadi sistem operasi masa depan. Untuk pangsa pasar OS Server Linux memegang market share yang dominan. IBM, Novell, AMD merupakan salah satu jajaran korporasi teknologi global yang memberikan perhatian besar terhadap Linux.

2. Wikipedia ensiklopedia online yang gratis, ketenarannya melebihi Britannica Ensiclopedia. Walaupun ada isu artikel-artikel yang tidak objektif, Wikipedia mampu memberikan contoh kinerja yang baik mengenai bagaimana suatu kolaborasi massal dalam menyusun informasi dapat disusun serta disajikan dengan baik dan cepat. Walaupun banyak kritikan untuk Wikipedia tapi kehadiran ensiklopedia online gratis ini memberikan suatu contoh proses kolaborasi efektif dan sinergis.

3. Blog menjadikan semua orang dapat menulis dan dipublish secara online dengan biaya yang sangat rendah. Teknologi internet yang berevolusi menjadi istilah Web 2.0 menjadikan para netter internet tidak hanya sebagai konsumen konten tapi juga sebagai “produser” konten. Tulisan, musik, video dapat disususn dan dipublikasikan melalui blog. Blog memiliki kekuatan hampir setara dengan media informasi konvensional. Sekelompok blogger amatir dengan visi yang kuat lebih diperhitungkan dibandingkan seorang jurnalis kawakan sekalipun.

4. Innocentive, alih-alih mempekerjakan banyak tenaga ahli untuk pengembangan dan penelitian, situs Innocentive dibuat untuk mempublikasikan permasalahan (terutama permasalahan kimia dan rekayasa kimia). Untuk selanjutnya para pengguna internet yang memiliki keahlian dapat memberikan solusi, tentunya akan diberikan imbalan jika solusi yang diberikan visible.Jadilah Innocentive menjadi wadah untuk memiliki sumber daya manusia dengan talenta-talenta terbaik skala global.

…………………………………………………………………………………………………………………………..
Intinya mungkin pekerjaan yang dikerjakan banyak pihak yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi dapat menghasilkan produk yang berkualitas walaupun secara fisik si pelaku tidak selalu harus berinteraksi fisik. Bagaimana di Indonesia ????

(ditulis dengan menggunakan produk wikinomic : Ubuntu Intrepid Ibex, browser Modzilla Firefox :D )

Categories: Resensi buku

Sinergi dalam keaneka ragaman

complete_vertical_axis_gear_end_smlMembaca dan menelaah perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau dalam menegakkan Dienul Islam, ada satu hal yang membuat saya tertarik. Sinergi dalam keaneka ragaman karakter dan sifat.

Rasulullah SAW memiliki para sahabat dengan latar belakang sosial, etnis serta karakter yang berbeda-beda. Sebut saja Hamzah r.a,serta Khalid bin Walid r.a ahli ilmu keprajuritan, Bilal bin Rabbah mantan budak bersuku Habsy (sekarang Ethiopia), Umar bin Khattab r.a sahabat dengan karakter kuat dan tegas, Abu Bakar Ash Sidiq r.a sahabat yang bersifat lemah lembut, Ali bin Abi Thalib r.a dengan keilmuan yang sangat mumpuni, Abu Dzar AlGhiffar r.a dengan keberanian dalam mengkoreksi kesalahan, Ustman bin Affan r.a serta Abdurrahman bin Auf r.a yang sangat dermawan, dan para sahabat lainnya yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Satu hal yang penulis dapatkan dari membaca serta menelaah sejarah Siroh Rasulullah SAW, adalah bagaimana potensi sahabat-sahabat yang berbeda-beda ini bersinergi membentuk suatu kekuatan umat Islam terbaik. Kekuatan yang mampu membentuk suatu model masyarakat ideal berdasarkan tuntunan Al Qur’an serta menjadi duta Islam.

Bagaikan pasir, batu bata, semen, kayu, genteng,batu ditangan seorang ahli bangunan yang mahir, semua komponen tersebut dapat digabungkan membentuk bangunan yang kokoh. Mungkin seperti itulah analogi proses sinergi yang dilakukan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya dalam berjuang. Keimanan yang kuat,Tauhid yang lurus berdasarkan wahyu Al Qur’an merupakan resep utama bagaimana Rasulullah SAW bersama para sahabatnya mampu bersinergi dalam jamaah yang solid serta kuat, bagaikan bangunan yang kokoh. Masing-masing potensi yang terkandung dalam diri setiap orang keluar untuk bersinergi membentuk barisan Umat Islam yang kokoh. Bukan saling menonjolkan kelebihan diri tapi saling berkolaborasi secara harmonis antara satu dan yang lainnya.

Rasulullah SAW dengan ahlak beliau yang tinggi dan bimbingan wahyu mampu menampilkan suatu proses kepemimpinan yang sangat luar biasa dalam mensinergiskan potensi-potensi sahabat dan umat.

Kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya, saling mencintai antara sesama mukmin, cita-cita untuk hidup mulia atau mati syahid terpatri kuat dalam jiwa setiap sahabat Rasulullah SAW. Maka hasil dari sinergi tersebut melahirkan suatu kekuatan dan prestasi umat Islam mulai dari periode awal dakwah di kota Mekah, hijrah ke Madinah, perang Badar, perang Uhud, Perang Ahzab (khandaq) sampai akhirnya futuh Mekah. Sehingga pantas kiranya gelar “Khoirul Ummat”..umat yang terbaik disematkan kepada generasi sahabat Rasullullah SAW.

Read more…

Categories: Resensi buku

Gratis Ubuntu Pocket Guide.pdf

April 27, 2009 wagenugraha Leave a comment

Bagi yang lagi seneng ngoprek-ngoprek Linux terutama distro Ubuntu, pasti membutuhkan semacam “buku sakti” apalagi newbie seperti saya :D . Ada Ubuntu Pocket Guide yang saya rasa sangat berguna sebagai manual dalam ngoprek-ngoprek Linux, agar klo nyasar dan error gak terlalu parah :) . Ebook ini memuat berbagai hal umum yang perlu diketahui dalam ngoprek Linux cap “Linux for Human Being”.
ubuntu-pocket-guide-and-refrence
Ebook Pdf ini gratis koq silakan dapat didownload disini

Categories: Resensi buku Tags:

Serangan Militer Israel ke Gaza

January 4, 2009 wagenugraha 3 comments

Tulisan mengenai ulasan aksi brutal militer Zionis serta strategi yang terkandung dibaliknya, dikutip dari Infopalestina.com

Oleh: Yasen Izzuddin

(infopalestina.com) Israel masih terus melakukan eskalasi serangan ke Jalur Gaza sesuai rencana yang mereka buat sejak enam bulan lalu. Serangan ini dilakukan setelah mereka yakin blokade terhadap Jalur Gaza tidak membuahkan hasil yang mereka inginkan. Karenanya harus ada alternatif. Seruan terhadap ribuan pasukan cadangan dan mobilisasi opini publik agar bersiap melakukan perang panjang mengisyaratkan bahwa perang kali bukan sekedar bertujuan menghentikan roket perlawanan Palestina.

Apa lantas tujuan Israel kali ini? Apa tahapannya? Apa alternatif bagi perlawanan Palestina? Bagaimana kita membantu dan menduukung perlawan Palestina dalam perangnya melawan Israel?

Niat dan tujuan Israel

Tujuan Israel dalam perang kali ini bukan sekedar menghentikan roket perlawanan. Sebab itu bisa dilakukan dengan memperpanjang gencatan senjata dan membebaskan blokae. Israel selalu melihat bahaya perlawanan Palestina yang terus mempersenjatai diri. Karenanya sejak awal Israel berusaha memaksakan syarat “hentikan penylundupan senjata” dalam kesepakatan gencatan senjata. Setelah mereka gagal di sini, mereka mulai menyerang Jalur Gaza seperti sekarang ini.

Serangan Israel ke markas kepolisian di Jalur Gaza tidak mempengaruhi kekuatan perlawanan. Sebab memang sulit menyerang dengan target markas perlawanan di Jalur Gaza. Karenanya, Israel ingin mengkloning eksperiman “teror dan hantam secara psikologi” seperti yang dilakukan Amerika ketika menyerang Irak. Israel berharap Hamas dan perlawanan akan hancur tanpa melalui perang hakiki seperti yang terjadi dalam perang menghadapi Saddam Husain. Ini bisa kita lihat bagaimana media Israel memprovokasi warga sipil Palestina agar menyalahkan dan menyerang Hamas. Bahkan Israel ingin menciptakan konflik internal setelah perang kali ini. Sehingga kemampuan Hamas terkuras habis.

Perang kali ini juga mengharuskan kita menengok proyek Israel – Amerika setelah lima tahun terakhir mereka menyerang Irak, Libanon, Afaganistan dan Somalia. Proyek menghancurkan “negara perlawanan” di Gaza menurut mereka amat darura dilakukan. Sebab gerakan Hamas memiliki popularitas paling tinggi. Eksistensi Hamas di Gaza sangat mengancam proyek Israel Amerika. Apalagi menurut mereka Hamas dari sisi senjata masih lemah dan tidak memiliki dukung Arab yang kuat. Ditambah letak geografis Jalur Gaza.

Read more…

Categories: Resensi buku

Boikot produk Amerika-Yahudi

December 31, 2008 wagenugraha 12 comments

BOIKOT PRODUK-PRODUK AMERIKA & YAHUDI….SEBAGAI BAGIAN EMPATI KITA KEPADA SAUDARA_SAUDARA MUSLIM DI PALESTINA

Categories: Resensi buku

Berkolaborasi dengan WIKI

December 3, 2008 wagenugraha Leave a comment

Sebagian besar para pengguna internet pasti sudah sangat mengenal situs Wikipedia (www.wikipedia.org). Situs ensiklopedia yang populer, lebih populer di bandingkan ensiklopedia pendahulunya, Britanica Ensiklopedia. Wikipedia merupakan salah satu contoh produk sukses hasil dari kolaborasi yang sinergis di dunia maya. Wikipedia merupakan ensiklopedia dimana isi tulisannya bebas untuk diedit oleh para pembaca dan pengguna internet. Selain Wikipedia banyak juga website-website Wiki lainnya, ada Wiki How (www.wikihow.com) berisi tentang seputar How-To, Wiki lyric (www.lyricwiki.org) berisi tentang lirik-lirik lagu. Bahkan Google pun membuat website Knol (http://knol.google.com) yang merupakan versi Wikipedia dari Google, isinya berupa artikel-artikel ilmiah dari para pakar.

 

Sebetulnya Apakah Wiki itu ?

Istilah “Wki” diambil dari bahasa Hawai yang artinya cepat. Istilah ini umumnya digunakan untuk jenis web site yang memberikan kebebasan bagi siapapun untuk mengubah, menambah dan berkontribusi terhadap konten web site. Disini komunitas merupakan kekuatan utama dari web Wiki. Dengan adanya komunitas yang aktif berkontribusi, website Wiki dapat menghasilkan konten yang lebih baik secara cepat dan efisien.

 

Isu yang menjadi kritikan website Wiki adalah keakuratan dari isi website tersebut. Semua orang bisa mengubah dan memberikan kontribusi bagaimana keakuratannya bisa terjamin ?. Disatu sisi untuk konten-konten yang umum harus tetap memerlukan editorial yang memantau isi dari konten agar tetap objektif dan tidak menyalahi aturan yang ada. Di sisi lain, ide untuk berkolaborasi rame-rame sebetulnya jika dikelola dengan tepat akan menghasilkan sesuatu hal yang lebih baik. Karena tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui semua hal dengan pasti. Tapi setiap orang memiliki pengetahuan tentang sesuatu. Nah, jika pecahan-pecahan pengetahuan ini digabungkan secara tepat dan “direkatkan” maka akan diperoleh suatu “gudang pengetahuan” yang dapat berguna. Sifat website dengan konsep konten yang senantiasa diperbaharui secara aktif oleh pembaca merupakan sifat Web 2.0 yang ramai dibicarakan. Wikipedia memberikan contoh bagaimana suatu kolaborasi yang efektif dapat menghasilkan konten yang bagus. Mungkin seperti kata pepatah : “banyak kepala lebih baik dari satu kepala”

 

Merancang Website Wiki

Dalam dunia profesional dan bisnis Wiki digunakan sebagai media kolaborasi untuk menggabungkan ide-ide serta menyelesaikan pekerjaan oleh sumber daya manusia yang tersebar antar benua. Sehingga pemisah jarak dan waktu bukan menjadi halangan untuk terus produktif melalui kolaborasi potensi-potensi yang ada.

 

Untuk membuat website Wiki dapat menggunakan engine/software Wiki. Sebuah software Wiki secara garis besar telah menyediakan hal-hal untuk membuat situs Wiki. PmWiki, MediaWiki adalah salah satu contoh software Wiki. Atau dapat juga menggunakan website yang menyediakan layanan hosting dengan engine Wiki. Google menyediakan tipe website ini melalui Google Sites (http://sites.google.com). Untuk skala lebih besar dapat dibangun sebuah portal enterprise yang menciptakan kolaborasi dokumen dan workspace dengan Wiki merupakan salah satu komponennya. Pilihan untuk jenis ini antara lain adalah Microsoft SharePoint dan Liferay (www.liferay.com).

 

Sumber refrensi :P C Media Edisi Oktober 2008

< ditulis dengan menggunakan Open Office 3.0 :) >

Lebih lanjut :

http://en.wikipedia.org/wiki/Wiki

http://mediawiki.org

http://sites.google.com

Categories: Resensi buku, internet Tags:

Salahudin Al Ayubi “Singa Padang Pasir”

October 12, 2008 wagenugraha 45 comments

Salahudin Al Ayubi atau sering juga di sebut sebagai “Saladin” di dunia barat, merupakan panglima perang Muslim yang dikagumi kepiawaian berperang serta keshalihannya baik kepada kawan dan lawan-lawannya. Keberanian dan kepahlawanannya tercatat sejarah di kancah perang salib.

Juli 1192 sepasukan muslim dalam perang salib menyerang tenda-tenda pasukan salib diluar benteng kota Jaffa, termasuk didalamnya ada tenda Raja Inggris, Richard I. Raja Richard pun menyongsong serangan pasukan muslim dengan berjalan kaki bersama para prajuritnya. Perbandingan pasukan muslim dengan Kristen adalah 4:1. Salahudin Al Ayubi yang melihat Richard dalam kondisi seperti itu berkata kepada saudaranya : ” Bagaimana mungkin seorang raja berjalan kaki bersama prajuritnya? Pergilah ambil kuda arab ini dan berikan kepadanya, seorang laki-laki sehebat dia tidak seharusnya berada di tempat ini dengan berjalan kaki “. Fragmen diatas dicatat sebagai salah satu karakter yang pemurah dari Salahudin, bahkan kepada musuhnya sekalipun. Walalupun sedang diatas angin tetap berlaku adil dan menghormati lawan-lawannya.

Sejarah Hidup Salahudin

Salahudin lahir disebuah kastil di Takreet tepi sungai Tigris (daerah Irak) tahun 1137 Masehi atau 532 Hijriyah. Bernama asli Salah al-Din Yusuf bin Ayub. Ayahnya Najm ad-Din masih keturunan suku Kurdi dan menjadi pengelola kastil itu. Setelah kelahiran Salahudin keluarga Najm-ad-Din bertolak ke Mosul, akibat ada konflik didalam kastil. Di Mosul , keluarga Najm bertemu dan membantu Zangi, seorang penguasa arab yang mencoba menyatukan daerah-daerah muslim yang terpecah menjadi beberapa kerajaan seperti Suriah, Antiokhia, Aleppo, Tripoli, Horns, Yarussalem, Damaskus.

Zangi berhasil menguasai Suriah selanjutnya Zangi bersiap untuk menghadapi serbuan tentara Salib dari Eropa yang telah mulai memasuki Palestina. Zangi bersama saudaranya; Nuruddin menjadi mentor bagi Salahudin kecil yang mulai tumbuh berkembang dalam lingkungan keluarga ksatria. Dari kecil sudah mulai terlihat karakter kuat Salahudin yang rendah hati, santu serta penuh belas kasih. Zangi meninggal digantikan Nuruddin. Paman Salahudin, Shirkuh kemudian ditunjuk untuk menaklukan Mesir yang saat itu sedang dikuasai dinasti Fatimiyah. Setelah penyerangan kelima kali, tahun 1189 Mesir dapat dikuasai.  Shirkuh kemudian meninggal. Selanjutnya Salahudin diangkat oleh Nuruddin menjadi pengganti Shirkuh.

Salahudin yang masih muda dan dinggap “hijau” ternyata mampu melakukan mobilisasi dan reorganisasi pasukan dan perekonomian di Mesir, terutama untuk menghadapi kemungkinan serbuan balatentara Salib. Berkali-kali serangan pasukan Salib ke Mesir dapat Salahudin patahkan. Akan tetapi keberhasilan Salahudin dalam memimpin mesir mengakibatkan Nuruddin merasa khawatir tersaingi. Akibatnya hubungan mereka memburuk. Tahun 1175 Nuruddin mengirimkan pasukan untuk menaklukan Mesir. Tetapi Nuruddin meninggal saat armadanya sedang dalam perjalanan. Akhirnya penyerangan dibatalkan. Tampuk kekuasaan diserahkan kepada putranya yang masih sangat muda. Salahudin berangkat ke Damaskus untuk mengucapkan bela sungkawa. Kedatangannya  banyak disambut dan  dielu-elukan. Salahudin yang santun berniat untuk menyerahkan kekuasaan kepada raja yang baru dan masih belia ini. Pada tahun itu juga raja muda ini sakit dan meninggal. Posisinya digantikan oleh Salahudin yang diangkat menjadi pemimpin kekhalifahan Suriah dan Mesir.

Salahudin dan Perang Salib

Saat Salahudin berkuasa, perang salib sedang berjalan dalam fase kedua dengan dikuasainya Yerussalem oleh pasukan Salib. Namun pasukan Salib tidak mampu menaklukan Damaskus dan Kairo. Saat itu terjadi gencatan senjata antara Salahudin dengan Raja Yerussalem dari pasukan Salib, Guy de Lusignan.

Perang salib yang disebut-sebut sebagai fase ketiga dipicu oleh penyerangan pasukan Salib terhadap rombongan peziarah muslim dari Damaskus. Penyerangan ini dipimpin oleh Reginald de Chattilon penguasa kastil di Kerak yang merupakan bagian dari Kerajaan Yerussalem. Seluruh rombongan kafilah ini dibantai termasuk saudara perempuan Salahudin. Insiden ini menghancurkan kesepakatan gencatan senjata antara Damaskus dan Yerussalem. Maret 1187 setelah bulan suci Ramadhan, Salahudin menyerukan Jihad Qittal. Pasukan muslimin bergerak menaklukan benteng-benteng pasukan Salib. Puncak kegemilangan Salahudin terjadi di Perang Hattin.

Read more…

Categories: Resensi buku Tags:

Bagaimana Hati Berpuasa

September 10, 2008 wagenugraha Leave a comment

Dalam sebuah hadist disebutkan :”Ingatlah bahwa dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh, Ingatlah segumpal darah itu adalah hati”.

Kebaikan dan kesehatan hati adalah kebahagiaan dan kemuliaan didunia dan akhirat. Begitu juga sebaliknya rusak dan sakitnya hati adalah kehancuran dalam jangka waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman : “ Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia mendengarkannya “(QS.Qaf:37).

Setiap manusia memiliki hati. Tapi hati ada dua, ada hati yang hidup disinari cahaya, dicerahkan iman, sarat dengan keyakinan dan ketakwaan. Ada juga hati yang sakit,  yang lalai, dilingkupi dengan kegelapan dan akhirnya mati, tidak mampu menjadi cermin dalam kehidupan. Bagi orang yang memiliki hati yang lalai dan sakit, hati mereka tidak digunakan untuk menuju keimanan dan ketakwaan, hati tidak digunakan untuk mentdzaburi dan memahami ayat-ayat Allah SWT.

Read more…

Categories: Resensi buku Tags:

Ketika Larry bertemu Sergey …cerita perjalanan Google

August 22, 2008 wagenugraha 1 comment


Google sebuah perusahaan internet yang sedang menjadi pusat perhatian, memang tidak bosan untuk diceritakan. Dalam Buku The Google Story, David A. Vise dan Mark Malseed menuliskan cerita perjalanan Google secara menarik serta cerita tentang pendirinya yang masih muda, Page dan Brin.

Larry dan Sergey
Kisah Google dimulai dari Larry Page dan Sergey Brin mahasiswa program paska sarjana bidang Komputer Sains di Universitas Stanford, Amerika. Berkat kesukaan yang sama terhadap sains dan pemecahan masalah, Larry dan Sergey menjalin pertemanan. Larry dan Sergey sama-sama memiliki latar belakang keluarga akademisi. Selain keduanya sama-sama cerdas Larry dan Sergey saling melengkapi dalam sifat serta karakter. Hubungan pertemanan atau lebih tepatnya partner ini ternyata suatu saat akan melahirkan sesuatu yang revolusioner dalam dunia teknologi informasi, www.google.com.
Cikal bakal mesin pencari (search engine) yang mereka rancang bermula dari kekecewaan mereka saat mencari informasi dari internet di tahun 96. Informasi yang didapatkan dari mesin pencari saat itu dirasakan tidak beraturan dan tidak bermakna. Webcrawler, Lycos, Magellan, Infoseek, Excite ,Hotbot dan Altavista adalah sebagian mesin pencari saat itu yang hasilnya dirasa kurang memuaskan. Larry dan Sergey bekerja untuk merancang mesin pencari yang lebih baik dengan pendekatan yang berbeda. Larry dan Sergey menyusun suatu algoritma matematika yang dapat ”menyusuri” halaman-halaman web di internet untuk selanjutnya dilakukan pemeringkatan berdasarkan link-link nya. Sistem pemeringkatan link tersebut mereka sebut sebagai ”pagerank”. Cara ini mereka yakini akan memberikan hasil pencarian yang lebih relevan. Ide mereka berdua dituangkan dalam karya tulis “The Anatomy Of Large-Scale Hypertextual Web Search Engine”. Read more…

Categories: Resensi buku