Human Power


Sumber daya manusia merupakan sumber daya terpenting dalam sebuah organisasi. Sayangnya penanganan serta manajemen sumber daya masnusia masih terkesan seadanya, kebanyakan sangat mementingkan pengelolaan ‘kapital”.

Dalam dunia teknologi serta industri yang menuntut kompetisi keras melalui ide-ide cemerlang serta eksekusi ide yang tepat sehingga menghasilkan suatu produk yang berhasil, peran sumber daya manusia memegang peran sangat penting. Membaca sebuah buku tentang Google, search engine yang terkenal, parameter pemenang persaingan yang keras antara perusahaan teknologi tinggi adalah seberarapa banyak mereka dapat merekrut talenta-talenta cerdas dibidangnya serta dapat menumbuh kembangkan untuk berkontribusi kepada perusahaan.

Jika dibuat suatu analogi, peran sumber daya manusia adalah bagaikan sistem syaraf dalam tubuh yang mengatur segala aspek dalam tubuh, mulai dari kordinasi fisik, metabolisme, fungsi organ dan lainsebagainya.

Dari dalam manusia la hide, visi serta misi organisasi berasal. Ide, visi serta misi yang memberikan spirit terhadap daya gerak organisasi. Jika hanya mengandalkan terhadap pencapaian profit semata atau capital yang dihimpun, tidak akan membuat organisasi memiliki siklus hidup yang lama serta memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan.

7 thoughts on “Human Power

  1. MANUSIA BUKAN SUMBERDAYA

    Ada satu pendapat menarik bahwa manusia disebut bukan termasuk sumber daya. Manusia adalah aktor pada tubuh perusahaan, dia bukan sumberdaya seperti mesin atau bahan baku yang bisa diatur secara mekanis.

    Manusia adalah aktor utama dalam tubuh perusahaan yang tidak bisa dicut atau diafkir begitu saja seperti mesin yang sudah tidak digunakan.

    Konon pernah ada sebuah perusahaan yang merumahkan karyawannya pada saat bisnis sepi. Memang perusahaan itu bisa menghemat pembayaran gaji untuk beberapa lama. Namun ada harga yang harus dibayar, yaitu saat karyawan telah dipekerjakan kembali — rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan telah jauh berkurang. Akibatnya pada saat terjadi masalah — reaksi karyawan sangat lambat, dan perusahaan mengalami kerugian besar karena masalah tersebut tidak segera diatasi.

    Alih-alih berposisi sebagai sumberdaya, posisi karyawan lebih mirip konsumen. Idealnya dia harus diperlakukan dengan baik seperti perusahaan memperlakukan konsumen. Reward bagi perusahaan adalah karyawan akan bersedia “membeli” produk perusahaan dalam bentuk kerja keras untuk kepentingan perusahaan.

    Promosi, PR, konsumen education (training), call center, layanan konsumen, komunikasi, discount (bonus), point reward, paket liburan, program-program untuk memanjakan konsumen sudah selayaknya juga diberikan pada karyawan dalam bentuk yang telah disesuaikan.

    Semua itu perlu dilakukan karena gw adalah karyawan hehehe!
    Tauk dah klo gw yang punya manufacturnya😛

    Btw emang karyawan ~ konsumen. Perusahaan yang memperlakukan karyawan dengan baik dapat berharap akan diperlakukan karyawan dengan baik pula. Yach, saling memberi getu loh.

    NB:
    Mo comment di pernyataan inih:

    Dalam dunia teknologi serta industri yang menuntut kompetisi keras melalui ide-ide cemerlang serta eksekusi ide yang tepat….

    Tentang ide-ide cemerlang mungkin perlu dilihat dengan lebih jernih. Dengan ide-ide kecil yang biasa-biasa saja yang diterapkan dengan konsisten, serta perbaikan-perbaikan kecil yang bisa dilakukan oleh siapa saja, tetapi dilakukan secara terus menerus akan membuat sebuah produk dapat diproduksi dengan efisien dan berkualitas tinggi.

    Ide-ide cemerlang yang hanya dimiliki segelintir elite perusahaan mungkin akan menghasilkan produk baru yang sangat inovatif. Tetapi perusahaan yang mampu mengembangkan perbaikan-perbaikan kecil yang biasa-biasa saja secara terus menerus akan menghasilkan produk secara massal dengan harga yang lebih murah dan lebih berkualitas sehingga akan memenangkan persaingan atas perusahaan yang sekedar inovatif tapi menghasilkan produk yang mahal dan ada sedikit defectnya.

    Jadi maksud saya intinya bukan di “karyawan yang hebat” tetapi memberdayakan karyawan biasa untuk melakukan perbaikan sederhana pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya agar diperoleh proses produksi yang smekain lama semakin efisien.

    Maafkan gw lancang buat “posting baru” yang “gak nyambung” di posting Akang Wage. ^^

    Wassalam Wr.Wb

    1. Permisi nimbrung diskusi,
      @Bang Tiger Panzer:
      “Alih-alih berposisi sebagai sumberdaya, posisi karyawan lebih mirip konsumen”
      sepemahaman saya sebuah perusahaan memang punya 2 konsumen, konsumen intrinsik(karyawan) dan ekstrinsik (pasar) *teorinya saya lupa, nanti dicek lagi deh
      Untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa (dunia saya khususnya: nursing) treatment pada konsumen intrinsik ini sangat berpengaruh pada outcome yang diharapkan pada konsumen ekstrinsik (meningkatkan cost effective)

  2. wah-wah lengkap sekali kometarnya..mas Tiger Panzer, Gutt (anda dari jerman yah :D), setuju kometarnya…iya pendekatan sumber daya untuk manusia berbeda dengan sumber daya kapital atau mesin, ada seorang enterpreneur yang senantiasa mengajarkan, hargailah karyawan anda, dekatilah dengan hati, karena saat perusahaan berbuat baik kepada karyawan maka karyawan akan memberikan lebih untuk perusahaan. Sehingga jika pendekatan yang baik kepada karyawan perusahaan akan tumbuh menjadi “The Living Organization”, organisasi yang akan selalu tumbuh dan bekembang tak lekang oleh jaman dan terpaan badai.

  3. tentang ide-ide kecil untuk perbaikan yang dilakukan secara kontinu..mungkin mirip-miri filosofi kaizen yang dianut manufactur/ industri di jepang..memang dahsyat alih-alih sibuk menggagas ide-ide cemerlang yang rumit mereka lebih fokus pada perbaikan-perbaikan kecil yang dilakukan secara rutin dan memberikan nilai lebih pada organisasi. Saya pernah baca DELL inc. perusahaan distributor komputer juga telah mulai melirik filosofi ini, disana Michell Dell CEO perusahaan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada karyawan yang mampu melakukan penghematan penggunaan kertas dalam operasional pekerjaan

  4. istilah yang cocok mungkin ..segala perbaikan dapat diawali dari hal-hal kecil secara berkesinambungan🙂

  5. Untuk menjadi manusia yang cerdas sebaiknya kita selalu:
    1. melakukan evaluasi terhadap diri sendiri
    2. memikirkan efek eksternal dari setiap perbuatan kita
    3. berusaha menjadi yang terbaik
    4. ikhlas (ini yang paling penting)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s