Perbaharuilah Iman


Malam makin larut, jam menunjukkan angka 11 di luar masih turun hujan, sepi sekali. Tapi mata tak jua mengantuk. Setelah yakin tidak akan segera tidur aku coba menghidupkan PC, sedikit pasang musik yang soft.

 

Ku ambil buku yang menurutku menarik dari rak, akhirnya pilihan jatuh ke  “ Nasehat-nasehat Rasulullah penawar lelah pengemban dakwah” karya tulis Dr. Abdullah Azzam.

 

Buku yang waktu pertama aku baca terasa berat dijudul, tapi ternyata dengan bahasa yang mudah dicerna dan gaya penulisan yang penuh inspirasi dan “memprovokasi” untuk kebaikan halaman demi halaman terus aku baca.

 

Dr Abdullah Azzam sendiri adalah seorang dosen, pendidik, mujahid dan tokoh islam yang berpengaruh di abad XX beliau syahid di Afganistan setelah mobil yang beliau tumpangi meledak terkena bom. Secara tidak langsung dari tangan perjuangan beliau di Afganistan telah melahirkan generasi mujahid-mujahid tangguh pembela islam.

 

Hal yang sangat menggugah saya adalah tulisan di Bab terakhir “Perbaharuilah Imanmu”.

Penulis mengutip  Al Qur’an surat Annisa ayat 136 yang artinya :

 “Hai orang-orang beriman, berimanlah kalian kepada Allah , RasulNya dan Kitab yang telah diturunkan kepada RasulNya dan kitab yang diturunkan sebelumnya”.

 

Dalam Al-Qur’an disebutkan tuntutan keimanan bagi orang-orang yang beriman. Ayat tersebut menunjukkan perlunya bagi orang-orang yang beriman untuk terus senantiasa memperbaharui iman setiap waktu setiap saat sampai akhirnya kita wafat.

 

Sungguh seorang yang beriman berjalan menuju Allah dengan hatinya, kedudukan anggota badan dalam kebaikan tidak lain sebagai refleksi dari keshalihan hati dan himmah (keinginan untuk melakukan kebaikan). Keimanan yang dimiliki oleh seseorang merupaka suatu “jiwa” yang akan mendasari setiap langkah hidup dimanapun dia berada dan sebagai apapun peranannya dalam hidup. Bukankah Allah tidak memandang status social ataupun aspek materi dalam menilai hambaNya ? adalah ketaqwaan yang membedakan seorang manusia dengan manusia yang lainnya. Dan ketaqwaan adalah buah  dari keimanan.

 

Keimanan adalah sesuatu yang kita yakini dengan hati, diucapkan melalui lisan dan diaplikasikan melalui tingkah laku, gerak fisik aktifitas kita. Keimanan mungkin sesuatu yang abstrak bahkan mungkin biasa jadi ditengah arus gaya hidup yang serba materialistis tidak dipandang sebagai suatu hal yang penting. Padahal nilai keimanan menentukan nilai seorang manusia di hadapan-Nya, dihadapan Rabb semesta alam.

 

Sehingga keimanan adalah sesuatu kenikmatan yang paling tinggi derajatnya. Analogikan bagaikan sebuah intan yang kita miliki, pasti akan kita jaga dan kita rawat. Sedangkan nilai keimanan jauh lebih bernilai dari sebongkah intan. Bahkan dalam Al Qur’an disebutkan keimanan seorang anak manusia ebih berharga daripada seisi langit dan bumi. Sungguh sutu bentuk apresiasi Allah sebagai tuhan semesta alam yang sangat tinggi.

 

Sehingga penting bagi kita untuk senantiasa memperbaharu keimanan kita agar tetap fit setia saat da tidak  loyo dalam menghadapi ujian kehidupan. Bagaimana dengan kita apakah sudah menyadari pentingnya kestabilan iman dalam diri  ? sudahkan kita akan merasa gelisah jika keimanan kita berkurang ? sudahkah kita mulai mengevaluasi keimanan kita setiap saat ? dan menjaganya agar tetap dalam kondisi prima ? seperti layaknya system oerasi atau anti virus yang memerlukan up date agar dapat berfungsi optimal.

 

Mari saudaraku kita perbaharui keimanan kita dengan beramal shalih dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Semoga kita tergolong orang-orang yang beruntung.

 

Beberapa paragraph diatas adalah cungkilan dari bab akhir di buku Abdullah Azzam, mungkin banyak yang terlepas dari pemahamanku tapi setidaknya ada yang penting yang aku tangkap.

 

Mari kita bersama perbaharui keimanan kita.

 

 

 

2 thoughts on “Perbaharuilah Iman

  1. kalu ngomongin iman kadang ane suka ngeri, sualnya kalu berpatokan ame ayat-ayat awal surat al baqarah mungkin secara global insya Allah ane percaya ma point2 yang tersurat/tersirat di ayat2 tsb
    but, kalu patokannya ke surat al anfal ayat 2(kl ga salah)…hnnaah…,ga tau ya apa ane termasuk ato tdk
    karna kadang2 ane lebih tersentuh ma lagu ato nasyid daripada ketika adzan berkumandang ato saat ayat suci Nya dibacakan (…astagfirullahalazhim )
    Tapi semoga aja qta termasuk yang selalu memperbaharui iman, karena sebesar dan sekuat apapun sebuah pohon akan terguncang bahkan roboh manakala akar akar yang yang menahannya keropos apatah lagi membusuk, hatur nuhun…
    ps.
    kalu mo posting gimana caranya bro..?

  2. Jazakalloh Bro, komentarnya…Amin! semoga kita termasuk orang2 yang senantiasa memperbaiki dan menjaga “vitalitas” keimanan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s