Kehilangan si Kecil, Syamil


Bagi yang baru menjadi orang tua mungkin pernah mengalami kejadian ini. Aku dan istri mengalaminya juga. Kejadiannya sebetulnya sudah cukup lama tapi kelihatannya tidak ada salahnya diceritakan ulang biar bisa diambil pelajaran agar tidak terulang lagi.

 

Saat itu aku, istri dan si kecil Syamil (usia 2 tahun) sedang mengantri diloket rumah sakit. Kami berdiri didekat meja resepsionis loket rumah sakit. Kebetulan saat itu masih pagi dan belum banyak pasien yang mengantri. Ruangan lobby rumah sakit cukup besar dengan banyak koridor disekelilingnya menghubungkan ke ruangan praktek dokter-dokter spesialis.

 

Syamil merasa senang berada dalam lingkungan baru, tak henti-hentinya dia mengibaskan pegangan tanganku ingin berjalan bebas mengeksplorasi ruangan sambil mengamati lukisan dan gambar yang banyak menempel didinding.

 

Saat tiba giliran kami untuk menyelesaiakan masalah administrasi, istriku langsung menyelesaikan dengan petugasnya. Sementara aku bersama Syamil, tangan Syamil aku pegang khawatir terpisah, maklum si kecil paling suka lari-lari. Beberapa saat kemudian ada bunyi SMS  masuk ke phone cell Siemensku. Refleks aku langsung merogoh saku celana dan mengecek SMS, siapa tahu ada informasi penting. Mungkin cuma membutuhkan waktu sekitar 30 detik untuk mengambil hape dan membaca secara kilat SMS yang masuk. Tapi yang membuat aku terkejut adalah Syamil sudah tidak berada disamping aku lagi, si kecil kelihatannya melepaskan diri dari pegangan tangan aku tanpa aku sadari. Waduh cerobohnya…belum hilang dari rasa terkejut, istriku tiba-tiba bertanya “Syamil mana bi ?”, secara refleks aku melihat ke sekeliling tidak ada tanda tanda keberadaan Syamil. Langsung dengansedikit berlari aku menuju masing-masing koridor untuk mencari Syamil.

 

Kepanikan mulai terasa setelah bertanya kepada beberapa orang pegawai rumah sakit, mereka tidak merasa melihat anak kecil sendirian. Sekilas terlihat istriku masih berdiri mematung melihatku mencari-cari Syamil, kelihatannya istriku kaget luar biasa dan sudah menebak apa yang terjadi.

 

Setelah menyusuri koridor yang ketiga, sayup-sayup aku mendengar suara anak kecil yang sangat akrab ditelinga….ya suara Syamil. Bergegas aku menuju sumber suara, ternyata betul Syamil sedang berdiri diantara lalu lalang orang-orang yang hilir mudik disepanjang koridor, Syamil sedang memandangi sekitar sambil menyapa beberapa anak kecil yang kebetulan berpapasan dengannya. Huff..Alhamdulillah lega, akhirnya Syamil ketemu. Segera aku gendong Syamil menuju ke tempat semula. Istriku yang juga sedang mencari menyambut dengan raut muka lega.

 

Setelah beberapa saat,keadaan mulai tenang. Aku langsung cerita mengenai kronologisnya. Istriku langsung menghembuskan nafas panjang diikuti dengan seruntutan pesan. Sambil diam aku mendengarkannya, ya aku memang salah dan ceroboh. Alhamdulillah  tidak terjadi apa-apa.

 

Pesan moralnya jangan lepaskan perhatian dari anak kecil apalagi balita yang menjadi pengawasan kita ditempat umum, tidak terkecuali gangguan SMS bahkan panggilan telepon. Sekiranya bisa ditunda akan jauh lebih baik.

 

 

3 thoughts on “Kehilangan si Kecil, Syamil

  1. Pesan moral wage-san
    Jangan sms-san
    kalo tak ingin kehilangan
    anak tersayang
    Kalo masih ingin sms-san
    dudukkan dia dipangkuan
    pegang dengan satu tangan
    barulah tangan yang lain sms-san

  2. “…. ternyata betul Syamil sedang berdiri diantara lalu lalang orang-orang yang hilir mudik disepanjang koridor, Syamil sedang memandangi sekitar sambil menyapa beberapa anak kecil yang kebetulan berpapasan dengannya.”

    Wah si Syamil heubat euy, kecil-kecil dah berani jalan-jalan dan menyapa orang sekitarnya. Seperti anak-anak di negara maju saja.

    Anak-anak kecil yang sehari-hari di rumah kata-katanya didengar dan dihargai oleh orang dewasa akan menjadi percaya diri untuk menyapa dan berbicara dengan orang-orang dewasa. Jadi kalo hilang, walau tetap mengkhawatirkan paling gak tidak akan separah anak yang tidak terlatih berbicara dengan orang dewasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s