Material Komposit, Efek Sinergi dan Pernikahan


Jika anda suka bermain bulu tangkis, anda dapat merasakan bahan raket bulu tangkis yang ringan tapi kuat dan kokoh saat diayunkan. Sebagian besar raket terutama yang berkualitas baik dibuat dari bahan komposit karbon diperkuat serat karbon. Bahkan sepeda pun banyak yang sudah

menggunakan material komposit untuk bahan konstruksinya, hasilnya sepeda yang ringan untuk ditenteng tapi tangguh untuk dikendarai dijalanan. Note Book VAIO Sony seri tertentu sudah mengadopsi penggunaan komposit karbon untuk bahan casingnya. Pesawat terbang ataupun Perahu menggunakan komposit serat gelas dan komposit serat karbon untuk badannya, sehingga memiliki konstruksi bada yang kokoh tapi ringan.

 

Sebetulnya apa material komposit itu ….?

 

Mungkin bagi teman-teman yang bergerak dalam bidang teknik mesin atau teknik penerbangan, istilah komposit bukan sesuatu yang asing lagi. Ijinkan saya bercerita sekilas mengenai komposit.Silakan jika ada rekan yang mengkoreksi atau menambahkan saya akan merasa senang🙂.

 

Istilah komposit secara umum dapat diartikan : paduan dari dua atau lebih material yang tidak saling mencampur yang hasilnya membentuk sifat material yang baru atau jenis material yang baru (agak tidak membumi ya bahasanya ?).

 

Kurang lebih analoginya seperti ini, material A digabungkan dengan material B membentuk paduan material A-B yang memberikan karakter material yang baru, lebih baik dari material A dan B secara terpisah. Contoh sederhana misalkan beton bertulang, paduan beton dengan “tulang-tulang besi” menjadikan beton bertulang memilki karakter tangguh untuk menopang beban yang tinggi.

 

Yang menarik bagi saya ternyata material komposit sudah digunakan oleh peradaban manusia sejak dahulu. Bangsa Mongol, yang terkenal dengan pasukan berkudanya menggunakan busur panah berbahan komposit kayu dan tulang, sehingga memiliki karakter yang kuat dan ringan, mudah untuk digunakan sambil  berkuda. Busur jenis ini termasuk senjata andalan suku nomaden mongol saat menyerbu bangsa lain. Bangsa mesir kuno sudah umum menggunakan bahan bangunan dari lumpur yang diperkuat tanah liat berbentuk kerucut (“cone”). Bahan tersebut membentuk bangunan yang kokoh.

 

Material komposit terdiri atas :

material sebagai matriks  Bahan yang menjadi penguat biasanya material dengan karakter ulet

material sebagai penguat, umumnya material berbentuk serat atau laminat dengan karakter kaku dan tangguh.

 

Filosofinya dalam material komposit terjadi distribusi beban antara material matriks dan material penguat, sehingga bahan komposit memiliki kekuatan dan ketangguhan. Beban yang diterima oleh material komposit akan di”transfer” oleh material matriks ke material penguat yang kokoh, interaksi dan kecocokan antara bahan matriks dan bahan penguat memberikan kontribusi terhadap efek penguatan material komposit. Mungkin dapat dibahasakan secara sederhana  material matriks yang ulet dan material penguat yang kaku “bergotong-royong” untuk menerima beban yang diterima.

 

Intinya adalah efek sinergi antara material matriks dan material penguat. Walaupun dalam proses dilapangan tidak sesederhana itu, ada banyak parameter-parameter teknis yang perlu diatur agar dapat menghasilkan efek sinergi antara matriks dan bahan penguat. Salah satunya adalah

rekayasa agar matriks dengan material penguat “cocok” sehingga dihasilkan efek sinergis.

 

Jenis-jenis komposit berdasarkan jenis dan bentuk material penguat:

 

Komposit serat : Komposit dengan material penguat berbentuk serat umumnya digunakan serat gelas atau serat karbon. Sejak tahun 90-an akhir  mulai berkembang penggunaan serat alam sebagai material penguat dalam komposit. Umumnya serat disusun dengan satu arah atau dibentuk sebagai suatu tenunan. Matriks penguat umumnya polimer atau karbon. Jenis komposit ini cukup meluas pengunaannya dalam banyak bidang.

 

Komposit Sandwich : bahan penguat berbentuk lapisan planar yang ditumpuk dengan susunan tertentu sehingga menghasilkan efek material yang kaku dan tangguh.

 

Komposit Flake : Material penguat berbentuk flake (serpihan), contohnya adalah ban kendaraan , dengan bahan penguat Black Carbon dan matriks karet alam yang telah divulkanisasi.

     

Jika berminat untuk mengetahui teknlogi material komposit silakan googling dengan kata kunci : material komposit, composite material, carbon composite, polymer composite, fiber reinforced composite, carbon fiber composite, natural fiber reinforced composite.

 

Sebetulnya ada hikmah yang bisa kita ambil dari material komposit ini. Mengambil analogi material komposit, sesuatu yang berbeda sifat jika dikombinasikan dengan baik dan tepat akan menghasilkan suatu karakter yang lebih baik, dibandingkan karakter masing-masing secara terpisah. Ada efek sinergi yang terjadi. Begitu juga interaksi di sebuah perusahaan, organisasi, termasuk juga dalam sebuah keluarga. Sehingga paradigma “team work” yang solid seringkali menjadi “mantra” laris yang sering dikumandangkan dalam sebuah organisasi. Memerlukan suatu kecerdasan terpadu dan kearifan untuk dapat melakukan sinergi di dlama suatu lingkungan. Output dari sinergi adalah win-win solution serta percepatan pencapaian tujuan bersama dengan turut serta memperhatikan kondisi masing-masing individu. Hal ini tentu diperlukan juga dalam lembaga pernikahan.

 

Seorang  pria dan wanita yang disatukan dalam suatu ikatan pernikahan karena Allah SWT sebetulnya sedang dalam proses melakukan sinergi dalam kehidupan, untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik, secara fisik dan spiritual. Cita-cita yang ideal adalah mencapai keridhaan Allah SWT, terpelihara kehormatan, meneruskan generasi-generasi unggul pembela Dien Islam. Proses itu pasti bukan hal yang mudah dan ringan, tidak selalu dipenuhi kisah suka. Dibalik itu akan ada banyak tantangan dan ujian. tapi disanalah letak nilai ibadah dihadapan Allah SWT. Sehingga pantas saja jika disebutkan pernikahan merupakan bagian dari kesempurnaan Dien seseorang.

 

Selamat bersinergi dan menjaga proses sinergi !!

 

One thought on “Material Komposit, Efek Sinergi dan Pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s