Fenomena blog dan situs web sosial


Menyimak ulasan majalah business week edisi 11 Juni 2008, terdapat ulasan mengenai Blog. Sebelumnya tahun 2005 saat fenomena blog belum berkembang seperti sekarang, business week juga telah menurunkan artikel tentang Blog, yang diklaim masih mendapatkan akses pembaca dengan jumlah yang tinggi (http://www.businessweek.com/magazine/content/05_18/b3931001_mz001.htm). Fenomena blog didunia maya menjadikan blog sebagai media alternatif hampir setara dengan media cetak ataupun media elektronik yang ”klasik”. Dengan berkembangnya jumlah blog dan antusiasme orang menjadi blogger menjadikan blog sebagai media alternatif yang potensial. Blog merupakan salah satu kontributor pertumbuhan web di jagat dunia digital. Technocrati mencatat saat sekarang kurang lebih mereka telah mencatat 74 juta blog yang aktif.

Setiap orang dapat menjadi jurnalis dan “penerbit” melalui blog tanpa terikat status sosial ataupun jabatan. Kelebihan lainnya dari blog sebagai media alternatif adalah ongkos produksi yang sangat rendah, bandingkan dengan biaya untuk membuat majalah atau surat kabar. Maraknya blog di era digital ini dinilai sejajar dengan penemuan mesin cetak oleh Johanes Guttenberg. Bahkan blog-blog yang memiliki isi menarik dan unik sudah memiliki pembaca setia dengan jumlah yang mengagumkan, yang bisa bersaing dengan jumlah pembaca suatu majalah atau surat kabar.

Walaupun secara umum blog mengulas topic-topik yang khusus, istilahnya “niche market” ternyata banyak transfer informasi didunia dilakukan secara efektif melalui blog. Contoh saat musibah Tsunami 2004 serta tragedi di Myanmar, blog memegang peran penting menggantikan peran media cetak dan elektronik yang terbatas. Donasi serta gerakan simpati internasional untuk kedua kejadian tersebut juga digerakkan oleh blog-blog. Bahkan pada kasus-kasus ketidak puasan konsumen terhadap suatu produk, Blog terbukti menjadi senjata efektif bagi konsumen untuk “unjuk rasa” menyatakan ketidak puasan sehingga aspirasi mereka dapat didengar oleh produsen. Contoh saat pelayanan perusahaan komputer Apple serta DELL dinilai kurang memuaskan pelanggan mereka, beberapa pelanggan berininsiatif membuat blog yang khusus untuk menyampaikan ketidak puasan mereka, sampai akhirnya mendapatkan kompensasi dan pelayanan lebih baik lagi.

Dalam perkembangan pertumbuhan situs web dikenal istilah Web 2.0 yang menunjukkan jenis web yang “hidup” dan diisi dengan contain-kontain oleh penulis secara periodic, blog termasuk salah satu diantaranya. Selain fenomena blog terdapat jenis situs-situs media sosial lainnya yang merupakan bintang kelas dalam jagat dunia web. YouTube, Twitter, Wikipedia, Facebook, MySpace, Friendster merupakan contoh situs web yang memberikan pelayanan dan peranan penting dalam media serta cara orang berkomunikasi. Situs jejaring sosial Facebook bahkan sering digunakan media untuk saling bertukar informasi dan membuat rencana proyek pekerjaan serta sebagai media menjaring tenaga kerja. Wikipedia merupakan situs ensiklopedia yang menjadi kuda hitam, tapi menunjukkan kepopuleran yang tinggi selama 3 tahun terakhir ini, memiliki jumlah pengguna di Amerika saja 59 juta naik dari 5 juta.

Dalam perkembangannya fenomena blog dan situs media sosial masih akan terus berkembang membentuk suatu jaringan sosial dan komunitas diantara pengguna dan para blogger. Pemilik blog serta pengunjung dapat saling menuliskan ide serta mendapatkan umpan balik, sehingga bisa mendapatkan informasi dan cara berkomunikasi yang efektif antara penulis dan pembaca. Sharing keilmuan, wacana sosial, topik apapun mulai dari “sampah” sampai yang berbobot penuh pencerahan, bebas untuk ditampilkan dalam blog tinggal diseleksi oleh pasar dan peminat. Blog dapat digunakan sebagai media promosi produk yang efektif, sehingga dapat menunjang aktifitas entrepeneurship. Media-media sosial akan tetap memegang peranan penting yang dapat mengubah pola komunikasi orang secara global. Orang untuk membentuk jaringan dapat menggunakan situs-situs jaringan sosial baik untuk keperluan rekreasi ataupun bisnis.

Bagaimanapun juga teknologi adalah sebuah “tool” yang paling utama adalah pemakai dan kelompok orang-orang dibaliknya (the man behind the gun), demikian juga dengan blog dan situs media sosial. Pasti ada sisi positif dan negatif dalam blog dan media sosial tinggal bagaimana teknologi tersebut diberdayakan secara optimal untuk memperolah manfaat individu ataupun manfaat sosial.

One thought on “Fenomena blog dan situs web sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s