Phone cell out door untuk para petualang


Hobi hiking dan ke gunung membuat saya suka dengan peralatan bertema out door. Termasuk dalam memilih phone cell. Saat melalui medan yang berbeda dengan lingkungan keseharian (berdebu dan berair), phone cell yang tangguh cocok untuk dijadikan alat komunikasi. Spesifikasi yang menurut saya perlu dimiliki diperlukan oleh phone cell dengan spesifikasi out door :

 Memiliki body yang kompak, ukuran sedang dan nyaman digenggam (untuk menghindari lepas dari tangan akibat licin).
 Memiliki casing yang kokoh.
 Memiliki lapisan pelindung pada casingnya baik karet atau logam (untuk memberikan daya tahan terhadap lingkungan yang berdebu atau basah).
 Daya tahan baterai yang cukup lama.
 Sinyal phone cell yang kuat.
 Untuk fasilitas tambahan seperti kamera, mp3 player, Bluetooth, GPRS sifatnya adalah pilihan.

Beberapa vendor phone cell seperti Siemens, Ericsson dan Nokia rupanya menangkap peluang untuk merangkul pangsa pasar terhadap “kaum outdoor” ini. Walaupun mungkin jumlahnya tidak sebanyak konsumen tipe konvensional tapi umumnya jenis konsumen “kaum outdoor” memiliki loyalitas merek yang cukup kuat. Tercatat beberapa tipe Phone cell yang menorehkan “legenda” bagi penggemarnya : Ericsson R250 Pro (ukuran bongsor dengan antenna yang cukup panjang), Ericsson R310 (dijuluki “Sirip Hiu” dengan antena berbalut karet, popular dikalangan komunitas Scouter dan pencinta alam), Siemens ME45 (kompak, casing berbahan polimer berkualitas tinggi ditambah seal karet), Siemens M65 (varian seri M yang dilindungi “rangka” dari logam).

Pengalaman pribadi saya yang pernah menggunakan beberapa jenis phone cell jenis out door, cukup memberikan rasa nyaman saat menggunakan dan pede karena phone cell out door tergolong “bandel”. Berikut pengalaman ber-phone cell out door ria :

SIEMENS M35
Phone cell pertama Siemens yang saya coba sekitar tahun 2002, ukuran pas dan nyaman dalam genggaman. Desain kompak, sedikit lebih berat dibandingkan phone cell vendor lain yang sekelasnya. Waktu itu saya baru tahu ternyata Siemens menggunakan klasifikasi tertentu untuk tipe-tipe phone cellnya. Seri A untuk kelas pemula (low end) dengan harga lebih ekonomis. Seri C untuk pengguna kebanyakan, fitur cukup lengkap. Seri M didesain untuk pengguna out door, umumnya desain kompak dengan bahan casing yang kokoh. Seri S ditujukan untuk pengguna upper level bahkan tergolong eksklusif. Pernah Siemens M35i saya jatuh dari meja, alhamdulillah baik-baik saja. Fiturnya cukup lengkap saat itu, phone book yang cukup banyak, WAP (walaupun tidak pernah digunakan), game yang unik, sinyal cukup kuat. Kelemahannya dari jenis Siemens ini adalah baterai yang mudah drop setelah digunakan 1 tahun. Siemens M35 saya akhirnya habis masa baktinya saat hilang di bis waktu ke luar kota.

Ericsson R310
Jenis phone cell yang sangat sering diumpai digunakan oleh para scouter atau pencinta alam. Memiliki ukuran yang cukup besar dengan antenna luar dari karet yang berbentuk seperti sirip hiu. Menu phone cell sangat standar seperti phone cell Ericsson. Umumnya karena agak sulit dimasukkan kedala saku celana atau baju, biasanya digantungkan dicelana dengan menggunakan carabiner, jadinya terlihat gagah (pemiliknya merasa gagah he2). Saya pernah pakai dari tahun 2005 sampai 2007. Phone cell ini hanya cocok untuk berkomunikasi suara, daya tampung phone book, sms yang terbatas serta belum mendukung untuk akses data/internet menjadikan kekurangan phone cell R310 ini. Ternyata harga secondnya masih stabil dan masih banyak yang mencari….luar biasa.

Siemens ME45

“the most admire phone cell that I ever had”, handset Siemens yang memiliki desain kompak, kokoh tapi cukup ringan. Saya gunakan dari tahun 2006 sampai sekarang. Berbahan polimer dilengkapi dengan seal karet. Diproduksi dengan beberapa pilihan warna, saya pernah menggunakan yang berwarna abu-abu, sekarang menggunakan yang warna hitam. Layar masih monokrom tapi memiliki ukuran layar yang lebar mampu menampilkan lima baris karakter huruf. Selain mengusung tipe phone cell outdoor Siemens ME45 ini juga dilengkapi dengan konektifitas infra merah (IrDa) dan GPRS (Global Packet Radio Service) untuk melakukan akses data. Menurut saya handset ini sudah mendekati ideal penggabungan antara desain yang tangguh dengan “jeroan” phonecell yang handal, walaupun tidak memiliki layar berwarna serta tidak dilengkapi kamera.

5 thoughts on “Phone cell out door untuk para petualang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s