Gema, sebuah ilustrasi kehidupan


Suatu hari sebuah e-mai dari seorang sahabat masuk ke inbox saya, karena menurut saya menarik saya ingin berbagi kisah hikmah ini dalam blog, sayang dari e-mail yang dikirimkan tidak disebutkan nara sumber kisah ini.

Once upon a time ….

Seorang ayah dan putranya pergi berjalan-jalan ke sebuah lembah. Sambil berbicara santai layaknya bapak dengan anak yang akrab. Anak yang masih berusia masih belia sangat menyukai perjalanan di lembah itu yang hijau penuh dengan pepohonan yang asri, dihiasi suara-suara burung yang berkicau.

 

Saat anak itu mengobrol dengan sang bapak sayup-sayup terdengar gema suaranya. Bermula dari rasa ingin tahu yang besar sang anak berteriak dengan lantang: ”siapa engkau ?”…..beberapa saat kemudian terdengan suaranya kembali hasil pentulan di lembah itu ….”siapaa engkaauu ?”. Sang anak mencoba lagi ..”kenapa meniru ?”…suara pantulan kembali bergema ”kenapaaa meniiruuu ?”. Sang anak yang masih belia, sedikit merasa aneh dengan peristiwa itu.

 

Bapak itu melihat kelakuan putranya sambil tersenyum simpul. Sambil menggandeng tangan anaknya, sang bapak pun berteriak dalam lembah itu …”siapa aku ?”…..sesaat kemudian gema pun terjadi …”siapaaa akuu ?”. Sang bapak melanjutkan ….”aku pria pemberani !”…gema kembali bergaung ”akuuu priaaa pemberani !”. ”Aku pria bersemangat !” teriak sang bapak …..”Akuuu priaa bersemangaaaat” gaung ”sang gema” menirukan.

 

Putra bapak itu agak sedikit bingung dengan kelakuan ayahnya…”kenapa pak, koq meniru ku ?”. Bapak itu tersenyum …”nak itulah hidup..bagaikan gema yang tadi kita dengar”, ”apa yang kita berikan untuk hidup kita, hidup orang lain serta kepada Yang Maha Menciptakan, akan kembali lagi hasilnya kepada kita” ujar sang Ayah.

”Jika ingin mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup, tebarlah kebahagaian dan kesuksesan dalam hidup”.

”Jika ingin mendapatkan kebaikan dan kemuliaan dalam hidup…berbuat baik dan berperilaku mulia lah, untuk kehidupanmu dan kehidupan orang lain”, ”balasan kebaikan dan kemuliaan akan engkau dapatkan”, ”jika berbuat kejahatan, cepat atau lambat, buah dari kejahatan itu akan kembali menghampirimu, bagaikan gema yang engkau dengar barusan ”.

 

Sang anak termenung mendengar petuah Ayah nya yang bijak. Kemudian sang anak tersenyum dengan wajah yang cerah..”aku mengerti pak, semoga aku dapat berperilaku seperti itu”.

 

Ayah dan anak tersebut kembali meneruskan perjalanan menyusuri lembah.

 

Analogi yang menarik (menurut saya). Pesan moral cerita ini : apa yang kita berikan dalam hidup ini akan kembali kepada kehidupan kita sendiri, jika kita memberikan kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup maka kebaikan dan kebahagiaan akan menghampiri kehidupan kita. What we  get is what we give.

 

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah SWT akan membalas kebaikan walaupun kebaikan itu nilainya sangat kecil (dalam bahasa Al-Qur’an disebutkan bagai ”biji dzarah” , skala atomik ).

Wallahu’alam Bishawab.

2 thoughts on “Gema, sebuah ilustrasi kehidupan

  1. pasti email dari jaman purbakala yah?
    saingan dengan hoax pesan si penjaga makam

    Judul aslinya klo g salah the echo of life.
    Anggapan kita kepada dunia akan menjadi kenyataan.

    Saya sibuk sekali…..hidup jadi bener2 sibuk

    Saya gak punya waktu…… jadi beneran gak punya waktu krn sibuk hal sepele

    Saya gak mungkin keluar rumah utk….. jadinya beneran ngendon di rumah seharian nonton tv ^_^

    nice story Ustad Wage, moga DKM-nya tambah jaya

  2. 🙂 @ Wagiyo Sharvonsky:
    iya betul e-mail jadul trus kemarin Jumat lihat sekilas juga di majalah bisnis review😛

    …makasih koment dan ilustrasi penjelasnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s