Ketika Larry bertemu Sergey …cerita perjalanan Google



Google sebuah perusahaan internet yang sedang menjadi pusat perhatian, memang tidak bosan untuk diceritakan. Dalam Buku The Google Story, David A. Vise dan Mark Malseed menuliskan cerita perjalanan Google secara menarik serta cerita tentang pendirinya yang masih muda, Page dan Brin.

Larry dan Sergey
Kisah Google dimulai dari Larry Page dan Sergey Brin mahasiswa program paska sarjana bidang Komputer Sains di Universitas Stanford, Amerika. Berkat kesukaan yang sama terhadap sains dan pemecahan masalah, Larry dan Sergey menjalin pertemanan. Larry dan Sergey sama-sama memiliki latar belakang keluarga akademisi. Selain keduanya sama-sama cerdas Larry dan Sergey saling melengkapi dalam sifat serta karakter. Hubungan pertemanan atau lebih tepatnya partner ini ternyata suatu saat akan melahirkan sesuatu yang revolusioner dalam dunia teknologi informasi, http://www.google.com.
Cikal bakal mesin pencari (search engine) yang mereka rancang bermula dari kekecewaan mereka saat mencari informasi dari internet di tahun 96. Informasi yang didapatkan dari mesin pencari saat itu dirasakan tidak beraturan dan tidak bermakna. Webcrawler, Lycos, Magellan, Infoseek, Excite ,Hotbot dan Altavista adalah sebagian mesin pencari saat itu yang hasilnya dirasa kurang memuaskan. Larry dan Sergey bekerja untuk merancang mesin pencari yang lebih baik dengan pendekatan yang berbeda. Larry dan Sergey menyusun suatu algoritma matematika yang dapat ”menyusuri” halaman-halaman web di internet untuk selanjutnya dilakukan pemeringkatan berdasarkan link-link nya. Sistem pemeringkatan link tersebut mereka sebut sebagai ”pagerank”. Cara ini mereka yakini akan memberikan hasil pencarian yang lebih relevan. Ide mereka berdua dituangkan dalam karya tulis “The Anatomy Of Large-Scale Hypertextual Web Search Engine”.

Google.com
Prototipe mesin pencari yang mereka buat awalnya diberi nama “BackRub”. Tahun 97 nama tersebut diubah menjadi “Google.com”, yang sebetulnya kesalahan pengejaan dari kata “Googol” yang artinya bilangan yang sangat besar. Nama Google.com terus digunakan hingga sekarang menjadi nama yang sangat familiar bagi berjuta-juta pengguna internet di dunia. Awalnya Google hanya beredar di kalangan akademisi Stanford. Dengan tampilan yang minimalis (kontras dengan desain halaman depan web umunya yang warna-warni penuh banner iklan) dan kinerja hasil pencarian yang lebih baik Google mendapat sambutan meriah. Selanjutnya Google tumbuh dan terkenal melalui publikasi dari mulut ke mulut, nyaris tanpa biaya iklan sama sekali.
Lucunya semula teknologi Google akan dijual (layaknya teknologi-teknologi lainnya hasil karya universitas) tapi tidak ada pihak yang bersedia membeli termasuk Yahoo. Akhirnya Larry dan Sergey memutuskan untuk mengelola Google secara full, mereka cuti dari Stanford. Dengan semangat bekerja keras untuk menciptakan mesin pencari terbaik yang pernah ada dua anak muda bersama beberapa orang temannya bekerja tanpa bayaran sama sekali. Beruntung beberapa orang teknopreneur Silicon Valley bersedia menginvestasikan dananya untuk Google.com. Mereka melihat Google sebagai calon bintang masa depan. Ternyata intuisi bisnis para investor tepat. Beberapa tahun kemudian Google melalui sistem iklan teks terarah yang diletakkan pada kolom sebelah kiri dari kolom hasil pencarian, menjadikan Google mesin uang di dunia internet. Pemain-pemain internet yang lebih lama tidak terlalu focus pada teknologi mesin pencari. Popularitas Google serta budaya kerja yang unik di Google Plex (kantor Google di California) menjadikan daya tarik untuk banyak talenta-talenta lulusan perguruan tinggi yang cemerlang serta pegawai teknologi tinggi. Google memiliki keunikan sebagai suatu karya teknologi yang awalnya tidak direncanakan sebagai lahan bisnis, akhirnya menjadi perusahaan internet dengan nilai financial yang fantastis.

“Saus rahasia” Google
Teknologi pencarian Google yang cemerlang dibandingkan mesin pencari lainnya menjadikan Google melejit menjadi perusahaan dotcom terkenal. Keunggulan teknologi yang terpenting dari teknologi pencarian Google adalah merancang PC-PC rakitan yang murah dengan desain tertentu serta software dan algoritma khusus sehingga menjadikan “Superkomputer” yang dapat menggerakkan pencarian cepat dalam belantara informasi internet. PC-PC tersebut dihubungkan dengan perangkat lunak dan cara penyambungan yang mereka patenkan. Hasilnya adalah jaringan PC terbesar dengan kemampuan komputasi raksasa dengan dana minim. Larry dan Page bahkan sampai memperkerjakan ahli syaraf untuk dapat mengawasi dan “kesehatan otak” jaringan supercomputer PC-nya.
Google merekrut Eric Schmidt mantan eksekutif Sun Microsystem yang jauh lebih matang usianya sebagai direktur operasional Google. Dengan Larry dan Sergey yang focus kepada produk serta pengembangan perusahaan, Google menciptakan budaya kerja yang unik seperti perusahaan teknologi umumnya. Suasana kerja Google yang dipenuhi berbagai fasilitas mirip suasana kampus. Terdapat budaya kerja 20% waktu kerja untuk proyek pribadi. Ternyata dari cara tersebut mampu melahirkan produk-produk Google yang cerdas. Para insinyur Google biasanya membuat suatu produk yang bagus tanpa memikirkan kemungkinan bisnisnya. Baru setelah jadi mereka menyusun strategi bisnis untuk produk baru.

Tumbuh berkembang
Sekarang Google tidak hanya sebatas perusahaan mesin pencari yang mendapatkan keuntungan dari iklan. Google sudah bertransformasi menjadi perusahaan software dan internet yang mulai meraksasa. Bahkan secara frontal berani berhadapan langsung dengan Microsoft, perusahaan software raksasa yang didirikan Bill Gates. Kosa kata “Googling” sekarang lazim digunakan sebagai kata kerja mencari informasi di internet.
Google selain mengasah keahliannya dalam mencari informasi secara tepat dan cepat, juga melahirkan produk-produk inovatif yang disukai dan dibutuhkan para pelanggannya. Sebut saja :
 Gmail layanan e-mail gratis dengan kapasitas besar dan fitur-fitur menarik
 Google News, kumpulan sindikasi berita-berita dari situs-situs berita
 Google Doc, program software office online gratis mirip dengan word dan excell Microsoft
 Picassa, program gratis untuk mengolah gambar
 Google Earth, layanan foto lanskap kota-kota secara 3D, lengkap dengan pembesaran
 Google Talk instant messenger versi Google, Orkut dan Knol merupakan sebagian deretan produk-produk Google.

Walaupun tidak semuanya berhasil tapi rata-rata produk Google senantiasa memperhatikan kemudahan pengguna. Salah satu obsesi Google yang dianggap kontroversial adalah usaha Google untuk memindai buku-buku yang ada diperpustakaan untuk dapat ditampilkan di internet, idenya adalah bagaimana informasi dapat diakses secara langsung melalui Google termasuk buku-buku. Lepas dari segala kecaman terhadap rencana ini terutama menyangkut aturan hak cipta, ada suatu visi dalam langkah Google untuk dapat mengelola informasi dengan baik dalam belantara dunia maya, sehingga pengguna dapat mengakses lebih mudah.

Kita lihat saja sampai sejauh mana Google berkembang dan menghasilkan produk-produk yang berguna bagi pengguna internet.

Refrensi : Vise A David, Malseed Mark, ” The Google Story”.

One thought on “Ketika Larry bertemu Sergey …cerita perjalanan Google

  1. Waduh…waktu dulu kuliah pernah tuh punya ide mau buka jasa memindahkan buku ke dalam internet, ternyata para Googler’s itu juga pernah terpikir seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s