The Apple Way, Pelajaran dari salah satu perusahaan paling inovatif di dunia


     

Jatuh Bangun Apple Computer

Apple Computer Inc, perusahaan yang bermarkas di Cupertino California merupakan perusahaan yang banyak menelurkan produk-produk “keren” dengan desain dan kinerja yang menonjol dari yang lain. Bahkan sejak awal pendiriannya di tahun 1977, Apple telah mengambil posisi sebagai perusahaan yang memiliki karakter yang kuat. Di dirikan oleh dua orang pemuda yang  eksentrik; Steve Paul Jobs dan Steve Wozniak Apple membuat PC pertama yang bisa berjalan cukup baik. Produk pertama mereka di beri nama APPLE I.  Kolaborasi kedua Steve memberikan sinergi yang kuat bagi perusahaan kecil mereka. Steve Jobs memiliki kekuatan sebagai visioner, desainer, pemimpin serta bagian deal maker. Sedangkan Woz (panggilan Steve Wozniak) merupakan Geek yang brilliant dengan kemampuan hebat untuk mendesain sirkuit elektronik dengan kinerja prima tapi dengan komponen yang minim. 

Alhasil Apple diawal perjalanannya sudah mampu meluncurkan produk-produk computer pribadi yang hebat di jamannya, APPLE I APPLE II, Macintosh merupakan produk yang disambut baik oleh pasar. Saat era 70 dan awal 80-an pasar PC hampir sama sekali belum ada. IBM yang saat itu perusahaan komputer terbesar masih fokus kepada penyediaan layanan dan produksi komputer Main Frame yang besar dan mahal untuk kalangan korporasi. Jadilah di akhir tahun 70-an Apple Computer melesat menjadi perusahaan yang sangat dikagumi, bertransformasi dari “sekedar” perusahaan di garasi rumah menjadi perusahaan besar di Silicon Valley.Bah

Bahkan Apple Computer merupakan perusahaan yang paling pertama kali memperkenalkan GUI (Graphycal User Interface) dalam sistem operasi komputernya komputernya (Macintosh), sehingga komputer dapat digunakan secara mudah melalui grafis. Teknologi penggunaan mouse, scroll atas bawah, cut and paste (sesuatu yang sekarang mungkin kita anggap hal yang biasa) saat itu merupakan terobosan yang revolusioner (saat itu Microsoft dengan DOS-nya hanyalah tampilan hitam putih yang menjemukan).

Seiring berjalannya waktu dan iklim persaingan yang keras dalam industri teknologi, Apple mengalami masa-masa sulit. Sepeninggal Steve Jobs yang “didepak” keluar oleh pemegang saham, Apple seperti mengalami kehilangan jati diri dan menjalani masa-masa tersulit sepanjang perjalanan bisnisnya. Pangsa pasar yang tergerus oleh dominasi komputer PC Wintel (Windows-Intel), krisis kepemimpinan sampai citra produk yang merosot dimata konsumen menjadikan Apple diramalkan akan “musnah”. Kembalinya Steve Jobs menjadi CEO Apple seakan memulihkan “jiwa” Apple. Visi yang kuat yang dimiliki Steve Jobs serta kepemimpinannya teruji kembali. Perbaikan dan pemulihan Apple mulai berjalan. Produk-produk baru yang inovatif, ramah pengguna, desain yang elegan kembali diluncurkan lagi oleh Apple.

i-Mac komputer trendi dengan desain unik, diluncurkan oleh Apple saat Jobs kembali memimpin.I-Mac menjadikan Apple kembali diperhitungkan dalam percaturan bisnis computer. Penyempurnaan sistem operasi yang digunakan Apple turut mendongkrak kinerja produknya. Sistem pemasaran mulai dibenahi. Dan titik balik yang menjadikan Apple “hidup kembali” adalah melalui produknya yang dinilai merevolusi industri musik; pemutar mp3 iPod. iPod laris manis seperi kacang goreng dan mampu memberikan cash flow yang baik bagi Apple. Apple mulai merambah bisnis music melalui iPod dan iTune. Dalam bidang telekomunikasi, Apple meluncurkan Apple iPhone yang didesain secara elegan dan diserap pasar dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelajaran dari Apple

Jadilah berbeda (secara positif) dari kompetitor. Dengan tagline THINK DIFFERENT Apple menempatkan diri sebagai perusahaan dengan labe anti kemapanan yang memproduksi produk premium yang berkelas. Desain yang elegan, kinerja yang baik merupakan citra yang tertanam kuat dalam setiap produk-produk Apple. Apple mendefinisiskan perbedaan sebagai suatu citra “keren” dan tidak pasaran, berbeda dengan kebanyakan orang. Citra Apple sebagai desainer produk yang “berkelas” dinyatakan oleh Steve Jobs sendiri : “ Kami tidak menganggap rendah orang lain. Kami benar-benar yakin bahwa banyak orang yang menginginkan sesuatu yang benar-benar bagus, yang benar-benar mereka hargai. Dan daripada memproduksi produk murahan yang dijual beberapa ratus dollar lebih murah, kami memproduksi produk yang diinginkan banyak orangdan yang dapat mereka gunakan selama bertahun-tahun, walaupun harganya lebih mahal. Setiap orang cerdas; mereka pasti memahami hal ini”.

Tetap berinovasi untuk dapat melahirkan produk-produk yang hebat. Komputer Macintosh, i-Mac, Power Book,iPod dikenal dengan keunggulan mudah digunakan serta “intuitif”. Konsumen yang menggunakannya merasa senang dan bangga. Untuk dapat membuat produk-produk teknologi tinggi yang nyaman dan ramah pengguna bukan hal yang mudah. Diperlukan inovasi yang tepat untuk itu. Riset yang konsisten serta terintegrasi dapat membantu melahirkan inovasi-inovasi yang membuat pasar menerima produk dengan baik. Apple cukup banyak memberikan perhatian terhadap inovasi serta riset yang kuat.

Berikan yang terbaik untuk pelanggan. Produk terbaik secara terintegrasi, memberikan nilai yang lebih kepada konsumen. Menjaga ikatan emosional antara produk-konsumen dan perusahaan akan menjadikan konsumen loyal kepada kita. Walaupun pangsa pasar yang dimilik tidak dominan, ikatan yang kuat dengan pelanggan akan memberikan kekuatan tersendiri dalam bisnis. Berikan produk “premium” kepada konsumen.

Lakukan proses untuk membawa estetika dalam produk secara penuh. Kerjakan produk secara keseluruhan jangan setengah-setengah. Perusahaan desain terbaik di dunia membangun merek dan citra mereka melalui mengaplikasikan estetika yang tanpa henti. Estetika dapat diperoleh melalui hasil pengamatan yang cerdas terhadap lingkungan di sekeliling kita.

Berikan dukungan teknis yang diperlukan para pelanggan dan mereka akan memberikan imbalan berupa image positif. Dukungan teknis purna jual mengenai produk yang ditawarkan akan meningkatkan kecintaan konsumen kepada produk yang ditawarkan serta produsen itu sendiri. Tercipta suatu simbiosis mutualisme yang kuat jika hal ini diterapkan dalam bisnis.

Citra perusahaan yang baik bagaikan pedang bermata dua. Saat suatu perusahaan mencoba menjaga citra dengan baik setiap kebijakan dan aktifitas harus sesuai dengan citra yang coba dibangun. Jika terjadi ketidak konsistenan maka akan mengaburkan citra yang sedang dibangun itu sendiri.

Lakukan sosialisasi produk kita secara sederhana, elegan dan dibumbui rasa humor.  Black Campaign dalam promosi produk bukanlah tindakan yang bijak, terutama dalam jangka panjang. Dalam persaingan bisnis yang kian sengit sudah umum terjadi kolaborasi antara perusahaan untuk menjaga pasar. Pihak yang dianggap “musuh” saat ini bisa jadi akan berubah menjadi partner bisnis di masa depan. Iklan-iklan yang diluncurkan Apple cukup unik walaupun ada beberapa yang dinilai tidak tepat karena memiliki contain black campaign.

Pemimpin yang hebat menerapkan nilai-nilai yang hebat dalam kepemimpinannya. Pemimpin yang hebat merupakan inspirator dari suatu perusahaan. Kepemimpinan efektif akan melahirkan transfer nilai-nilai yang baik dalam organisasi tentunya harus dicontohkan oleh pemimpin itu. Jargon “Leader is the one who know the way, show the way and through the way” berlaku.

Steve Jobs memang kharismatik dan dianggap jenius dalam hal produk desain. Jobs dengan karakter visioner dan perfectionist walaupun ada juga pandangan miring buat dirinya. Tapi ditangan dirinyalah kelihatannya Apple berada dalam jalur yang benar. Tapi apakah Apple = Steve Jobs ?, Apple masih terlalu Steve Jobs, demikian komentar seorang penggemar Apple.

Kelihatannya ketergantungan yang terlalu kuat terhadap pemimpin merupakan  kelemahan organisasi. . Pemimpin yang baik kelihatannya harus mampu menularkan inspirasinya kedalam perusahaan sehingga perusahaan dapat tumbuh berkembang menjadi Living Organization. Kita lihat sampai sejauh mana Apple bertahan dan mempertahankan citranya sebagai perusahaan berteknologi tinggi yang keren.

Disadur dari “Jeffrey L, Cruickshank, The Apple Way; 12 pelajaran manajemen dari perusahaan paling inovatif didunia, alih bahasa, penerbit Esensi-Erlangga Group”.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s