Wikinomics, kekuatan kolaborasi massal


wikinomicsMungkin sudah tidak asing lagi jika kita mendengar istilah : Linux, Open Source project, Human Genome project, Wikipedia, Facebook, Blog, Instant Messege, Flickr. Apa kesamaan dari nama-nama diatas? Semua produk ataupun aktifitas tersebut merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak ataupun melibatkan banyak pihak dalam penggunaannya.

Di tengah semaraknya teknologi digital muncul suatu kecenderungan ekonomi baru yang bertumpu kepada kekuatan kolaborasi massal. Dengan menggunakan fasilitas internet yang semakin maju, para pelaku bisni dan pengembang berkolaborasi membangun sesuatu hal yang baru. Ternyata hasil yang didapatkan melalui proses kolaborasi massal tersebut memiliki banyak kelebihan dibandingkan hasil kerja secara konvensional. Don Tapscott dalam bukunya memberikan istilah “Wikinomics” untuk perkembangan ekonomi berbasi kolaborasi dan sinergi. Wiki merujuk kepada bahasa Hawaii yang artinya : cepat. Menurut Don Tapscott Wikinomics memiliki empat prinsip yaitu : keterbukaan, peering, berbagi dan bertindak global. Suatu konsep yang percaya bahwa kolaborasi, saling berbagi pengetahuan akan memicu sinergitas yang positif yang tentunya akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Beberapa contoh studi kasus yang menarik diantaranya :
1. Linux, sistem operasi komputer yang bersifat Open Source, dikembangkan melibatkan ribuan pengembang dberbagai pelosok dunia. Di distribusikan hampir dengan gratis, memiliki tingkat stabilitas serta kinerja yang tidak kalah dengan sistem operasi berbayar yang sudah lebih dulu beken. Ada yang memperkirakan Linux ini akan menjadi sistem operasi masa depan. Untuk pangsa pasar OS Server Linux memegang market share yang dominan. IBM, Novell, AMD merupakan salah satu jajaran korporasi teknologi global yang memberikan perhatian besar terhadap Linux.

2. Wikipedia ensiklopedia online yang gratis, ketenarannya melebihi Britannica Ensiclopedia. Walaupun ada isu artikel-artikel yang tidak objektif, Wikipedia mampu memberikan contoh kinerja yang baik mengenai bagaimana suatu kolaborasi massal dalam menyusun informasi dapat disusun serta disajikan dengan baik dan cepat. Walaupun banyak kritikan untuk Wikipedia tapi kehadiran ensiklopedia online gratis ini memberikan suatu contoh proses kolaborasi efektif dan sinergis.

3. Blog menjadikan semua orang dapat menulis dan dipublish secara online dengan biaya yang sangat rendah. Teknologi internet yang berevolusi menjadi istilah Web 2.0 menjadikan para netter internet tidak hanya sebagai konsumen konten tapi juga sebagai “produser” konten. Tulisan, musik, video dapat disususn dan dipublikasikan melalui blog. Blog memiliki kekuatan hampir setara dengan media informasi konvensional. Sekelompok blogger amatir dengan visi yang kuat lebih diperhitungkan dibandingkan seorang jurnalis kawakan sekalipun.

4. Innocentive, alih-alih mempekerjakan banyak tenaga ahli untuk pengembangan dan penelitian, situs Innocentive dibuat untuk mempublikasikan permasalahan (terutama permasalahan kimia dan rekayasa kimia). Untuk selanjutnya para pengguna internet yang memiliki keahlian dapat memberikan solusi, tentunya akan diberikan imbalan jika solusi yang diberikan visible.Jadilah Innocentive menjadi wadah untuk memiliki sumber daya manusia dengan talenta-talenta terbaik skala global.

…………………………………………………………………………………………………………………………..
Intinya mungkin pekerjaan yang dikerjakan banyak pihak yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi dapat menghasilkan produk yang berkualitas walaupun secara fisik si pelaku tidak selalu harus berinteraksi fisik. Bagaimana di Indonesia ????

(ditulis dengan menggunakan produk wikinomic : Ubuntu Intrepid Ibex, browser Modzilla Firefox😀 )

3 thoughts on “Wikinomics, kekuatan kolaborasi massal

  1. AssalamualaikumWR WB Bang Wage,

    Inspiratif buat pelaku bisnis macam saya ini. Ingin sekali menjadi pelaku, ini juga sedang mempelajari Know How dengan belajar mengadopsi budaya manusia dan teknologinya.

    Terinspirasi oleh Outliers ( Gladwell, 2008). Ada aspek “tidak terlihat” sebagai unsur berpengaruh yang harus kita perhatikan juga, yaitu peluang dan lingkungan manusia yang di sekitarnya.

    Salam sukses Bang Wage

    1. Waalaykumsalam Wr Wb Mas Galih…
      wah makasih nih sudah berkunjung ke blog sya,
      untuk yang wikinomics ini sayang sya belum bisa ngeresensi isinya yang lain jadi masih banyak hal-hal yang terlewat.

      Btw Mas Galih berencana menulis resensi The Outliers ? sya tunggu lho🙂
      saya jadi tertarik baca buku-bukunya Malcolm Galdwell setelah membaca Competitive Intellegent. Sekarang lagi baca Tipping Point, menarik juga.

      Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s