Bisnis dan GO OPEN SOURCE


Dell-Desktop-ubuntu-linux

Berbicara mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia bisnis adalah berbicara juga mengenai nilai kompetitif. Bagaimana tidak, TIK sekarang menjadi salah satu kunci untuk dapat meraih keunggulan dalam iklim usaha yang makin ketat persaingannya. TIK tidak hanya sekedar tool dalam menjalankan core-business tapi juga sebagai daya ungkit untuk memberikan kekuatan dalam meraih pangsa pasar. Maka tidak heran banyak perusahaan yang mengalokasikan dana cukup besar untuk “belanja” TIK yang tentunya dibarengi dengan komitmen yang besar untuk mengmplementasikannya.

Selama ini TIK yang di implementasikan dalam perusahaan-perusahaan skala menengah dan besar masih didominasi perangkat-perangkat lunak berbayar (proprietary). Sebut saja vendor Microsoft, vendor perangkat lunak raksasa dunia yang menyediakan berbagai perangkat lunak kebutuhan perusahaan. Tapi dengan keharusan membayar lisensi aplikasi perangkat lunak dalam kisaran harga yang cukup tinggi membuat perusahaan-perusahaan mencari alternatif lainnya yang lebih ekonomis dengan kemampuan yang handal. Mulailah Open Source System (OSS) dilirik oleh perusahaan-perusahaan.


OO

Apalagi dalam situasi ekonomi yang belum stabil dimana “cash” adalah hal yang vital, maka pengehematan besar-besaran perlu dilakukan agar bisa bertahan. OSS merupakan sistem perangkat lunak yang membebaskan para penggunanya dari biaya lisensi yang mahal. Untuk dapat menggunakannya para pemakai dapat tidak dikenakan biaya ataupun sejumlah biaya tertentu yang tidak begitu besar. Contoh untuk satu unit desktop standar biaya perangkat lunak proprietary dapat mencapai $500 sedangkan jika menggunakan OSS biaya yang diperlukan cukup 1/5-nya. Walaupun tidak betul-betul gratis penggunaan Open Source memberikan nilai kompetitif dari segi ekonomi dan kebebasan untuk memodifikasi sesuai dengan kebutuhan, karena pengguna dapat memodifikasi source code nya untuk memperoleh kinerja dan penyesuaian yang diperlukan sesuai kebutuhan. Hal yang sama sekali tidak bisa dilakukan dalam lingkungan sistem perangkat lunak berbayar.


Banyak perusahaan-perusahaan yang mulai mengimplementasikan Open Source System dalam lingkungan teknologi informasinya. Penggunaan Open Source System memberikan kontribusi efisiensi dari perusahaan-perusahaan dalam memberikan produk atau layanan jasa, perusahaan-perusahaan teknologi tinggi di India dan Cina contohnya. Open Source System disini bisa berarti perangkat lunak yang dibangun dalam template Open Source seperti sistem operasi desktop Linux (serta ratusan turunannya), perangkat lunak yang digunakan untuk keperluan tertentu, Server, email client, aplikasi perangkat Office, data base. Vendor-vendor yang menawarkan produk dan service seputar Open Source System pun mulai banyak bahkan di support oleh vendor teknologi yang bukan OSS. Contohnya adalah NOVELL yang mendapat dukungan AMD atau RED HAT yang memiliki dukungan IBM.


Di Indonesia sendiri implementasi OSS mulai marak digunakan oleh banyak perusahaan skala kecil, menengah dan besar. Apalagi saat isu legalitas perangkat lunak kencang berhembus banyak perusahaan-perusahaan kecil yang switch ke Open Source. Contoh yang paling gampang dijumpai adalah warnet-warnet (warung internet). Untuk skala perusahaan besar, PT. Telekomunikasi Indonesia, Bank Mandiri tbk, PT Tempo Inti Media telah mulai dan sudah menggunakan Open Source System. Tantangan yang dihadapi saat “shifting” ini adalah penyesuaian terhadap pengguna serta pelatihan yang harus kontinu. Karena selama ini pengguna sudah terbiasa bekerja dengan komputer dengan lingkungan sistem proprietary, saat mulai menggunakan Open Source System umumnya mengalami masalah-masalah teknis akibat belum terbiasa. Umumnya makin banyak pengguna dalam suatu perusahaan maka energi untuk membiasakan mereka lancar makin besar juga. Disini biasanya dapat menggunakan jasa outsourcing untuk pelatihan dan implementasi Open Source System. Memang saat transisi ini tidak nyaman dan tidak mudah tapi begitu sistem Open Source ini berhasil digunakan akan banyak diperoleh nilai tambah bagi perusahaan dan para pengguna. Biaya belanja TIK yang ekonomis, stabilitas serta kinerja OSS yang baik dan tidak kalah kualitasnya di banding sistem proprietary.


Menarik menyimak komentar salah seorang top eksekutif IBM Indoensia bahwa Open Source selain faktor technical juga memerlukan perhatian yang khusus dari segi economical. Open Source System harus dimaintain terus dan versi yang diupdate sebagai bentuk penyempurnaan. Sehingga skala ekonomis Open Source System dapat tercapai, yang pada akhirnya betul-betul memberikan value yang optimal kepada para pengguna. Peran hubungan yang erat dan sinergis antara para pembuat software OSS – pemakai/perusahaan pengguna – pemerintah memegang peranan penting dalam mencapai skala ekonomis OSS. Pembuat OSS dapat menyediakan produk OSS yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga ada keseimbangan pemakaian produk OSS. Di satu sisi pemerintah sebagai regulator dapat menjaga iklim yang kondusif dengan memberikan insentif terkait pemakaian OSS. Tapi lepas dari itu juga hal lainnya yang tidak kalah penting adalah komitmen dari segenap para pengguna untuk memanfaatkan OSS agar dapat lebih produktif secara efisien.


Bagaimana dengan anda, tertarik untuk mulai Go Open Source ?.

4 thoughts on “Bisnis dan GO OPEN SOURCE

  1. Open source bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan kita
    Jadi luwes, bisa ditarik ulur sesuai sikon dan mengikuti perkembangan perusahaan.

    Rasanya kelebihan itu sangat perlu digaris bawahi
    (disamping harga yang lebih ekonomis)

  2. Buat perusahaan besar “harga murah” tidak akan menggoda mereka untuk beralih ke open source. Repotnya proses perubahan akan membuat faktor harga kurang menarik buat mereka.

    Lain halnya dengan “kemudahan melakukan modifikasi”. Barangkali faktor ini sangat menarik buat perusahaan-perusahaan yang setiap saat harus cepat berubah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dan perubahan regulasi.

    1. @Man In Blue,

      betul mas kelebihan lain dari Open Source System dapat lebih fleksibel dikostumisasi sesuai kebutuhan tanpa terbentur lisensi Vendor🙂

      thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s