Great teacher “Mr.B”, catatan mengenai seorang guru teladan


Sepanjang perjalanan kita menempuh jalur pendidikan pasti kita pernah menjumpai guru-guru hebat yang layak menjadi teladan dan memberikan inspirasi. Terinspirasi oleh film lawas Dangerous Mind serta dorama Gokusen jadi terusik ingin menuliskan seorang profil guru yang (menurut saya) sangat layak menjadi teladan dan cukup jarang ditemui dalam lingkungan akademis.

Seorang dosen disebuah perguruan tinggi teknologi terkemuka tanah air, memiliki keahlian dalam bidang korosi, material keramik dan karbon. Selain kemampuan akademis yang mumpuni ternyata sang dosen ini pun memiliki hobi dalam bidang elektronik, seni rupa serta mampu menggunakan beberapa alat musik seperti flute, biola dan gitar. Wah mantapp, seimbang sekali antara otak kiri dan otak kanan. Itu adalah sisi kelebihan beliau dengan kapasitas seorang akademisi dan peneliti. Kami (mahasiswa-mahasiwa bimbingannya) terkadang menyebut beliau dengan sebutan “mr.B”. Tapi satu hal yan membuat saya dan teman-teman lainnya terkesan adalah attitude beliau. Tidak hanya transfer ilmu dan pengetahuan yang beliau lakukan tapi ada hal-hal yang lebih dari itu. Transfer idealisme, semangat serta nilai-nilai religius. Sesuatu hal yang masih agak jarang dilakukan dalam lingkungan perguruan tinggi pada umumnya. Sesuatu yang agak mirip dengan yang dilakukan tokoh Yankumi dalam dorama Gokusen walaupun cara beliau lebih “halus”.

Satu hal yang juga tidak kalah pentingnya contoh keteladanan serta dedikasi terhadap tugas yang beliau contohkan. Sangat-sangat jarang sekali beliau membatalkan perkuliahan atau agenda tatap muka penelitian, tanpa sebab yang jelas atau tanpa pemberitahuan sebelumnya, walaupun mengajar jam 18:00 (ada pergeseran jadwal kuliah dan agenda presentasi). Atau sering beliau saat kuliah pagi membawa sendiri Slide Projector (saat itu LCD projector masih barang langka) dari jurusan ketempat kuliah lantai 3, padahal berat lho dan beliau tidak pernah meminta kepada mahasiwa untuk membawakannya. Akhirnya kami peserta kuliah suka berlomba-lomba dating lebih pagi agar kami bisa membawa Slide Projector tsb. “Bagi saya mengajar itu adalah ibadah” kata beliau, kata-kata itu masih terekam kuat dalam benak ingatan saya saat sehabis diskusi topik penelitian. Hal lainnya yang sering beliau ingatkan adalah sebagai seorang lulusan akademis kami harus memberikan kontribusi positif bagi umat apapun itu.

Maka tak heran kelas-kelas kuliah yang diajar oleh beliau, terutama kuliah pilihan banyak diminati para mahasiswa. Walaupun terkenal beliau suka membuat soal yang susah, unik, ujian Open-Book tapi tidak menyurutkan para peserta kuliah. Bagi saya sendiri seakan ada keasyikan tersendiri dalam mengikuti kuliah beliau, metode pengajaran yang unik, contoh serta ilustrasi yang membumi. Bahkan terkadang beliau suka membawa barang-barang atau suatu prototype yang menggambarkan konsep kelilmuan yang sedang kami pelajari. Pernah beliau membawa mainan kapal-kapalan dari kaleng dengan bahan bakar minyak kelapa. Yang biasanya suka dijual dipinggir jalan (sekarang kayaknya sudah musnah jenis mainan seperti ini). Kapal tersebut digunakan untuk ilustrasi konsep-konsep proses termodinamika yang beliau ajarkan. Dan hal lain yang paling kami ingat saat akses terhadap informasi yang masih kurang, harga buku yang masih mahal bagi ukran kantong mahasiswa yang pas-pasan beliau sering meminjamkan buku-buku ataupun sengaja menyebarkan artikel-artikel ilmiah kepada mahasiswanya .

Kerendahan hati, dedikasi serta keteladanan beliau selama mengajar dan kesabaran menghadapi aneka ragam mahasiswanya membuat kami semua, yang pernah diajar oleh beliau menyimpan rasa hormat yang mendalam bahkan setelah kami lulus. Tahun 2001-2004 Saya dan beberapa orang teman masih suka menyempatkan silaturahim ke rumah beliau. Dan ternyata kesederhanaan dan kearifan dalam mengajar beliau bawa juga kedalam ruang lingkup keluarga beliau. Mungkin profil mr.B ini merupakan contoh dari sekian banyak guru-guru teladan yang ada dinegara ini. Yang mendarma baktikan hidupnya untuk mendidik tidak hanya sebatas mengajar. Walaupun terkadang dinegara ini masih kurang apresiasi yang diberikan kepada guru, cukup julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

………………………………………………………………………………………………….. Kepada Bpk B Terimakasih banyak atas segala yang bapak lakukan kepada kami semoga segala kebaikan bapak mendapatkan balasan oleh Allah SWT sebagai amal shalih yang terbaik

Danke Mr.B, Sie sind die besten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s