Word of Mouth Marketing (WOMM)….dahsyatnya kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut


Konsumen sebagai sasaran bidik sebuah produk sebetulnya memiliki potensi yang besar untuk memasarkan produk yang dipasarkan. Bagaikan virus yang dapat melakukan penyebaran sangat cepat yang semula hanya diawali oleh satu orang yang memiliki jaringan luas, dapat memberikan pengaruh terhadap pemasaran sebuah produk. Rekomendasi dan pemasaran “dari mulut ke mulut”.

Sehingga saat produk memiliki nilai positif akan memiliki peluang yan sangat besar untuk direkomendasikan konsumen kepada konsumen yang lainnya dan begitu juga sebaliknya saat produk yang dilempar kepasaran dinilai memiliki nilai negatif, maka akan mendapatkan publisikasi negatif oleh para konsumen. Bahkan hasil penelitian sebuah lembaga research menunjukkan untuk hal-hal yang negatif (Negative Word of Mouth, NWOM) memiliki angka penyebaran yang lebih besar dibandingkan hal-hal yang positif (Positive Word of Mouth, PWOM). Berdasarkan hasil riset rata-rata konsumen di Indoensia menceritakan hal yang positif kepada 7 orang, sedangkan hal yang negatif kepada 11 orang. Cukup significant bukan ?. Ternyata konsumen sendiri memiliki kontribusi terhadap aktifitas pemasaran dan pencitraan produk entah itu barang ataupun jasa. Contoh yang mudah terlihat dalam realita adalah bagaimana rumah makan-rumah makan yang sederhana tapi memiliki keunikan tetap mendapatkan pelanggan padahal mereka tidak pernah beriklan sama sekali dalam media massa. Ya kekuatan pemasaran lewat mulut para pelanggannya. Fenomena ini diangkat juga oleh Jurnalis Malcolm Gladwell dalam bukunya “THE TIPPING POINT”. Yang secara umum menyajikan analisa bagaimana hal-hal yang besar dipengaruhi oleh hal-hal kecil termasuk aktifitas Word of Mouth dalam pemasaran.

Sehingga dengan melihat kekuatan pengaruh pemasaran dari mulut ke mulut produsen sebuah produk  perlu untuk lebih fokus dalam menjalankan Word of Mouth Marketing. Membuat para pelanggan kita membicarakan (do the talking), mempromosikan (do the promotion) dan menjual (do the selling).

Dalam aktifitas Word of Mouth Marketing, produsen dapat memanfaatkan para pelanggan potensialnya untuk memberikan kontribusi merubah konsumen lainnya menjadi bersikap positif terhadap produk yang dipasarkan. Para pelanggan ini merupakan profitable talkers yang memiliki pengaruh serta jaringan yang cukup besar untuk mempengaruhi konsumen yang lainnya untuk menjadi positif, mencoba dan membeli produk.

Dalam buku THE TIPPING POINT, Malcolm Gladwell menyajikan analisa mengenai bagaimana beberapa golongan orang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap masyarakat. Entah itu membentuk opini, menggerakkan massa sampai mempromosikan suatu produk. Malcolm menyebut golongan tersebut sebagai para Maven (orang bijak), Connector (penghubung), Salesman (penjual). Masing-masing memberikan kontribusi yang besar dalam memberikan pengaruh kepada massa.

Maven (orang bijak) merupakan orang dengan perbendaharaan informasi yang banyak terutama informasi-informasi baru. Para Maven ini memiliki kecenderungan untuk berbagi pengetahuan yang dimilikinya dengan orang lain tanpa pamrih. Bagi mereka membantu dan menolong orang lain adalah suatu kepuasan. Salesman (penjual), golongan orang yang memiliki pengaruh yang kuat untuk dapat mempengaruhi orang lain secara halus. Umumnya tipe-tipe orang yang memiliki kemampuan lebih dalam hal bernegosiasi dan mempengaruhi.  Connector (penghubung) merupakan tipe orang yang memiliki akses pergaulan yang luas kedalam berbagai jenis kalangan strata social serta mampu “menghubungkan” diantara mereka. Tipe-tipe orang tersebut kemungkinan besar juga terdapat dalam pelanggan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Bayangkan kekuatan pemasaran yang muncul jika mereka merekomendasikan sebuah produk.

Banyak perusahaan-perusahaan yang mensponsori komunitas pengguna produk, menggandeng pelanggan potensial untuk menjadi “agen” yang dapat membantu memasarkan. Di tengah kelesuan belanja iklan konvensional di media massa serta tuntutan untuk berasing ketat dalam iklim bisnis yang masih kelabu, aktifitas Word of Mouth Marketing merupakan salah satu “resep” jitu untuk meningkatkan brand image produk dan mendongkrak keuntungan usaha.

Bahkan produk-produk berteknologi tinggi serta perusahaan-perusahaan baru banyak menggunakan aktifitas pemasaran Word of Mouth Marketing ini. Produk RIM, Smartphone Blackberry, situs pencarian Google, situs took online Amazon.com, situs jejaring sosial FaceBook merupakan salah satu contoh bagaimana kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut memberikan hasil citra positif  dimata konsumen, sehingga memunculkan ketertarikan untuk mencoba dan menggunakan produk mereka.

Tentunya hal ini harus dibarengi dengan penyajian produk yang prima bukan hanya sekedar lips service. Sehingga pelanggan betul-betl tergerak untuk mempromosikan dan memberikan kontribusi pemasaran yang significant. Make your custumers do the talking, promoting and selling.

Refrensi : Businessweek Mei 2009, Sumardy Head of Consulting Octovate

9 thoughts on “Word of Mouth Marketing (WOMM)….dahsyatnya kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut

  1. wahh.. menarik sekali topiknya. kebetulan sedang bingung sm WOM. Word of Mouth ini bisa dijadikan sebagai variabel tidak ya dalam penulisan skripsi saya. saya masih ragu. mohon petunjuknya. trims

  2. yah bener juga tuh Bang Wage! Pengen bakso, sate atau siomay yang ‘enak’, kita juga nanya-nanya teman. Kalo Abang mo umroh pasti nanya-nanya temen yang pernah pake travel yang bagus.

    Btw kalo kata-kata dari seorang ternama di TV termasuk WOMM gak sih?

  3. Satu lagi bang Wage, kalo tulisan di bawah email abang yang bilang:

    “Sent from my BlackBerry(r) smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
    > Teruuusss…!”

    Masuk work of mouth marketing gak tuh???
    hehehhehe!

  4. Kalo dipikir2 “mouth” dalam WOMM itu gak selalu harus berupa kata-kata lisan dalam sebuah tatap muka kali yah?.

    Bisa juga berupa SMS, email atau kata-kata yang muncul dari seseorang yang muncul di TV atau radio. Apalagi bila orang tersebut dipercaya publik. Dua yang terakhir ini kemungkinan penyebarannya akan jauh lebih cepat….

  5. Pemicu WOMMM bisa juga berupa klinik konsultasi, atau pa aja deh namanya yang digelar satu produk di sebuah kampus atau kantor, misalnya produsen hp bisa memberikan tips-tips optimasi penggunaan smartphone.

    Nantinya orang-orang yang pernah “ditraining” itu bisa ngajarin teman-temannya cara melakukan hal-hal selain nelpon, sms, moto & browsing pada smartphone. Jadi manfaat smartphone bisa bener-bener beda dengan hape biasa. Kan bagus banget tuh buat nilai tambah produk!!

  6. Sepertinya paragraf terakhir itu penting banget loh! Salah satu inti dari WOMM adalah REVIEW oleh USER.

    Seseorang memakai produk dan merasakan lalu berbagi pengalaman dengan orang lain. Jadi kalo produknya kurang bagus dan orang kecewa, justru sebaliknya yang akan terjadi. Apalagi kalo yang kecewa itu orang yang expert dan kata-katanya dipercaya oleh orang banyak.

  7. WOMM kayaknya banyak terjadi pada pengguna facebook. Ada yang diajak sama temen-temen lama untuk joinan di facebook. Ada juga yang accountnya dibuatin temen, trus pertama facebook dicuekin, tapi tiba-tiba jadi semangat saat ada temen SD nongol di facebook!

    WOMM banget tuh!!!

    1. Wah bung Joe makasih banyak kunjungan dan komentar marathonnya,🙂
      Pemicu womm banyak juga bisa dari tulisan dan lisan.Disini yang banyak bekerja adalah konsumen yang tergerak untuk mempromosikan produk, walaupun tidak selalu membuat rekan2nya membeli minimal memberikan citra positif bagi image produk. Ini akan berhasil klo memang produknya reliable.

      Facebook bisa dikatakan kesuksesannya akibat aksi WOMM,

      Jika tertarik buku the tipping point layak dibaca bung Joe.
      Dan ternyata aktifitas WOMM ini bisa digunakan tidak hanya untuk bisnis. Untuk transformasi masyarakat dan personal branding juga dapat digunakan…

      Salam
      #wage#

  8. hmmm….
    kadang kLo qt tanya usaha kecil menengah terutama industri makanan
    strategi pemasaranna apa nii???
    banyak yG jawab mulut ke mulut….
    sebenerna mereka tw g c klu mulut ke mulut tu da strategina sendiri biar hasilna lbih optimal???
    trus pa mreka tw tentang WOM???
    trus mulut ke mulut yG mereka mksud tu kira2 seperti apa???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s