Kekuatan dalam kesederhanaan


Saya suka kagum pada orang yang mampu memberikan penjelasan atau “mentrransfer” ilmu dengan bahasa yang sederhana & mudah dipahami. Memang kemampuan seperti itu merupakan hasil dari suatu pemahaman yang matang atau hasil pengalaman yang panjang. Tipe orang2 yang seperti itu menggunakan bahasa yang “membumi” alih-alih menggunakan bahasa “langit”.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengikuti kursus singkat mengenai sistem pendingin untuk penyimpanan vaksin. Mentornya adalah salah seorang insinyur senior di peusahaan. Tanpa menggunakan istilah yang rumit apalagi persamaan-persamaan Termodinamika beliau mampu menjabarkan proses pendingin menjadi suatu cerita yang menarik untuk disimak. Membuat kami para peserta lebih sering mengangguk daripada mengernyitkan kening : ).

Pendapat saya keterampilan untuk mampu meramu hal yang rumit menjadi hal yang lebih sederhana adalah keterampilan yang berguna dimanapun kita berada. Tidak hanya dikampus atau didunia kerja, tapi dikeluarga serta di masyarakat luas keterampilan itu akan banyak bermanfaat.

Seorang dosen pernah berbagi cerita saat mengambil program Ph.D bidang ilmu bahan, profesornya saat penelitian memberi tugas untuk mempresentasikan hasil risetnya kepada istri sang dosen tsb, yang tentunya adalah orang awam untuk bidang ilmu rekayasa material. “Jika anda mampu menjelaskan hasil riset anda kepada istri anda maka kemungkinan besar anda akan berhasil saat sidang desertasi nanti”…begitu sang profesor berujar. Dan memang sang dosen ini memiliki kekhasan dalam mengajar, materi-materi kuliah yang rumit dalam ilmu material disajikan dalam kelas dengan bahasa populer yang mudah dipahami.

Dalam bukunya A Brief History of Time, fisikawan kondang Stephen Hawkin menuliskan konsep Fisika Modern mengenai ruang, waktu dalam bentuk tulisan yang populer. Tanpa ada persamaan-persamaan fisika yang rumit. Tapi tidak menghilangkan inti dari penjelasan yang disampaikannya dalam bidang Fisika Modern, Luar Biasa !.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda “sampaikan Islam dengan bahasa masing-masing kaum”. Ternyata dalam berdakwah pun dianjurkan dengan bahasa sederhana yang penuh hikmah. Dan dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW senantiasa mencontohkan berdakwah dengan bahasa yang mudah dipahami. Bahasa dakwah islam yang disampaikan oleh beliau kepada seorang arab badui berbeda dengan yang disampaikan kepada Kaisar Romawi timur.

Terkadang kita terlalu berkutat dalam hal yang detail dan istilah-istilah ilmiah tapi belum menyentuh inti dari sebuah keilmuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s