Mike Lazaridis, sosok enterpreneur “bertangan dingin” di balik keberhasilan RIM-BlackBerry


Mike Lazaridis

Dibalik keberhasilan produk dan teknologi Smartphone BlackBerry terdapat sebuah perusahaan bermarkas di Waterloo Canada, RIM (Research In Motion).

Dibalik sebuah perusahaan RIM serta kekuatan inovasi dan teknologi mobile, terdapat sosok bertangan dingin yang merintis dan mengembangkan RIM & BlackBerry menjadi sebuah teknologi dan perangkat penting dalam teknologi komunikasi mobile abad ini. Sosok itu adalah sang pendiri RIM, Mike Lazaridis.

Walaupun jarang dibahas di media sebetulnya sosok Mike Lazaridis ini adalah sosok penting dan dihormati dikalangan pakar-pakar teknologi, tidak kalah dengan para technopreneur dari Silicon Valley.

Mike sejak kecil memiliki ketertarikan dan bakat yang besar terhadap sains dan teknik. Mike Lazaridis yang akhirnya memilih bidang studi elektronika mengambil kuliah di Waterloo University jurusan teknik listrik dan ilmu komputer. Sambil kuliah Mike sudah terjun kebidang wirausaha yang terkait dengan teknologi yang dipelajarinya. Selama kuliah di Waterloo University Mike lebih fokus ke teknologi nirkabel. Pengalaman berinteraksi dengan dosen-dosen kuliahnya dan pengalaman dilab memberikan inspirasi bagi Mike untuk menggabungkan teknologi komputer dengan jaringan nirkabel seperti e-mail, yang dipercaya akan menjadi suatu teknologi masa depan.

Smartphone BlackBerry

Sampai akhirnya memilih untuk drop-out dari perguruan tinggi agar bisa focus ke bisnis yang dirintisnya. Nama perusahaan yang dirintis Mike bernama Research In Motion (RIM). Proyek pertama yang ditanganinya adalah mendesain display industrial untuk General Motor pada tahun 1984 dengan nilai kontrak $560.000. Untuk dana diperoleh dari pinjaman orang tua. Untuk memperkuat bisnisnya Mike menggandeng sobatnya yang juga sama-sama penyuka radio amatir, Douglas Fregin. Jadilah Douglas sebagai karyawan pertama RIM.

Tahun 1987 Mike Lazaridis mendapatkan proyek untuk mengembangkan perangkat lunak untuk jaringan data nirkabel yang masih merupakan teknologi yang belum mapan. Pengalaman ini memberikan ide dan inspirasi bagi Mike dan RIM untuk membuat perangkat mobile BlackBerry, yang dirilis 12 tahun kemudian. Mike Lazaridis menyebutkan bahwa teknologi jaringan data nirkabel banyak mengandung kesukaran-kesukaran teknis dan proses yang inefisien, tapi dengan pendekatan yang sederhana mampu merubah menjadi teknologi yang diperlukan oleh banyak pihak. Teknologi BlackBerry sendiri awalnya terinspirasi teknologi penyeranta digital (pager).

Konsep teknologi ini diambil untuk mendesain teknologi jaringan data nirkabel yang senantiasa terhubungkan, real time serta tidakmengganggu jaringan lainnya. Teknologi jaringan data nirkabel inilah yang menjadi fundamental pengembangan teknologi komunikasi ala RIM dengan perangkat BlackBerry.

Nama BlackBerry sendiri awalnya adalah “PocketLink” yang berubah menjadi “Strawberry” sampai akhirnya bertransformasi menjadi merek BlackBerry sampai sekarang.

Tahun 1992 untuk memperkuat bisnis RIM, Mike Lazaridis merekrut Jim Balsillie sebagai co-CEO RIM untuk membantu mengoperasikan strategi bisnis sedangkan Mike bisa focus ke masalah pengembangan teknologi RIM.

Jim Balsillie

Salah satu resep kesuksesan Mike dalam membesarkan RIM dan BlackBerry adalah semangat inovasi dan jeli menangkap peluang. Sesuatu yang sering dilihat pada jiwa-jiwa entrepreneur. Semangat untuk terus mengasah teknologi dan kelebihan yang dimiliki, dibarengi dengan proses inovasi yang tanpa henti. Hal ini menjadikan BlackBerry RIM dibawah komando Mike Lazaridis dan startegi bisnis handal Jim Balsillie menjadi sebuah icon teknologi mobile abad ini.

BlackBerry berkembang dari sebuah perangkat mobile untuk komunikasi data menjadi peranti komunikasi global. Yang memberikan kemudahan komunikasi serta aktifitas bisnis dan hiburan melalui sebuah perangkat dan teknologi yang dapat diandalkan.

Hal yang patut kita tiru, biarpun sudah sukses, Lazaridis tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Ia tetap banyak belajar dan selalu melakukan riset. Maka tidak heran, ia tidak “hanya” menjadi seorang ahli teknologi. Dia juga menguasai manajemen, pemasaran, dan strategi invasi produk ke penjuru dunia! Luar biasa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s