Resensi Buku DELIVERING Happiness, Tony Hsieh CEO Zappos


At Zappos we think it’s important for employees to grow both personally and professionally. It’s important to constantly challenge and strech your self, and not be stuck in a job where you don’t fell like you are growing or learning”

=Tony Hsieh=

Membaca buku DELIVERING Happiness dari Tony Hsieh (Hsieh diucapkan sebagai “Shai”) seakan membaca buku novel dengan tokoh utamanya seorang pengusaha muda yang dinamis. Ya buku ini lebih mirip buku memoar daripada sebuah buku bisnis yang kaku dengan konsep-konsep yang ditulis secara formal dan serius.

Tapi walaupun mirip sebuah buku memoar buku ini menyampaikan pesan-pesan, wisdom yang dalam tidak hanya untuk menjalankan sebuah bisnis tapi juga “attitude” individu dan organisasi yang dapat dilakukan dalam hidup bermasyarakat.

Salah satu pesan yang sangat kuat ditonjolkan dalam buku ini adalah bagaimana “passionate” individu serta budaya organisasi yang kuat dan baik, akan membawa kebaikan bagi banyak pihak serta tentunya profit bagi organisasi bisnis.

Tony Hsieh lebih dikenal sebagai CEO Zappos.com sebuah perusahaan ritel online yang berbasis di Las Vegas. Perusahaan online ini banyak menjadi bahan ulasan media dan publik karena memiliki budaya perusahaan yang unik dan memiliki cara-cara unik dalam menjalankan bisnisnya. Budaya utama ramah kepada pelanggan sudah menjadi DNA perusahaan ini.

Dan Buku DELIVERING Happiness ini pun saya peroleh dengan cuma-cuma saat ada promosi di web deliveringhappiness.com, dan saya mendaftarkan sebagai blogger disitus itu…Awesome baik juga ya Zappos ini, padahal saya bukan pelanggan mereka lho ^_^.

Tony Hsieh memaparkan ide-ide serta pengalaman “petualangan wirausahanya” dalam buku ini dengan bahasa yang casual, enak dibaca serta sangat “bergizi”. Karir wirausahan Tony Hsieh dimulai dari bisnis pizza saat kuliah di Harvard bersama rekannya, tapi disaat belia juga Tony pernah berbisnis cacing. Dilahirkan dari keluarga imigran Taiwan, Tony mendapatkan lingkungan keluarga pekerja keras yang memberikan pendidikan yang layak. Selepas dari Harvard Jurusan Computer Science, Tony mendapatkan pekerjaan di Oracle sebuah perusahaan pengembang IT & data base terkemuka.

Tapi mendapatkan pekerjaan yang nyaman tidak membuat kreativitas nya untuk berkarir dalam dunia wirausaha tumpul, bersama koleganya berdua mereka membuat perusahaan Internet. Awal pendirian perusahaan tersebut lebih didasarkan atas keinginan yang kuat untuk membuat sesuatu yang baru. Saya pribadi sangat salut terhadap passionate Tony Hsieh yang senantiasa ingin berkreasi menciptakan sesuatu yang baru dan menarik, walaupun belum tentu akan menghasilkan profit.

Ternyata menjalankan perusahaan sendiri (yang diberi nama LinkExchange) lebih menarik passion Tony ketimbang pekerjaan statis di Oracle, akhirnya Tony resign dari Oracle walaupun masa depan LinkExchange ini belum jelas akan kemana. Beberapa saat menjalankan Link Exchange dengan koleganya Sanjay ternyata mulai memberikan titik terang, bahkan ada seseorang yang mau membelinya dengan nilai $1Juta dollar di tahun 1996. Tapi karena masih merasa exciting dengan perusahaan LinkExchange-nya Tony menolak tawaran yang menggiurkan tersebut.

Barulah beberapa tahun kemudian LinkExchange dibeli oleh Microsoft sebesar $265 Juta. Keadaan ini membuat Tony menjadi OKB (Orang Kaya Baru) tapi nyaris gaya hidupnya tidak berubah, gaya hidup minimalis dan berorientasi produktifitas ketimbang konsumtif menjadi gaya hidup Tony.

Dengan uang hasil akuisisi perusahaannya Tony membuat Frog Venture, sebuah firma pendanaan perusahaan-perusahaan start-up yang berpotensi (seperti hal perusahaan LinkExchange yang didirikannya).

Perjalan Frog Venture menjadikan Tony berkenalan dengan penggagas ide usaha bisnis sepatu via online dengan situs “Shoesite” setelah beberapa kali berinteraksi antara Tony dan para penggagas “Shoesite” lahirlah “Zappos” toko online yang menjual sepatu. Istilah Zappos awalnya dari bahasa spanyol ; “zapatos” yang akhirnya berubah menjadi Zappos. Sebetulnya ide ini tidak terlalu menarik Tony pada awalnya , bejualan sepatu via internet akan tetapi riset memberikan data pangsa pasar sepatu di Amerika bernilai $40 Miliar, dengan penjualan lewat surat melalui katalog bernilai pasar $2 Miliar dan akan terus tumbuh berkembang. Jadi ada pasar menjanjikan diluar sana jika digarap serius.

Ternyata perjalanan bisnis Zappos bak roller coster banyak permasalahan-permasalahan yang terjadi mulai dari iklim pasar yang berubah dan berhentinya pendanaan dari venture lainnya. Akhirnya Tony full invest di Zappos dan terlibat secara intens dalam hal operasional menjadi CEO Zappos.

Liku-liku serta suka duka membangun Zappos ini menyita seluruh energi dan kapital yang Tony miliki, padahal dengan uang yang telah diperolehnya sebetulnya ia tidak berlu susah payah bekerja keras. Tapi Tony menuliskan “I believe experince more valuable than money”, dengan didasari passion untuk membangun Zappos, Tony mendapatkan tugas barunya yangmenantang sebagai nakhoda Zappos. Saya sangat menikmati membaca episode-episode Tony membalikkan Zappos yang awalnya minim cash, dengan membuat kebijakan-kebijakan “penyelamatan” yang gigih serta cerdas. Salah satu pengalaman yang saya rekam baik dari Tony ini adalah “jangan sekali-kali melakukan out-source untuk proses yang terkait dengan bisnis inti kita, jika itu dilakukan kita akan kehilangan kendali terhadap kualitas. Kualitas yang menjadikan konsumen “terikat” dengan kita” .

Yang unik dari Zappos ini adalah cara Tony menjalankan bisnisnya dengan cara-cara unik yang membawa “kebaikan dan kesenangan” bagi banyak pihak, baik itu konsumen, pegawai, ataupun vendor dan investor. Kegigihan dalam menjalankan cara bisnis yang baik dengan budaya kerja perusahaan yang kuat dan positif tidak sia-sia, tercatat Zappos mampu mebukukan penjualan tahunan, 2008 = $ 1Miliar (padahal tahun 1999, nyaris sama sekali tidak ada keuntungan, tahun 2000 = $1,6 Juta). Satu hal yang unik lainnya di Zappos terdapat budaya para karyawannya menuliskan budaya Zappos sesuai dengan persepsi dan pengalaman mereka, tanpa diedit oleh Tony sebagai CEO. Dan akan dikompilasi menjadi Zappos Book Of Culture yang diterbitkan hampir setiap tahun. Salah satu hal utama yang saya simak adalah Zappos mampu membentuk komunitas yang tidak hanya terikat sebagai rekan kerja tapi juga muncul ikatan sahabat dan keluarga, Mantapp.

Kegigihan Tony untuk membangun bisnis yang digerakkan oleh passion setiap orang di Zappos dalam koridor budaya organisasi yang egaliter, team-work yang kuat serta keinginan untuk memberikan yang terbaik. Budaya perusahaan ini tidak hanya dipampang tapi sudah menjadi “darah daging” bagi seluruh “keluarga besar” Zappos. Jauh dari nilai-nilai feodal yang terkadang banyak dianut diperusahaan yang ada di negeri ini.

  1. Deliver WOW Through service
  2. Embrace and Drive Change
  3. Create Fun and a Little Weirdness
  4. Be Adventurous, creative and open minded
  5. Pursue Growth and Learning
  6. Build Open and Honest Relationship with Communication
  7. Build positive team and family spirit
  8. Do More With Less
  9. Be Passionate and Determined
  10. Be Humble

10 poin diatas adalah kalimat-kalimat yang bisa menggambarkan dan menjadi dasar budaya kerja di Zappos, Fun, Creative but High Productivity. Awesome.

Tahun 2009 Zappos “diakuisisi” oleh Amazon retail online terbesar dengan nilai $1,2 Miliar. Walaupunsudah menjadi bagian dari Amazon, Zappos tetap dilepas sebagai entotas yang mandiri, dengan budayanya yang unik.

Walaupun Tony Hsieh lebih senang menyebut ini bukan sebagai akuisisi tapi “Zappos and Amazon sit on tree together”. Zappos diyakini akan lebih mendapatkan percepatan pertumbuhan bisnis, budaya kerja jika berpartner dengan Amazon yang juga hampir memiliki kultur dan sumber daya yang melimpah. Jika Amazon.com terkenal dengan High Tech-nya maka Zappos terkenal dengan “High Touch”nya.

It’s not just only business it is the process how we could bring happiness for all of customer and people around us.

Buku yang “bergizi” dan menarik menurut saya, selain Tony Hsieh yang menulis juga ada kolom-kolom berupa hasil tulisan karyawan, kolega yang menjadi pendukung kuat pengalaman dilapangan terhadap paparan Tony.

Great Job Tony ^_^

9 thoughts on “Resensi Buku DELIVERING Happiness, Tony Hsieh CEO Zappos

  1. terima kasih tulisannya…sangat menginsiprasi…

    mengenai buku ini, saya coba cari ke gramedia kok blum ada….mungkin harus nunggu yach…

    salam

    mofied

    1. Bang mofied, buku yg dimaksud saya dpt yg berbahasa mandarin , saya iseng translate dgn pendidikan saya yg minim ini selama 7 bulan , baru selesai 1/3 , namun lbh sayang lagi laptop saya konslate.rusak , tak tahu gmn mendapatkan kembali data susah payah Saya

  2. Terimakasih atas kunjungannya mas Moefid, Salam Kenal🙂

    Iya mas kelihatannya bukunya belum ada dalam versi terjemahan Bahasa Indonesia. Jika berminat coba saja ke PeriPlus, Time atau toko-toko buku impor. Atau coba hunting di internet, barangkali ada ebooknya🙂.

    Salam

    Wage

  3. resensi nya konfrehensif banget mas. serasa membaca buku aslinya. terimakasih sdh posting. secara saya menunggu edisi terjemahanannya aja… *ngarep mode ON*

  4. Terimakasih kunjungannya pak Agus, salam kenal.

    Semoga ada hikmah yang bisa diambil, tapi memang lebih enak baca langsung.Tony Hsieh ini memang luar biasa🙂. Banyak pelajaran-pelajaran berharga yang bisa dipetik.

    Denger2 buku Delivering Happiness ini mau diterbitkan dalam bahasa Indonesia, tapi tidak jelas kapan.

    Wassalam

    Wage

  5. @grandchief : terimakasih atas kunjungannya mas,

    saya kebetulan sudah dapat bukunya, waktu itu registrasi di situs nya sebagai Blogger dan Alhamdulillah dikirim gratis.

  6. Buku tersebut yg saya dapat dalam bahasa mandarin berjudul 把快樂還給自己 ( happiness is in yourself ) , bagi yg ingin saling sharing , dapat saling menambah ilmu , saya bersedia memberikan pasal demi pasal kepada yg berminat, saya berpendidikan smu tdk tamat , hanya bisa berikan sesuai kemampuan. Buku ini sangat bagus utk usaha ataupun diri sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s