Sisi lain dari konflik bersenjata :Tentara Bayaran


Kejadian konflik kekerasan dan bersenjata hampir kerap terjadi dimuka bumi. Hampir seusia dengan kehadiran manusia itu sendiri dimuka bumi ini.

Ada fenomena yang cukup menarik menjadi perhatian, yaitu munculnya tentara bayaran (soldier of fortune/mercenary/private military company) yang kerap kali hadir dalam konflik bersenjata diberbagai belahan dunia.

Tentara bayaran secara sederhana adalah sekelompok tentara yang bertempur demi uang atau imbalan materi lainnya, bukan berdasar atas ideologi pertahanan ataupun keterikatan terhadap sebuah negara/tugas kenegaraan. Sebetulnya sejarah tentara bayaran ini sudah cukup tua, mulai dari jaman Romawi, dengan direkrutnya suku Germanic menjadi tentara bayaran. Swiss legion diera abad 14. Bahkan dimasa penjajahan Belanda dibumi nusantara, kehadiran tentara bayaran mewarnai sejarah perlawanan yang panjang. Marsose di episode perang Aceh,perang Paderi dan KNIL ( Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) di era paska kemerdekaan.

Sekelompok Tentara KNIL

Tentara Marsose di Perang Aceh

Kehadiran tentara bayaran seperti halnya produk jasa lainnya dalam sebuah pasar, ada pihak yang menyediakan dan ada pihak yang membutuhkan. Kedua belah pihak saling mengambil keuntungan.

Di era modern abad XXI ini, petualangan para tentara bayaran tetap “eksis”. Bahkan sudah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan layaknya perusahaan pada umumnya. Mereka sekarang lebih “nyaman” menyebut dirinya sebagai “private military companies” (PMC). Dan nilai pasar yang digarap oleh para tentara-tentara bayaran PMC ini sangat fantastis, kisaran ratusan juta $. “Portofolio produk”yang ditawarkan oleh para PMC ini beragam mulai dari konsultan keamanan, analis intelejen, pelatih tentara lokal, pengawalan para pejabat, pengawalan barang-barang logistik dan tentu saja pelayan yang terpadu dalam sebuah daerah konflik, membantu melakukan kudeta adalah salah satunya.

BlackWater World Wide (sekarang Xe service LLC), Dyn Corp, Executive Outcome adalahbeberapa nama-nama PMC yang terkenal. Bahkan BlackWater diperkirakan adalah PMC terbesar dari negeri Paman Sam. Kontrak-kontrak keamanan ratusan juta dollar telah berhasil digaetnya dari Departemen Pertahanan USA.

Daerah-daerah konflik seperti Afganistan, Irak, Pakistan menjadi “sumber uang” bagi para tentara bayaran dari PMC tersebut. Personal PMC rata-rata adalah eks pasukan khusus semisal SAS (Special Air Service; pasukan khusus Inggris), French Legionerre (Perancis), SEAL(USA), Ranger (USA). Persenjataan yang dimiliki para PMC besar seperti BlackWater cukup lengkap mulai dari kendaraan tempur (ranpur), Tank, pesawat tempur. Bahkan fasilitas latiha BlackWater yang super lengkap sering dipakai sebagai tempat pelatihan tentara reguler Amerika.

Umumnya motif para mantan pasukan khusus untuk memiliki “karir” kedua dibisnis tentara bayaran tidak jauh dari bayaran yang cukup tinggi. Kira2 mencapai lebih dari sepuluh kali lipat dari bayaran reguler tentara. Motif lainnya, karakter para mantan tentara khusus ini yang masih “merindukan” suasana pertempuran,sehingga sukar untuk bisa menerima kehidupan sipil. “Danger is our business” cocok jadi misi para PMC ini.

Kiprah para serdadu bayaran ini tidak lepas dari kontroversi. Para tentara PMC seperti BlackWater bisa lebih memicu persengketaan yang lebih lama dan memang itu faktanya. Bahkan lebih parah lagi para PMC menjadi perpanjangan tangan negara2 pengguna jasa mereka (Amerika) terutama untuk melakukan misi-misi kotor.Dan jika aksi misi kotor tersebut terungkap ke publik, pihak negara penyewa akan dengan ringannya menyangkal.

Jika ditelusuri kejadian-kejadian di Irak,Afganistan memberikan fakta bagaimana para PMC ini “bermain mata” dengan negara penyewa seperti USA. Dan pada akhirnya akan memperpanjang konflik perang asimetrik di negara-negara krisis.

Tentara Bayaran BlackWater di Irak

Kejadian terakhir yang makin mendiskriditkan PMC, dalam kasus ini BlackWater adalah insiden penembakan rakyat sipil di Irak oleh para tentara bayaran BlackWater yang brutal.

Tak ayal lagi PMC pun menjadi target para resistent (para pejuang lokal).

Fenomena kehadiran tentara bayaran/PMC/shadow company penyedia jasa militer merupakan salah satu bukti bahwa dalam perang ada pihak-pihak yang mendulang keuntungan. Walaupun dengan cara-cara berdarah

3 thoughts on “Sisi lain dari konflik bersenjata :Tentara Bayaran

  1. Buat apa perang dengan emosi tinggi , hanya merugikan para penduduk lokal yang rugi juga negaranya sendiri. Artikel yang mengingatkan saya akan perang irak terhadap palestina yang tidak kunjung berdamai , semoga sukses selalu dan saya tunggu kunjungan anda di website saya.thx

  2. Buat apa perang dengan emosi tinggi , hanya merugikan para penduduk lokal yang rugi juga negaranya sendiri. Artikel yang mengingatkan saya akan perang irak terhadap palestina yang tidak kunjung berdamai , semoga sukses selalu dan saya tunggu kunjungan anda di website saya.thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s