Fitrah; Membesarkan Allah SWT serta Mengecilkan Mahluk


Sebentar lagi Ramadhan akan berakhir, momen-momen yang terasa menginspirasi dan terasa penuh “spirit” ini akan segera berakhir. Tapi semoga semangat dan spiritnya tetap terbawa ke dalam waktu-waktu berikutnya. Gegap gembira masyarakat dalam menyambut 1 Syawal sudah sangat terasa dan terlihat. Yang mudik, yang belanja adalah pemandangan rutin yang kita jumpai saat menjelang Idul Fitri.

Saat setelah melalui Ramadhan dan aktifitas ibadah-ibadah Ramadhan (konteks ibadah disini adalah ibadah ritual serta ibadah “sosial”) diharapkan kita dapat kembali kepada fitrah. Kalau dalam bahasa Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah : 183) adalah menjadi bertakqawa. Manusia menjadi bertaqwa adalah sesuatu bentuk yang fitrah, karena hakekatnya semua mahluk ciptaan Allah SWT (termasuk manusia) taat dan tunduk patuh kepada aturan Illahi. Walaupun untuk manusia ada kebebasan untuk memilih ketaatan atau kemaksiatan kepada Rabb, yang tentunya diikuti oleh konsekuensi yang harus ditanggung.

Fitrah adalah “kacamata” Illahi dalam diri kita, maka saat kita dapat memaknai dan menyadari ibadah shaum Ramadhan dan aktifitas ibadah lainnya, maka kita dapat melihat segala sesuatu melalui “kacamata” Illahi. Artinya kita dapat merasa nikmat beribadah, ingin selalu melakukan kebaikan dan jijik terhadap kedzaliman serta kemaksiatan.

Segala hal yang bersifat materi terkadang selama ini dilihat sebagai sesuatu yang wah dan menjadi tujuan puncak  hidup. Keberhasilan , kesuksesan yang disandarkan kuantitas materi ataupun ketenaran seakan-akan menjadi berhala yang tidak kita sadari.

Dengan kita kembali kepada fitrah ini maka sudut pandang kita terhadap kehidupan menjadi berubah. Orientasi terhadap nilai-nilai yang telah dituntukan dalam aturan Illahi menjadi guideline yang betul-betul diterapkan dalam setiap detik waktu hidup kita. Pola pikir, pola sikap, pula ucap dan pola gerak kehidupan senantiasa mengacu kepada guideline tersebut.

Maka jika sebelumnya kita sering melihat kilau kebendaan, kekuasaan sebagai sesuatu yang besar dan menjadi tujuan utama. Maka sekarang kita semua melihatnya sebagai sesuatu yang kecil yang tidak ada apa-apanya dibandingkan ke Maha Kuasaan Allah SWT, Rabb Pencipta Alam Semesta. Benda-benda tersebut mempunyai arti semata-mata hanya sebagai sarana dan fasilitas untuk dapat “mengangkat” diri kita dihadapan Allah SWT, bukan dihadapan sesama mahluk yang lemah bernama manusia.

Seperti hal nya para sahabat Rasulullah SAW;  Abu Bakar Ash Sidiq r.a, Umar Bin Khattab r.a, Usman Bin Affan r.a, Ali Bin Abi Thalib r.a, Abdurrahman Bin Auf  r.a yang mampu menempatkan segala kelebihan yang Allah SWT titipkan, baik itu harta dan kekuasaan dalam koridor memperjuangkan Islam dan kepentingan umat. Terdapat episode Abu Bakar yang mensedekahkan semua hartanya di jalan Allah SWT. Terdapat juga sejarah bagaimana Abdurrahman Bin Auf r.a mensedekahkan berpuluh-puluh unta bermuatan penuh saat masyarakat muslim dilanda paceklik berkepanjangan.

Semoga setelah melewati Ramadhan ini kita semua dapat bertrasnformasi menjadi pribadi yang shalih, baik secara individu ataupun sosial. Kembali fitrah yang artinya membesarkan Allah SWT dan mengecilkan mahluk. Walaupun bukan berarti Allah SWT perlu kita besarkan, karena tanpa manusia pun Allah SWT sudah memiliki sifat yang Agung dan Besar. Tapi membesarkan Sang Maha Pencipta, Allah SWT adalah bagian dari proses kita untuk “mendekat” kepada Nya.

Sehingga saat kita kehilangan sesuatu yang bersifat materi ataupun kesenangan kita tidak terlalu larut dalam penyesalan dan kesedihan. Dan saat kita kehilangan kesempatan untuk beribadah dan berbuat kebaikan bagi diri kita ataupun lingkungan masyarakat maka kita akan merasa menyesal dan sedih. Karena berkurang kesempatan kita untuk memperbaiki derajat kita dihadapanNya, kesempatan yang bisa jadi tidak akan pernah diperoleh kembali, seperti halnya Ramadhan ini yang akan segera berakhir.

Wallahu’alam Bishawab

Selamat Idul Fitri 1 Syawal  sahabat, semoga kita semua termasuk golongan orang yang kembali kepada fitrah yang telah Allah SWT tetapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s