Kekuatan Dalam 140karakter; Twitter & Richard Branson


Sebetulnya saya bukan pengguna Twitter yang aktif atau kecanduan ngtweet. Sudah beberapa minggu ini sudah jauh berkurang mengakses situs-situs jejaring sosial seperti Facebook. Tapi secara pribadi Twitter masih banyak memberikan nilai tambah berupa sumber berita, inspirasi ataupun masukan-masukan positif lainnya. Walaupun ada juga informasi “nyeleneh” yang bikin “gatal-gatal” dan “alergi”.

Cuma ada hal yang unik kemarin sore (tanggal 27 September 2010). Terkait dengan kunjungan sir Richard Branson, pengusaha eksentrik asal Inggris yang diundang oleh BNI 46 dalam rangka inspiirng lecture. Banyak orang-orang yang saya follow nge-Tweet konten yang terkait dengan kuliah dari sir Richard ini. Ada yang nge-Tweet masih dijalan, ada yang nge-Tweet sir Richard naik andong, ada juga yang nge-Tweet sir Richard ini pakai batik. Pokoknya tweet tentang Branson ini berseliweran di Twitter yang muncul di home screen twitter saya.

Beliau-beliau ngetweet tentang Richard Branson, entah ingin eksis (karena peserta yang diundang hadir dalam kuliah sir Richard ini terbatas) atau memang ingin berbagi ilmu dari apa yang didapat kepada para follower mereka. Yang jelas sir Richard ini “cukup naik daun” di Twitter Indonesia. Sampai seorang temang nge-bbm ” siapa siy Richard Branson itu ?”.

Fenomena kecil dan lokal cukup menunjukkan bukti bahwa Twitter dengan kesederhanaan 140 karakter dan fitur yang lebih terbatas, bisa menjadi media alternatif yang unik.

Dalam kasus ini, para follower dari orang-orang yang hadir di kuliah sir Richard ini rata-rata mendapat resume-resume poin-poin yang disampaikan oleh sang pengusaha eksentrik tersebut. Rata-rata para audiens yang aktif di twitter dengan sukarela mengirim pesan tweet. terkait apa yang disampaikan Richard Branson. Baik berupa ide-ide enterpreneurship versi Richard Branson sampai apresiasinya terkait batik🙂 .

Jadilah live broadcasting via Twitter. Walaupun hanya berbasis teks dan dibatasi 140 karakter, tapi essensi informasi dapat tetap disebar luaskan. Dengan keterbatasan 140 karakter (sepanjang sms) penulis tweet akan menyampaikan pesannya secara singkat dan padat. Jadi memang tepat jika twitter ini bukan situs jejaring sosial tapi lebih tepatnya “Situs Mikroblogging”. Adapun interaksi serta hubungan follower-following terjadi akibat kecocokan alur informasi yang dibutuhkan oleh masing-masing pengguna Twitter.

Di situs teknologi Mashable (www.mashable.com) bahkan terdapat hand book panduan Twitter yang lengkap dan komprehensif. Terutama bagi pengguna Twitter yang ingin mengoptimalkan kicauannya untuk mendukung aktifitas profesioanlismenya. Salah satu poin yang saya garis bawahi dalam hand book tersebut, adalah banyak berbagi ilmu, informasi atau pengalaman yang baik dalam Twitter akan memberikan poin positif bagi pemilik account Twitter. Baik berupa jumlah following yang meningkat ataupun “keeksisan di Twitterland” yang diakui secara positif (bukan keeksisan yang didasarkan atas kontroversi dan cari-cari perhatian orang lain).

Seperti halnya produk-produk teknologi lainnya, Twitter ini pun hanya sebatas tool atau alat berkomunikasi. Saya pribadi sependapat Twitter ada kelebihan dan sisi positifnya.

Tapi kekurangannya pun ada. Salah satunya yang sering saya cermati adalah pesan 140 karakter sering kali menjadi salah tangkap apalagi jika dipakai untuk menyampai isu-isu yang cukup sensitif. Sehingga akhirnya bukan hasil positif yang dihasilkan tapi debat kusir dan penghujatan yang muncul.

Pesan moral nya mungkin yang bisa ditarik dimanapun kita berada termasuk di Twitterland tetap ada etika yang harus diterapkan. Etika yang dapat membawa interaksi serta alur informasi-komunikasi merupakan aktifitas yang membawa value serta menambah nilai produktifitas.

Wage Indrya N (https://wagenugraha.wordpress.com)

2 thoughts on “Kekuatan Dalam 140karakter; Twitter & Richard Branson

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s