Sekilas Buku “Free; The Future Of a Radical Price”


Menarik sekali membaca buku Chris Anderson dengan judul “Free ; The Future Of a Radical Price”. Chris memaparkan ekonomi gratis yang sekarang muncul terutama dengan berkembangnya internet sebagai bagian aktifitas kehidupan.

Di dalam bukunya Chris memaparkan bahwa dengan memberikan harga cuma-cuma terhadap suatu produk, produsen tetap dapat memperoleh keuntungan finansial serta popularitas dikalangan konsumen. Nilai suatu produk tidak melulu harus dikonversi menjadi nilai nominal uang, tapi juga bisa bernilai sebagai suatu popularitas ataupun daya sebar yang lebih luas jika diberikan secara gratis.

Ekonomi digital yang makin berkembang seiring dengan perkembangan internet turut mendukung paradigma ekonomi gratis. Teknologi internet yang berbasis teknologi byte dimana konten ataupun layanan yang ada bersifat digital. Bukan berupa wujud fisik (Chris Anderson membahasakan dengan teknologi atom). Yang pada akhirnya biaya untuk memproduksi produk byte sangat sangat rendah dibandingkan memproduksi produk teknologi atom.

Contoh nyata perusahaan-perusahaan yang mengembangkan ekonomi gratis di era internet ini sudah cukup banyak. Bahkan bisa disebutkan sudah sangat lekat dengan kehidupan kita. Misalkan Google, Yahoo Mail, Facebook, Twitter, Wikipedia, detik.com.

Google raksasa internet dunia dinilai cukup berhasil memberikan produk & layanan yang gratis dan sangat berguna bagi para pemakai internet. Mulai dari layanan pencarian Google, Google Mail, Google Map,Google Earth, Picassa, Sketch Up. Produk-produk Google yang berkualitas diberikan secara cuma-cuma bagi para pengguna. Menjadikan para pemakai internet tertarik memakai Google. Yang pada akhirnya Google mendapatkan keuntungan finansial bukan dari menjual layanannya,akan tetapi salah satunya melalui pemasangan iklan yang terarah. Cara cerdas dan elegan untuk “memonetisasi” besarnya pemakai yang menggunakan layanan Google.

Hem Facebook, siapa yang tidak mengenal layanan media sosial ini?. Bahkan sang pendiri Mark Zuckerberg dinobatkan sebagai person of the year 2010,karena dinilai mampu memudahkan orang saling berinteraksi sosial di internet. Seperti halnya Google, Facebook serta segala layanannya sebagai media sosial menarik ratusan juta pelanggan untuk menggunakannya. Dan semua layanannya diberikan secara gratis. Twitter pun melakukan strategi yang sama. Situs micro-blogging ini menyediakan layanan gratis bagi para pengguna untuk berinteraksi dengan 140 karakter huruf.

Wikipedia, ensiklopedia gratis memberikan akses informasi hasil dari kontribusi ribuan orang melalui internet. Para kontributor Wikipedia inipun tidak dibayar,tapi mereka mendapatkan kepuasan dan pengakuan. Wikipedia sebagai ensiklopedia gratis mampu menandingi Britanica Ensiklopedia yang berbayar dan telah lebih dahulu dikenal.

Contoh ekonomi gratis yang cukup “sakti” adalah situs berita detik.com. Portal berita ini menyediakan berita gratis yang senantiasa update setiap saat. Keuntungan finansial bagi detik.com diperoleh dari iklan yang dipasang di situs berita.

Kekuatan ekonomi gratis lainnya yang melegenda adalah sistem operasi komputer Linux yang bersaing dengan sistem operasi berbayar; Microsoft Windows. Linux OS cukup memiliki kekuatan di pangsa pasar sistem operasi komputer end-user ataupun server.
Walaupun banyak kalangan yang mengkritik ekonomi gratis, buku ini yang ditulis dengan apik oleh Chris Anderson (yang juga sebagai editor majalah Wired) sangat menarik untuk dibaca. Banyak studi-studi kasus bagaimana suatu aktifitas perekonomian dapat menjadi gratis dan tetap memberikan keuntungan finansial bagi pelaku usahanya.

Berminat membaca, buku ini dapat diunduh di DropBox ini (file pdf).

8 thoughts on “Sekilas Buku “Free; The Future Of a Radical Price”

  1. Oya Bang, kalo OS Linux sendiri dia dapet keuntungannya darimana ya?

    Wah, kayaknya saya mesti segera menyelesaikan buku ini, nih! Thank’s for sharing ya, Bang!🙂

  2. Keuntungan dari pemakaian internet karena kita bisa mendapatkan produk-produk gratis yang berkualitas untuk saat ini,masalah yang timbul mungkin bagaimana kita bisa memanfaatkannya dan memilahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s