Ekonomi Berbasis Komoditas Aplikasi


Maraknya pasar global smartphone memicu berkembangnya pangsa pasar lain yang terkait; aplikasi mobile untuk smartphone. Yaitu suatu aplikasi yang dikembangkan oleh pihak ke tiga agar dapat berjalan pada platform smartphone, untuk memberikan value lebih untuk para pengguna. Dan aplikasi-aplikasi mobile tersebut turut mendongkrak citra dan pasar smartphone itu sendiri. Tentunya kita masih ingat fenomena ngeboomnya Smartphone  BlackBerry di tanah air dan aplikasi Instant Messaging serta push e-mail yang mendongkrak popularitas RIM-BlackBerry di tanah air.

Aplikasi-aplikasi dengan grafis yang bagus terbukti juga mendongkrak popularitas Apple iPhone. Aplikasi-aplikasi mobile berbasis internet dan layanan Google turut meningkatkan pamor Android sebagai platform mobile teknologi yang paling baru. Diharapkan aplikasi untuk smartphone ini ada yang menjadi “killer apps” dan pada akhirnya akan memberikan daya ungkit yang sangat significant terhadap pangsa pasar smartphone itu sendiri. Sama persis dengan kondisi pasar PC.

Dengan tingkat penetrasi masyarakat terhadap kepemilikan perangkat komputasi mulai dari handphone, smartphone, note book, pc ataupun komputer tablet (yang baru-baru ini jadi primadona), pemakaian aplikasi menjadi meningkat. Aplikasi yang digunakan mulai dari browser, pemutar musik, game, pengolah kata, aplikasi situs social media ataupun blogging dan banyak lagi ragam aplikasi (apps) .  Aplikasi-aplikasi yang tersedia menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen. Sehingga masing-masing produsen Smart phone terutama mulai dari Google, RIM, Apple, Nokia mulai giat menggandeng para pengembang aplikasi dari pihak ketiga. Salah satu contoh perusahaan yang berhasil sebagai pengembang aplikasi adalah Opera. Perusahaan yang berbasis di Norwegia ini sukses mendesain aplikasi perambaan (browser) yang dapat di pasang di komputer sampai hand phone sederhana berbasis Java. Produk Opera Browser ini sudah digunakan oleh banyak pengguna dengan ragam platform. Sungguh suatu prestasi yang patut diacungi jempol ditengah ketatnya kompetisi industri teknologi global.

Bagaimana dengan Indonesia ? dengan populasi penduduk dan akses internet yang cukup besar Indonesia memiliki peran penting baik sebagai pemain ataupun target pasar. Bahkan pihak RIM produsen smart phone BlackBerry di awal tahun 2011 telah menyelenggarakan Developer Confrence Asia 2011 di Bali. Yang tentunya ajang ini sangat serat kaitannya dengan menggandeng para pengembang aplikasi untuk platform BlackBerry mereka.

Demikian ketatnya persaingan teknologi mobile dan pentingnya aplikasi yang menarik banyak pengguna, maka masing-masing vendor smartphone global memiliki cara tersendiri untuk memasarkan aplikasi-aplikasinya. Terdapat Apple App Store, BlackBerry App World, Nokia Ovi Store, Android Market yang masing-masing menyediakan aplikasi  baik yang gratis ataupun berbayar.

Potensi ekonomi pangsa pasar aplikasi smartphone ini tidak bisa dianggap remeh,research2guidance memberikan nilai pasar aplikasi smartphone tahun 2009 sebesar $1,94 miliar. Dan diperkirakan akan terus tumbuh dengan perkiraan nilai pasar tahun 2013 $ 15,65 miliar seiring dengan makin meningkatnya para pengguna smartphone global.

Tentunya ini adalah suatu kabar baik bagi para pengguna smartphone dan pelaku bisnis. Di satu sisi para pengguna smartphone akan lebih mendapatkan value yang lebih dari hanya sekedar menelepon, sms dan browsing internet. Di satu sisi lainnya terbuka pangsa pasar lainnya bagi para pengembang aplikasi bisnis atau para technopreneur yang berminat. Indonesia sebagai negara berkembang dan kaya akan potensi berkembangnya industri kreatif, termasuk technopreneur. Sehingga otomatis memiliki potensi untuk dapat mengembangkan ragam aplikasi berkualitas.

Sepengetahuan penulis, 7langit dan Better-B (PT.Diantara Kode Digital)  adalah salah satu pemain sangat potensial untuk terus berkembang dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis platform BlackBerry OS.

Di platform Nokia berbasis Symbian telah dikenal  In-Touch perusahaan pengembang yang banyak menelurkan ragam aplikasi inovatif.

Sisi positif dengan ikut serta nya para pengembang lokal adalah ikut “tertangkapnya” cita rasa lokal khas indonesia dalam aplikasi yang ditawarkan kepada para pengguna. Terutama para pengguna dalam negeri yang jumlahnya sangat banyak. Tentunya ini akan menjadi sisi yang positif baik sebagai media publikasi budaya ataupun juga sebagai pasar yang dapat menyerap tenaga kerja dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan anak bangsa.

 

5 thoughts on “Ekonomi Berbasis Komoditas Aplikasi

  1. Menanggapi hal ini, kita seperti sedang menghadapi 2 sisi mata pedang yang masing-masing memiliki konsekuensi atasnya..🙂

    Thank’s for share ya, Bang Wage! ^___^

  2. iya teknologi dengan segala daya tariknya memiliki karakter seperti pedang..bisa menjadi alat untuk kebaikan dan melejitkan produktifitas, tapi bisa jadi tools yang membawa kerusakan. Semua kembali kepada kita sebagai pengguna.

    Terimakasih banyak juga atas komentar dan kunjungannya ^_^

  3. They definitely wish to wear makeup whenever they go out
    and in many cases at home. Valentine’s Day will be the all-time favourite day among lovers for proposing compared to that someone special. Look out for your ones in which you can engrave names (your mother’s or of all the loved ones) so that you simply can impart it using a more personalized touch.

  4. The thing about these homes, however, will be the long-term benefits, not only to the health, but also within the collective cost of
    living. This is very important to get the results you want.
    Sadly, it has also been proposed for deletion 3 more times, and the
    “usual suspects” are still trying to get it deleted (again).

  5. Webcams: This accessory has gained a lot of popularity since the trend of instant messaging was brought into the
    limelight. The role of higher consciousness and precognition has been explored in a
    series of earlier news articles concerning
    videographer Les Murzsa, whose extensive documentation of
    UFOs near Vancouver City Hall was evidently enabled in part by what appear to be inner-dimensional
    communications from the ETs themselves. If this happens, parts of
    your pictures will be blurry, and dirt can build up over time.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s