Ekonomi Perhatian


Teknologi web 2.0 yang memudahkan orang untuk berinteraksi dan berkolaborasi melalui internet mengundang gelombang ekonomi digital baru. Selepas dari bubble dotcom yang meletus tahun 1998, dunia internet seakan menemukan identitas baru yang cerah.

Begitu banyak perusahaan berbasis internet yang tumbuh berkembang dengan memanfaatkan karakter baru dari internet. Mulai dari Google, Facebook, Twitter, Foursquare, WordPress. Khusus untuk Facebook dan Twitter seakan menjadi nama generik untuk situs sosial media, saking terkenalnya dua situs ini. Sampai akhir tahun 2010 Facebook telah menjaring lebih dari 550 juta pengguna dan akan makin terus bertambah.

Makin maraknya para pengguna situs-situs sosial media ataupun blogging, menjadikan arus informasi serta konten makin deras. Berapa juta kali update status Facebook atau berapa juta tweet di Twitter yang diposting oleh para pengguna internet. Ranah dunia maya telah mampu bertransformasi menjadi tempat bersosialisasi yang nyaman bahkan cenderung menyebabkan ketagihan.

Ekosistem yang unik dari teknologi web 2.0 ini membentuk komunitas-komunitas dan jejaring yang cukup unik dan khas. Dalam Facebook dikenal istilah “friend”, di Twitter ada istilah “follower”. Dan disitus web atau blog yang interaktif para pengunjung dapat meninggalkan pesan serta berinteraksi dengan penulis blog.

Era kolaborasi serta interaktif ini menjadikan “perhatian” merupakan suatu “currency” atau mata uang yang berharga. Penulis blog yang mendapat tempat di mata para pembaca akan terus mendapatkan pengunjung dan komentar melalui tulisan-tulisan blognya. Para “aktifis” jejaring sosial yang mampu memberikan pengaruh akan mendapatkan perhatian berupa jumlah friend di Facebook atau follower di Twitter.

Tentunya bentuk perhatian ini merupakan sesuatu yang dihasilkan melalui proses berinteraksi serta memberikan kontribusi. Walaupun ada juga perhatian yang didapat dengan cara sensasional agar menjadi seleb di dunia digital. Tapi secara umum, pengguna situs sosial media yang aktif memberikan konten positif dan menarik secara alamiah akan mendapatkan perhatian dari kalangan pengguna lainnya. Dalam buku “Free: The Radical Price of a Future” Chris Andersen editor majalah Wired mengupas juga tentang nilai perhatian yang menjadi bagian dari ekonomi digital.

Lantas apa yang dapat diperoleh melalui bentuk perhatian yang besar dari para “netters” ?. Tentunya banyak termasuk untuk keberlangsungan bisnis. Bagi sebuah entitas perusahaan seperti Facebook, Google atau Twitter layanan web yang mereka berikan dan ternyata disukai oleh para pengguna, mampu menjaring “perhatian” berupa jutaan kali klik atau ratusan juta pengguna. Pada akhirnya akan mendongkrak nilai dari perusahaan tersebut sehingga model bisnis yang mereka lakukan dapat berlangsung mulus. Melalui banyaknya pengguna yang menggunakan layanan mereka Google serta Facebook mendapatkan pemasukan salah satunya dari iklan. Sedangkan Twitter mendapatkan pemasukan uang melalui penjualan data informasi “tweet” yang bersifat “real time”.

Bagi individu, bentuk perhatian yang didapat bisa menjadi suatu energi untuk dapat “mempengaruhi” netters yang berinteraksi dengannya melalui situs sosial media. Dipengaruhi dalam konteks berupa opini ataupun ajakan untuk menggunakan sebuah produk. Individu yang memiliki lingkar pengaruh yang luas dapat berperan sebagai duta sukarela ataupun duta komersial. Baik untuk mengkampanyekan produk seperti buku, musik atau yang lainnya.

Karakter individu seperti ini oleh Malcolm Gladwell disebut sebagai “Maven”, orang yang secara alamiah senang untuk berbagi informasi atau konten. Suatu budaya yang cocok dengan ekosistem digital Web 2.0.

Rujukan ;
FREE; The radical price of a future : Chris Anderssen
Tipping Points : Malcolm Gladwell

3 thoughts on “Ekonomi Perhatian

  1. Langsung terkesima dengan tulisan2-nya bang wage. Keren, Bang! Keep blogging ya, Bang!

    Salam hangat,
    Yesha (tanpa ‘mbak’) ^___^V

    bahkan judulnya ‘fractal’, jadi inget salah satu cerpen saya..🙂

  2. terimakasih kunjungan,komentar dan apresiasinya m’Yesha🙂

    keep blogging juga, wah suka menulis cerpen juga, kelihatannya menarik cerpen Fractalnya, bisa mohon disharing ? terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s