Kekuatan Fokus


Adalah sebuah perusahaan teknologi yang terkenal dan memiliki pelanggan yang fanatik. “Core Business”nya adalah memproduksi perangkat komputer personal yang ramah pengguna serta mudah digunakan. Awalnya perusahaan tersebut menuai keberhasilan pemasaran dan produk yang sangat baik. Akan tetapi seiring dengan perubahan manajemen puncak, kegagalan peluncuran produk baru akhirnya nasib perusahaan tersebut akhirnya diujung tanduk. Pemasukan penjualan yang minim, tidak adanya terobosan produk baru yang “break through”, keluarnya para sdm unggul akibat kekecewaan keputusan manajemen pusat menjadikan kebangkrutan tinggal menghitung hari.

Akhirnya seseorang yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi komputer didaulat menjadi CEO baru perusahaan tersebut. Menjadi CEO ditengah kondisi perusahaan yang sulit tentunya bukan hal yang mengenakkan.

Begitu hari pertama mulai bekerja tanpa basa-basi yang CEO baru langsung menganalisis kondisi perusahaan dan proyek-proyek produk yang sedang dikerjakan. Diagnosa awal tentang perusahaan itu menurut sang CEO baru adalah produknya yang salah, produknya yang tidak menarik lagi bagi para konsumen. Padahal “dna” perusahaan adalah memproduksi produk komputer pribadi yang menarik dan “keren”.

Setelah ditelusuri perusahaan tersebut menjual berbagai varian produk komputer pribadi (pc) yang berbeda-beda sampai mencapai belasan tipe. Dan dari masing-masing tipe pc tersebut tidak menunjukkan karakter yang berbeda. Melakukan produksi banyak varian produk tentunya cukup menghabiskan keuangan perusahaan padahal nilai penjualannya dalam kondisi jeblok. Padahal saat di evaluasi satu jenis produk PC dengan jenis PC lainnya tidak ada perbedaan dan “added value” yang sangat berbeda. “Saya bingung jika harus merekomendasikan PC seri XY dibandingkan PC seri XYZ, padahal terdapat juga seri PC XX dan YY” keluh sang CEO.

Akhirnya dalam sebuah rapat manajemen perusahaan, CEO muda menghampiri papan tulis dan membuat tabel dengan kolom “profesional” dan “consumer” dilengkapi dengan baris tabel “portable” dan “desktop”. Sang CEO mengintruksikan dengan tegas perusahaan akan memangkas lini-lini produk yang tidak jelas dan hanya akan memfokuskan pada satu produk desktop dan satu produk PC portable (laptop) masing-masing untuk kalangan profesional dan consumer.

Pada awalnya ide ini mendapatkan tantangan keras dari para kalangan insinyur perusahaan. Ide untuk menyediakan banyak ragam pilihan ketimbang sedikit pilihan produk terlihat lebih rasional. Tapi akhirnya isntruksi pemangkasan produk ini dilakukan secara konsisten dan mampu menghasilkan produk PC desktop dan PC portable yang jauh lebih baik kualitas dan kinerjanya. Kedua jenis produk bagi masing-masing kalangan market, menjadi icon unik dan memiliki konsumen yang “fanatik”. Memang produk-produk perusahaan tersebut tidak mendominasi pangsa pasar komputer yang sudah penuh sesak dengan PC clone. Akan tetapi keuntungan terbesar dari perusahaan komputer ini dengan kualitas produk yang jauh lebih baik. Mereka dapat menjual PC Desktop dan PC portable dengan margin keuntungan yang jauh lebih besar. Lebih besar dibandingkan para pemain produk PC raksasa yang hanya mampu menjual dengan margin laba yang tipis, walaupun menjadi pemegang pangsa pasar mayoritas.

Akhirnya perusahaan komputer ini mampu membalikkan keadaan, yang semula perusahaan diambang kebangkrutan menjadi perusahaan creatif dengan cash flow yang sehat.

Kisah yang cukup menarik mengenai contoh kasus bagaimana strategi fokus dapat membawa hasil yang jauh lebih baik.

Catatan :

Perusahaan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah Apple Inc (semula bernama Apple Computer).
Sang CEO adalah Steve Jobs yang kembali lagi ke Apple setelah sebelumnya dipecat.
Produk PC Desktop Apple : iMac (untuk kalangan consumer) dan Power Mac (untuk kalangan profesional).
Produk PC Portable Apple : iBook (untuk kalangan consumer) dan Power Book (untuk kalangan profesional). Di Tahun 2011 Power Book dan iBook dilebur menjadi lini produk MacBook Pro dan MacBook Air (untuk kalangan consumer).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s