Onward ; buku menarik tentang Starbucks


image

Bagi para penyuka kopi nama Starbucks identik dengan kopi yang “kuat” dan dengan suasana tempat ngopi yang nyaman (dan tentunya harga yang dipatok termasuk tinggi). Model bisnis Starbucks yang di komandani Howard Schultz ini berhasil menjadikan Starbucks menjadi industri retail kopi terbesar didunia.

Selain menjual kopi, Starbucks ingin menjadi “rumah kedua” bagi para pelanggan untuk ngopi, ngobrol dan beraktifitas lainnya. Positioning ini menjadikan Starbucks bisa disebut icon budaya masyarakat urban modern, termasuk juga di kota-kota besar di Indonesia. Untuk kisah Starbucks ini ada buku lama yang menurut saya menarik; Pour Your Heart Into It.

Sampai tahun 2007 ekspansi bisnis Starbucks makin luas. Dengan bertambahnya gerai-gerai dan portofolio bisnis lain yang tidak berhubungan dengan kopi, menjadikan Starbucks menjadi salah satu icon bisnis yang dianggap sukses. Role business Starbucks banyak dijadikan studi kasus di sekolah-sekolah bisnis. Intinya Starbucks adalah “rockstar” di bidang industri retail sekaligus menjadi icon budaya modern.

Tapi seperti pepatah nothing last forever … Starbucks mulai bermasalah. Angka penjualan stagnan dan menurun drastis ditambah kondisi ekonomi yang lesu di Amerika pada tahun 2008. Ditamvah lagi kompetitor sejenis seperti McD pun mulai merambah bisnis kopi. Kondisi perusahaan ini yang mulai mengkhawatirkan Schultz yang saat itu duduk sebagai Chairman memaksanya kembali menjadi CEO Starbucks. Schultz sebagai founder Starbucks memang memiliki sense dan soul tentang detail bisnis kopi dan misi awal berdirinya Starbucks. Bukan hanya kebetulan Michell Dell pendiri Dell Computer pada waktu yang sama kembali menjadi CEO Dell Computer. Walaupun belum ada jaminan 100% kembalinya sang founder dapat membereskan masalah, tapi setidaknya tidak ada orang yang lebih tepat daripada orang yang membidani perusahaan ini. Sang pendiri sebuah perusahaan biasanya memiliki soul dan sense yang peka untuk dapat  mengembalikan perusahaan ke jalur yang sehat. Contoh keberhasilan kembalinya sang pendiri adalah kembali nya Steve Jobs saat Apple Computer nyaris musnah.

Dan dimulai lah proses reformasi di Starbucks, proses yang tidak selalu manis karena harus menutup banyak gerai dan mem phk kan banyak karyawan. Konsolidasi, reorganisasi, inovasi serta komunikasi yang intens dilakukan Schultz dengan para mitra (istilah Starbucks untuk para stakehoulders adalah mitra).

Schultz yang saat awal pendirian Starbucks terinspirasi coffee shop di Italia, dimana espresso disajikan dengan penuh kehangatan, peracik kopi pun memiliki kedekatan emosi dengan pelanggan. Saat terjadinya krisis, Schultz merasa hal-hal romansa kopi ini telah banyak menghilang dari Starbucks, yang telah  beralih jadi hanya “mesin pencetak uang” semata.

Buku Onward ini menceritakan pergulatan Schultz dan tim nya untuk menjadikan Starbucks menjadi perusahaan kopi yang memiliki semangat positif dan kedekatan emosi dengan para pelanggan denfan menyajikan kopi berbahan dasar terbaik yang bisa diperoleh. Buku ini tersusun atas bab-bab pendek dengan bahasa yang ringan dan renyah🙂 sangat enak dibaca bagi penyuka buku bisnis populer.

2 thoughts on “Onward ; buku menarik tentang Starbucks

  1. Ada juga buku yg sama keren Nya but about apple… Judul Nya The Apple Way , pengarangnya Jeffrey L C , I though u could be a great bloggers. U have a good explanation about something…🙂 keep in writing.

    1. terimakasih kunjungannya Adhasia🙂
      oiya buku itu kereen , kalau gak salah saya pernah menulis resensinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s