Cerita Tentang Komputer Tablet


20120701-084224.jpg

Produk komputer pribadi memiliki percepatan yang cukup kentara. Komputer yang semula barang sangat mahal dan hanya digunakan perusahaan- perusahaan besar, sekarang menjadi lebih personal. Sehingga dikenal dengan istilah personal computer. Di era tahun 50 sampai 70-an definisi komputer masih berupa piranti komputer sebesar gedung yang lambat dan mahal dikenal dengan istilah main frame computer. Lalu mulailah muncul komputer pribadi yang dikembangkan Apple Computer, Commodore, Radio Shacks, Altair dan tentu saja Microsoft sebagai pengembang piranti lunak.

Beberapa dekade berikutnya komputer makin berkemban, makin cepat kinerjanya dan makin murah. Industri-industri yang menyokong pengembangan komputer pun makin berkembang seperti industri chip prosessor, motherboard, pengembang perangkat lunak. Sehingga industri komputer pribadi yang semula dianggap remeh dan “mainan” tumbuh berkembang seiring dengan tidak populernya komputer main frame. Jenis komputer pribadi saat beberapa tahun yang lalu terbagi dua jenis ; komputer desktop dan laptop. Inovasi pun mulai gencar dikembangkan untuk membawa komputer pribadi lebih mobile serta lebih mudah digunakan. Tercatat perusahaan-perusahaan teknologi seperti : Microsoft, Palm, Computer Grid, Psion sudah mulai memelopori pengembangan komputer tablet, PDA-Pocket Digital Assistant. Yang pada intinya lebih me-mobile kan komputer pribadi serta mendesain ulang cara orang menggunakan perangkat komputer pribadinya.

Palm, Psion cukup sukses membentuk pangsa pasar PDA, organizer digital yang cukup populer diakhir tahun 90-an sampai awal tahun 2000. Sayangnya market ini kurang berorientasi dengan konsumen yang main stream, lebih cocok digunakan oleh para techie, geek ataupun early adopter. Sehingga melambatnya inovasi menjadikan pasar PDA-Handheld Computer tidak lagi berkembang. Dan digilas oleh kemunculan pasar PDA-Phone, Smart-phone. Akhirnya Palm perusahaan yang inovatif akhirnya “hilang” dari peredaran setelah gagal beberapa kali dalam beberapa terobosan produk baru mereka. Ini salah satu fakta bagaimana dalam percaturan bisnis teknologi fenimena “roller coaster” dapat terjadi; perusahaan dapat berkembang ataupun musnah dalam jangka waktu yang cepat. Efek ini pun tidak kebal terhadap perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft, Nokia ataupun Apple.

Tahun 2005 bermula dari ide One Laptop Per Child dari Nicholas Negroponte yang bertolak dari ide membuat laptop murah yang bisa diproduksi masal untuk mendukung pendidikan anak di negara dunia ketiga, Intel Corp mendesain prosesor rendah biaya. Prosesor tersebut cocok untuk perangkat sejenis laptop yang kecil dan murah. Jadilah terbentuk pasar komputer jenis baru dengan istilah Netbook berupa laptop kecil yang cukup murah dibawah $500 dengan di otaki prosesor Intel ATOM. Banyak perusahaan yang terjun dalam bisnis ini dimulai dari Asus, Acer, Dell, HP berebutan masuk kedalam bisnis ini ditengah laju pertumbuhan konsumsi pasar komputer desktop dan laptop komvensional yang stagnan.

Adalah Apple Inc perusahaan yang tidak ikut terjun ke dalam pasar laptop ekonomis Netbook. Steve Jobs CEO Apple Inc lebih memilih mengembangkan produk komputer portable versi Apple. Bagi Steve membuat laptop dengan biaya $500 adalah produk yang tidak handal bahkan bisa disebut ” sampah”. Akhirnya tahun 2010 Apple merilis komputer tablet versi mereka dengan sistem operasi iOS mirip dengan yang digunakan oleh iPhone dan iPod. Berbeda dengan konsep komputer tablet versi Microsoft sebelumnya yang biasanya merupakan versi laptop ringkas dilengkapi dengan fitur layar sentuh yang kaku, dimana menginout data dengan menggunkan stylus. Apple Inc melakukan pendekatan yang berbeda. Komputer tablet yang mereka sebut sebagai iPad merupakan komputer dengan desain tipis tanpa keyboard dengan metode input data menggunakan layar sentuh. Pengguna dapat mengoperasikan iPad dengan men-tap layar sentuh ukuran 10 inchi atau mencubitnaya. Perbedaan ini tentunya memberikan pengalaman yang unik dan berbeda bagi para pengguna. Walaupun masih ada beberapa kelemahan produk iPad produk yang populer dan menyerap perhatian konsumen. Pasar komputer tablet yang semula seakan tidak pernah ada seakan muncul kembali dengan produk iPad ini. Memang ini lah salah satu kekuatan Apple dibawah nakhoda Steve Jobs mendesain dan membuat produk revolusioner yang seringkali berhasil.

Sebetulnya iPad memiliki keunggulan dari sisi hardware, desain serta dari sisi software. Terintegrasinya iPad dengan toko online aplikasi App Store menjadikan iPad menjadi perangkat konten yang dahsyat. Pengguna dapat menginstall beragam aplikasi serta konten yang diperlukan langsung melalui perangkat iPad, tanpa harus terhubung ke komputer. Sehingga perangkat ini tersa sangat memanjakan para pengguna yang haus pengalaman menggunakan perangkat mobile. Saking banyaknya aplikasi yang ada untuk beragam kebutuhan muncul jargon dari Stesve Jobs : “There’s an app for that”.

2 thoughts on “Cerita Tentang Komputer Tablet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s