Jack Dorsey, Twitter & “DNA” Inovasi


Nama Twitter saya yakin nama yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Merupakan situs layanan berbagi konten pesan pendek 140 karakter yang memiliki banyak fans.

20130210-151135.jpg

Bahkan Twitter disebut-sebut me-redifinisi cara orang-orang (terutama pengguna internet) untuk berkomunikasi dan berbagi konten. Serupa dengan Facebook situs jejaring sosial yang ngetop (saat ini), Twitter juga mendulang jumlah pengguna maasive yang tetap bertambah.

Mungkin publik kurang begitu mengenal sosok yang dulu berada di balik lahirnya layanan “kicauan” Twitter. Adalah Evan Williams, Biz Stone dan Jack Dorsey yang merupakan punggawa cikal bakal Twitter. Sampai sekarang tinggal Jack Dorsey yang masih terlibat dalam Twitter.

20130210-150542.jpg

Berbicara tentang Jack Dorsey ini cukup menarik. Dia merupakan sosok yang seringkali menjadi sosok icon inovator muda dan technopreneur Silicon Valley. Kemampuan untuk mendesain dan mengeksekusi layanan yang tepat guna menjadi ciri khas Jack Dorsey. Berikutnya Jack Dorsey membesut kelahiran start-up Square yang menawarkan kemudahan pembayaran dengan menggunakan perangkat komputer bergerak. Cukup dengan dongle yang dipasang pada iPhone atau iPad serta apps Square penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi yang mudah serta aman via kartu. Layanan Square ini baru tersedia di Amerika Serikat.

20130210-150657.jpg

Mantra inovasi Jack Dorsey yang sangat mengena adalah perfect in every detail, and make limit number of details… Than execute persistently. Pada suatu sesi konfrensi kewirausahaan dan start-up, Jack Dorsey mengupas tiga pondasi penting dalam mengelola perusahaan start-up ataupun organisasi secara umum :
# Orang-orang yang tepat dalam organisasi.
# Komunikasi internal serta visualisasi misi perusahaan / organisasi.
# Kondisi keuangan perusahaan yang sehat, cash flow yang sehat.

Resep yang terdengar sangat sederhana dan terlihat mudah tapi saya yakin tidak semua organisasi atau perusahaan melaksanakan secara konsisten tips tersebut di atas.

20130210-150936.jpg

Khusus untuk Indonesia budaya korupsi, nepotisme secara umum sudah “merontokkan” prinsip menempatkan orang yang tepat serta menjaga cash flow perusahaan agar sehat. Ketidak tepatan penempatan orang dalam suatu posisi strategis ataupun posisi operasional, menjadikan “penyakit” tidak berjalannya komunikasi internal perusahaan yang sehat. Al hasil suatu perusahaan menjadi tidak memiliki daya saing yang unggul dan tangguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s