Makiwara : suatu filosofi ketekunan


Dalam seni beladiri Karate tradisional ada satu cara berlatih teknik pukulan dengan menggunakan alat sederhans. Alat tersebut disebut sebagai “Makiwara”.

Yaitu sebuah tonggak yang ditanam dalam tanah. Tonggak tersebut harus cukup kokoh tapi cukup fleksible untuk menerima hantaman pukulan dari Karateka yang berlatih. Biasanya tonggak kayu Makiwara tersebut dilapisi ijuk atau tambang pada area yang sering menjadi target latihan pukulan.

Seorang karateka biasanya berlatih terus menerus memukul “Makiwara” dengan penuh ketekunan. Posisi kuda-kuda yang kokoh, posisi kepalan yang kuat, kecepatan serta tenaga yang sesuai. Setiap pukulan yang dilontarkan terhadap “Makiwara” akan menghasilkan gaya tolak. Berbeda dengan berlatih pukulan dengan Sandbag yang akan mengayun jika terkena hantaman.

Hasil latihan yang tekun dan benar dengan menggunakan “Makiwara” akan menghasilkan teknik pukulan Karate yang mengagumkan.

an effort with persistently will become the path for mastery

20140519-182331.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s