Tempat Ngopi, Coffee Culture” dan “Social Hub”


Tempat ngopi tidak hanya sebatas tempat orang untuk nongkrong sambil ngopi tapi bisa jadi “social hub” membangun dan menjaga jejaring pertemanan dan relasi. Mungkin filosofi ini yang menginspirasi Howard Schultz untuk merubah Starbucks Coffee menjadi cafe-cafe ala Itali sehingga Starbucks berkembang sampai sekarang.

️

IMG_7255.JPG

IMG_6661.JPG

Bahkan ada tempat ngopi kalau tidak salah San Fransisco Summit, yang mengkolaborasikan suasana cafe dan ruang kantor yang bisa disewakan dengan fasilitas yang mumpuni. Sehingga para pekerja free-lance bisa menikmati kopi enak dan tempat kerja yang mumpuni untuk beraktifitas. Area kerja yang nyaman, wifi, telepon, fax-printer, confrence room disediakan oleh SF Summit ini.

Berikutnya ada juga kedai kopi yang hanya fokus mengkhususkan menyediakan tempat ngopi hanya untuk interaksi sosial antar sesama pengunjung atau barista… Tidak ada Wifi dan konektor listrik 😄.

Blue Bottle Coffee termasuk yang kelompok ini. Para pengunjung diharapkan hanya untuk menikmati kopi dan berinteraksi antar pelanggan atau barista.

Jauh sebelum geliat kopi global masuk ke Nusantara, di beberapa tempat terutama daerah Sumatera budaya ngopi dan tempat ngopi menjadi salah satu “social hub” masyarakat.

– Bandung 20 Desember –
Corat-coret menulis sambil menyeruput Double Restrietto Cafe Latte- ☕️☕

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s