Charlie Hebdo dan Ketidakmauan Tunduk Pada Kebebasan


Peta Pemikiran

Sepotong adegan dalam film, saya lupa judul filmnya, menggambarkan seseorang bocah berumur 5 tahun mengganggu kakak perempuannya yang berumur dua tahun lebih tua darinya. Kesal diganggu, sang kakak akhirnya memukul adiknya. Tentu saja ia menangis dan ketika itu pula ibunya datang, “kakak, jangan pukul adikmu!”

Adegan itu membekas dalam benak saya. Rasa-rasanya waktu kecil saya juga pernah melakukannya kepada kakak perempuan saya. Entah dogma darimana yang membuat saya berpikiran bahwa wanita adalah makhluk yang diciptakan untuk diganggu–kadang mereka memang suka ‘diganggu’.

Sang kakak tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Kalau tidak memukul adiknya, mungkin adiknya akan terus mengganggunya. Bahkan bisa jadi itu sebuah perangkap yang dibuat oleh sang adik supaya kakaknya yang baik itu dimarahi oleh ibunya. Licik bukan!

Tanggal 7 januari merupakan hari suram bagi negara Prancis. 12 orang, 10 diantaranya staff majalah Charlie Hebdo, meninggal di tempat karena dua orang pria bersenjata menyerbu masuk ke kantor majalah tersebut.

Charlie Hebdo–atau…

View original post 204 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s