Prezi : Media Presentasi Yang Unik & Menarik


Aktifitas presentasi menurut saya adalah suatu aktifitas yang penuh tantangan. Bagaimana kita bisa menyampaikan pesan secara efektif kepada khalayak dan mendapat perhatian mereka.

Peran multimedia memang cukup memberikan nilai tambah dalam memberikan presentasi yang menarik. Saya sendiri masih ingat di pertengahan tahun 90-an slide projector merupakan gadget yang cukup populer untuk presentasi. Selanjutnya dominasi presentasi dengan bantuan multimedia dan software komputer menjadi populer. Bahkan sekarang sudah terdapat perangkat mobile yang bisa digunakan untuk presentasi. Tentunya dengan software & piranti tambahan.

Seorang pelaku bisnis dan pemimpin sebuah perusahaan teknologi tinggi dikenal dengan kepiawaiannya menyampaikan suatu presentasi yang elegan dan outstanding. Salah satu ciri presentasinya adalah menampilkan presentasi yang story telling dan membangun “emosi” uang kuat dengan audiens.

Saya sendiri sepakat dengan ide kesederhanaan, alur cerita yang dibangun secara menarik agar dapat menyajikan suatu presentasi yang memukau. Dan tentunya itu semua dibangun juga melalui jam terbang yang tinggi.

Adalah Prezi, media presentasi alternatif dibandingkan piranti lunak yang sudah ada. Ide yabg mencoba di usung oleh Prezi ini adalah mencoba “memaksa” pengguna untuk menyusun presentasi dalam suatu alur cerita yang menarik.

Pengguna Prezi akan “dipaksa” menyusun slude presentasi dalam kata-kata yang tidak terlalu panjang, apalagi jika sampai satu paragraf. Alur zoom in-zoom out dan penyediaan ruang teks yang cenderung minimalis, akan memaksa pengguna Prezi untuk mendesain presentasi dengan suatu alur cerita.

Memang gaya presentasi yang ditawarkan oleh Prezi ini agak berbeda dibandingkan software presentasi mainstream yang sudah dikenal luas. Tapi jika ingin mencoba menampilkan gaya presentasi yang berbeda dan lebih menarik, layanan Prezi ini layak untuk dicoba.

20130316-230834.jpg

Untuk bisa menggunakan layanan Prezi ini kita sebelumnya harus membuat account di situs Prezi. Selanjutnya kita bisa membuat konten presentasi dan menyimpan secara online konten presentasi kita. Terdapat juga contoh-contoh presentasi Prezi yang menarik dan bisa dijadikan contoh.

Terdapat juga aplikasi Prezi viewer untuk perangkat bergerak. Untuk membuat konten Prezi secara off line tanpa koneksi internet tersedia desktop software yang dapat diunduh. Layanan ini tersedia secara gratis dalam versi Pro selama 30 hari. Untuk memperpanjang fitur pro tersedia biaya subscribe. Tapi ada alternatif lainnya jika masih ingin mendapatkan fitur pro dari Prezi kita bisa membuat account baru lagi 😃.

Selamat mencoba “ngotak-ngatik” Prezi untuk membuat presentasi yang lebih keren.

Janji Komputasi Awan


Skema Komputasi Awan (dari Wikipedia)

Skema komputasi awan sumber; Wikipedia

Perkembangan teknologi informasi dan internet makin berkembang dengan pesat. Teknologi nternet serta penggunaan perangkat-perangkat komputasi (mulai dari smartphone, PC, notebook, tablet) hampir tidak dapat terlepas dari kegiatan keseharian masyarakat maju. Ketersediaan akses internet yang terjangkau dan berkualitas baik  makin meluas di masyarakat. Termasuk juga di Indonesia, walaupun di Indonesia tingkat penetrasi internet pita lebar masih relatif tertinggal dari kebanyakan negara Asia Tenggara. Tapi secara umum infrastruktur serta teknologi informasi komunikasi di negara ini makin berkembang. Awareness masyarakat serta pelaku bisnis terhadap teknologi informasi untuk produktifitas makin kuat.

Seiring dengan perkembangan teknologi internet, secara bertahap memberikan perubahan-perubahan terhadap aktifitas masyarakat yang penting, termasuk dalam aktifitas bisnis. Bagaimana peran teknologi informasi dan komputasi untuk melejitkan bisnis serta kehidupan yang lebih mudah, senantiasa menjadi isu yang terus digali dan dikemabngkan menjadi sesuatu inovasi.

Satu isu yang menarik untuk disimak adalah perkembangan teknologi Komputasi Awan (Cloud Computing). Suatu istilah yang ditujukan untuk aktifitas komputasi dengan menggunakan resource komputer jaringan internet yang superluas. Dengan teknologi Komputasi Awan user dapat menggunakan beragam aktifitas komputasi berbasis web melalui jaringan internet yang menyediakan resource komputasi yang sangat luas.

– Cloud computing is a model for enabling convenient, on-demand network access to a shared pool of configurable computing resources (e.g., networks, servers, storage, applications, and services) that can be rapidly provisioned and released with minimal management effort or service provider interaction.

Beragam aplikasi, aktifitas menyimpan data-data, mengolah data dapat dilakukan melalui perangkat dan jaringan Cloud, perusahaan penyedia jasa teknologi Komputasi Awan.

User dibebaskan dari pemeliharaan rutin, penyediaan hardware dan aktifitas rutin teknologi IT di sebuah perusahaan yang lazim. User bisa mempercayakan perawatan, pemeliharaan, keamanan kepada provider Komputasi Awan. Analoginya seperti kita mengkonsumsi listrik dan air melalui PLN dan PDAM, kita tidak harus memiliki instalasi listrik atau air sendiri, tapi cukup berlangganan dan membayar sesuai pemakaian.

Efisiensi dan efektifitas memang aspek yang coba ditawarkan Komputasi Awan. Perusahaan bisa menghemat biaya pemeliharaan hardware, menghemat pembelian data storage, pembelian software yang mahal. Hampir semua dapat di alihkan kepada perusahaan penyedia Komputasi Awan. Energi dan fokus perusahaan bisa lebih dicurahkan untuk aspek strategis yang menyangkut core-business perusahaan.

Di tingkat korporasi global, Amazon.com, Google, Microsoft adalah pemain utama di bidang bisnis Komputasi Awan. Para giant-tech ini menawarkan layanan Komputasi Awan yang menyasar segmen korporasi (business to business) dan memegang 95% pangsa pasar. Jaringan kedai kopi global ; Starbucks dan Kraft Foods adalah beberapa pendukung layanan Komputasi Awan Microsoft mencakup Office versi internet serta Azure, platform peranti lunak bisnis (BusinessWeek Maret 2011).

Selain para Giant Tech diatas tedapat perusahaan yang cukup berhasil menawarkan aplikasi berbasis Komputasi Awan yang dipasarkan secara pay per use dan based on subscription. Salesforce.com, perusahaan tersebut cukup berhasil menarik minat para pengguna aplikasi Customer Relationship Management (CRM).

Di tingkat nasional, Biznet serta Telkom adalah perusahaan yang memulai menawarkan produk Komputasi Awan yang mendukung bisnis. Kelihatannya yang menjadi fokus konsumen untuk Komputasi Awan tanah air adalah segmen bisnis UKM (Usaha Kecil Menengah), yang dapat mengalih dayakan kebutuhan komputasi melaui Komputasi Awan.

Sejauh mana Komputasi Awan memberikan value yang lebih ? kemudahan, kepraktisan, efisiensi dan efektifitas menjadi daya tarik Komputasi Awan. Pemeliharaan, pengadaan rutin sarana-sarana komputasi di sebuah korporasi merupakan cost production dan energy consumption yang cukup besar. Teknologi Komputasi Awan menjadi alternatif menarik.

Akan tetapi di sisi yang lainnya faktor keamanan, reliabilitas serta implementasi menjadi titik kritis dari Komputasi Awan ini. Mempercayakan teknologi komputasi yang mendukung bisnis suatu perusahaan adalah suatu langkah strategis yang memiliki resiko. Faktor keamanan yang ekstra beserta daya tahan yang tinggi diperlukan, mengingat dengan melangkah ke Komputasi Awan ini menjadikan jaringan teknologi komputasi kita berada di area eksternal perusahaan pemakai.CEO Zappos Tony Hsieh di memoar nya Delivering Of Happiness menuliskan “sangat beresiko jika kita melakukan out source aspek utama bisnis kita”.

catatan :

Link menarik mengenai Cloud Computing dan Mobile Communication dapat dilihat disini.

 

Palm PDA; Old, Simple but (still) Powerful


Bagi yang hobi mengunakan perangkat komputer genggam (hand held) atau PDA di era awal tahun 2000 pasti masih ingat jenis PDA Palm. Sebuah perangkat komputer genggam yang memiliki penggemar cukup banyak saat itu.

Sebagai sebuah perangkat komputer genggam dengan sistem operasi Palm OS yang unik, PDA ini memiliki fungsi sebagai digital organizer, ebook reader, pengolah kata dan spreadsheet serta bisa dipasang beragam aplikasi third-party yang sangat beragam dan berguna.

Walaupun saat itu Palm banyak memproduksi PDA Stand Alone atau PDA yang betul-betul sebagai organizer tanpa memiliki kemampuan akses data tapi konsumen masih menyukai produk ini. Dengan kemampuan yang hanya sebatas PDA, Palm PDA masih bisa bertahan dari tipe-tipe PDA Phone yang memiliki sistem operasi Windows Mobile.

Fitur yang sangat unik dan terasa membantu dari PDA Palm ini adalah kemampuan PDA Palm untuk mengenali pola tulisan tangan melalui coretan stylus pada layar tulis. Pola tulisan tersebut dikenal dengan Grafitti. Tidak begitu sulit untuk mempelajarinya, begitu kita sudah terbiasa maka kita bisa menulis teks di PDA Palm secepat kita menulis di atas kertas. Cukup membantu saat mencatat hasil-hasil meeting.

Bahkan ada pengalaman menarik di suatu meeting, saya yang waktu itu menggunakan PDA Palm 500 menjadi perhatian para pengguna Nokia Communicator dengan fitur Grafiti di perangkat seukuran telapak tangan tersebut 🙂 .

Palm Graffiti

Palm Pilot, Palm 500, Palm 505, Palm Tungsten Palm Zire, Life Drive adalah beberapa produk-produk laris dari Palm Inc. Perusahaan yang berbasis di California yang didirikan oleh Jeff Hawkins. Jeff adalah seorang technopreneur yang memiliki visi untukmenciptakan perangkat komputer genggam yang sederhana tapi sangat bermanfaat.

Sayang akhirnya Palm ini tidak bisa membuat terobosan-terobosan yang inovatif berikutnya ditengah persaingan industri komputer genggam (PDA) yang kian terkikis oleh Smart Phone. Akhirnya lambat laun Palm dan jajaran produknya makin hilang dari pasaran terlindas dominasi-dominasi Smart Phone seperti BlackBerry, Nokia di ikuti oleh dominasi iPhone Apple dan Smart Phone Android.

Memang dalam industri teknologi tinggi termasuk industri Smart Phone, Komputer Genggam life cycle produk termasuk singkat. Sehingga produsen dituntut untuk mengenali selera pasar dan membuat produk-produk yang inovatif. Sayangnya Palm mungkin agak lambat dalam merespon pasar yang sudah makin berubah.

Walaupun sempat juga Palm mengeluarkan seri Smart Phone berbasis Palm OS yaitu Palm Treo serta Palm Pre berbasis Palm Web OS, tidak mampu membalikkan posisi Palm. Sampai kabar terakhir Palm Inc dibeli oleh Hewlett Packard (HP).

Palm Handspring, Palm 505, Palm Zire, Palm Tungsten dan Palm Sony Clie (dari kiri-kanan)

Sebetulnya walaupun sudah jadul, komputer genggam Palm ini bagi saya masih terlihat menarik dan klasik :). Sebagai pencatat note, penyusun agenda, ebook reader untuk dokumen-dokumen PDF dan MS Words PDA Palm ini masih dapat berfungsi dengan baik.

Sampai sekarang saya masih menggunakan PDA Palm Zire 72. PDA Palm yang selain memiliki standar fungsi PDA Palm juga sudah dilengkapi dengan fitur multimedia, dengan tersedianya kamera built-in serta media players ; Real Player. Beragam aplikasi pihak ketiga untuk Palm OS juga dapat di pasang sebagai tools yang cukup berguna seperti Doc To Go, Palm Reader ataupun untuk hiburan seperti game Zuma.

Palm Zire 72

 

Smartphone Untuk Mendongkrak Kinerja Bisnis


Maraknya penggunaan smartphone memberikan alternatif “tool” untuk mendongkrak kinerja bisnis sebuah perusahaan. Smartphone yang pada hakekatnya adalah handphone cerdas yang mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan komputasi dasar, memberikan kemampuan komputasi mobile yang cukup powerful dan useful.

Dengan adanya Smartphone seperti BlackBerry, iPhone, Smartphone Symbian ataupun Smartphone Android menjadikan perusahaan dapat memiliki tool untuk komputasi mobile. Dengan komputasi mobile melalui smartphone para pekerja sebuah perusahaan dapat terhubung ke email perusahaan setiap saat, sehingga produktifitas dan alur informasi akan lebih lancar (walaupun ada isu terkait stress pekerjaan yang makin meningkat).

Aplikasi-aplikasi lainnya yang dikembangkan untuk smartphone dapat mendukung aktifitas bisnis perusahaan. Mulai dari situs jejaring sosial untuk informasi karyawan, Wiki, ERP (Enterprise Resource Program), GPS dan masih banyak aplikasi lainnya.

Di Negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika penggunaan Smartphone untuk aktifitas korporat sudah mulai diaplikasikan. Terlebih lagi dengan adanya teknologi Cloud Computing dimana aplikasi dan sistem komputasi dilakukan melalui server yang dapat terhubung melalui internet, peran smartphone makin potensial sebagai business tool.

Beberapa perusahaan mendapatkan daya ungkit bisnis yang cukup significant dengan menggunakan smartphone secara optimal untuk bisnis. Contoh kasus SERENA salah satu perusahaan perangkat lunak telah mengintegrasikan hampir seluruh aktifitas perusahaan dalam satu tampilan layar smartphone mulai dari target pemasaran, sampai berkomunikasi dengan seluruh  karyawan. Suatu langkah bisnis yang efektif dan efisien.

Tampilan All in One Business Dari Serena

Berbekal teknologi komputasi Cloud, aktifitas-aktifitas bisnis yang essensial dan perlu diakses secara real time dapat dibenamkan kedalam smartphone yang dimiliki seluruh karyawan perusahaan. Hasilnya ? kinerja bisnis meningkat seiring efisiensi dan efektifitas yang mampu dicapai.

Dalam bidang kesehatan dimana waktu merupakan suatu hal yang sangat penting, aplikasi smartphone memberikan banyak manfaat dan mampu memberikan peluang untuk menyelamatkan banyak nyawa manusia. Aplikasi medis, informasi analisis kesehatan dapat diintegrasikan kedalam smartphone sehingga penanganan pasien akan lebih tepat dan cepat.

Bagaimana dengan di Indonesia apakah pemanfaatan smartphone sudah cukup optimal untuk mendongkrak bisnis suatu perusahaan atau mendongkrak kinerja sebuah lembaga institusi ?

Honda dan CEO Honda, Takanobu Ito


Siapa yang tidak kenal Honda ? produsen otomotif kelas dunia yang terkenal . Memiliki kelebihan dalam memproduksi kendaraan bermotor dengan teknologi yang inovatif, serta sesuai dengan keperluan konsumen di berbagai belahan dunia. Di Indonesia Honda terkenal karena produk motornya, salip menyalip dengan Yamaha. Seiring dengan krisis ekonomi sebagai dampak dari krisis ekonomi Amerika, Industri Otomotif dan Honda mengalami imbas akibat daya beli konsumen yang merosot.

Tapi dengan kekuatan budaya bisnis Honda yang menekankan terhadap prinsip berpikir cepat, investasi yang konservatif, dan menakar dengan kepala dingin kemampuan mereka sendiri. Honda menolak untuk mengikuti competitor dengan tidak memproduksi kendaraan pickup besar, walaupun dari segi margin keuntungan cukup menggiurkan. Untuk mobil, Honda fokus di empat model utama, mobil kompak Fit (Jazz), sedan Civic dan Accord serta CR-V, SUV kecil. Diseluruh dunia masing-masing model ini terjual lebih dari 50.000 unit per-tahun.

Fokus dan penghematan yang dilakukan mampu membantu Honda survive mengarungi badai krisis dan tetap membukukan keuntungan $ 1,5 miliar (Tahun Fiskal Maret 2009) padahal rivalnya Toyota dan Nissan merugi miliaran dollar.

honda-ceo-takanobu-ito3Adalah Takanobu Ito seorang insinyur Honda yang sekarang didaulat menjadi CEO Honda. Ito yang telah bekerja 25 tahun di Honda terbiasa bekerja dengan anggaran yang ketat. Sehari-hari bekerja di meja kayu yang sederhana dalam ruangan yang dipakai bersama dengan eksekutif lainnya.

Pengehematan dan efisiensi terasa kental dalam budaya Honda. Dan hal ini sangat membantu Honda untuk “survive” dan lebih ramping dalam bergerak didalam iklim kompetisi industry otomotif yang super ketat. Ekspansi besar-besaran ditunda, menarik diri dari ajang balap Formula 1 untuk dapat menghemat sekitar $500 juta pertahun dilakukan oleh CEO Ito.

Satu hal menarik dari Honda dan CEO Takanobu Ito, Honda adalah perusahaan dengan budaya hierarki yang tidak terlalu kaku. Sebagian besar eksekutif level atas termasuk Takanobu Ito adalah insinyur yang lebih bersemangat membicarakan teknologi ketimbang keuangan. Kepada Ito yang telah menjabat CEO pun semua orang nyaris menyapanya dengan sebutan “Ito-san” bukan sebutan yang lebih formal “Ito-Shacho” (Presiden Ito). Kini Ito harus menjalani masa-masa penjualan yang berat ditambah dengan menguatnya Yen sehingga mengikis laba ekspor.

Honda pun mulai focus menciptakan jajaran produk yang irit BBM. Kecenderungan konsumen yang meninggalkan SUV besar dengan mobil yang kompak membantu mendogkrak penjualan Honda. “Kami ingin memproduksi dan menawarkan mobil yang nyaman dikendarai, bukan mobil yang boros” kata CEO Ito.

Budaya egaliter Ito-san dengan semangat kerja dan inovasi yang kuat mengingatkan kepada Founder Sony Corporation. Seperti inikah profil pemimpin-pemimpin korporasi Jepang ?. Efisien, egaliter dan focus untuk bisa bertahan menjawab tantangan medan yang selalu berubah.

 

–disadur dari Businessweek 4 November 2009 —

Bisnis dan GO OPEN SOURCE


Dell-Desktop-ubuntu-linux

Berbicara mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia bisnis adalah berbicara juga mengenai nilai kompetitif. Bagaimana tidak, TIK sekarang menjadi salah satu kunci untuk dapat meraih keunggulan dalam iklim usaha yang makin ketat persaingannya. TIK tidak hanya sekedar tool dalam menjalankan core-business tapi juga sebagai daya ungkit untuk memberikan kekuatan dalam meraih pangsa pasar. Maka tidak heran banyak perusahaan yang mengalokasikan dana cukup besar untuk “belanja” TIK yang tentunya dibarengi dengan komitmen yang besar untuk mengmplementasikannya.

Selama ini TIK yang di implementasikan dalam perusahaan-perusahaan skala menengah dan besar masih didominasi perangkat-perangkat lunak berbayar (proprietary). Sebut saja vendor Microsoft, vendor perangkat lunak raksasa dunia yang menyediakan berbagai perangkat lunak kebutuhan perusahaan. Tapi dengan keharusan membayar lisensi aplikasi perangkat lunak dalam kisaran harga yang cukup tinggi membuat perusahaan-perusahaan mencari alternatif lainnya yang lebih ekonomis dengan kemampuan yang handal. Mulailah Open Source System (OSS) dilirik oleh perusahaan-perusahaan.


OO

Apalagi dalam situasi ekonomi yang belum stabil dimana “cash” adalah hal yang vital, maka pengehematan besar-besaran perlu dilakukan agar bisa bertahan. OSS merupakan sistem perangkat lunak yang membebaskan para penggunanya dari biaya lisensi yang mahal. Untuk dapat menggunakannya para pemakai dapat tidak dikenakan biaya ataupun sejumlah biaya tertentu yang tidak begitu besar. Contoh untuk satu unit desktop standar biaya perangkat lunak proprietary dapat mencapai $500 sedangkan jika menggunakan OSS biaya yang diperlukan cukup 1/5-nya. Walaupun tidak betul-betul gratis penggunaan Open Source memberikan nilai kompetitif dari segi ekonomi dan kebebasan untuk memodifikasi sesuai dengan kebutuhan, karena pengguna dapat memodifikasi source code nya untuk memperoleh kinerja dan penyesuaian yang diperlukan sesuai kebutuhan. Hal yang sama sekali tidak bisa dilakukan dalam lingkungan sistem perangkat lunak berbayar.


Banyak perusahaan-perusahaan yang mulai mengimplementasikan Open Source System dalam lingkungan teknologi informasinya. Penggunaan Open Source System memberikan kontribusi efisiensi dari perusahaan-perusahaan dalam memberikan produk atau layanan jasa, perusahaan-perusahaan teknologi tinggi di India dan Cina contohnya. Open Source System disini bisa berarti perangkat lunak yang dibangun dalam template Open Source seperti sistem operasi desktop Linux (serta ratusan turunannya), perangkat lunak yang digunakan untuk keperluan tertentu, Server, email client, aplikasi perangkat Office, data base. Vendor-vendor yang menawarkan produk dan service seputar Open Source System pun mulai banyak bahkan di support oleh vendor teknologi yang bukan OSS. Contohnya adalah NOVELL yang mendapat dukungan AMD atau RED HAT yang memiliki dukungan IBM.


Di Indonesia sendiri implementasi OSS mulai marak digunakan oleh banyak perusahaan skala kecil, menengah dan besar. Apalagi saat isu legalitas perangkat lunak kencang berhembus banyak perusahaan-perusahaan kecil yang switch ke Open Source. Contoh yang paling gampang dijumpai adalah warnet-warnet (warung internet). Untuk skala perusahaan besar, PT. Telekomunikasi Indonesia, Bank Mandiri tbk, PT Tempo Inti Media telah mulai dan sudah menggunakan Open Source System. Tantangan yang dihadapi saat “shifting” ini adalah penyesuaian terhadap pengguna serta pelatihan yang harus kontinu. Karena selama ini pengguna sudah terbiasa bekerja dengan komputer dengan lingkungan sistem proprietary, saat mulai menggunakan Open Source System umumnya mengalami masalah-masalah teknis akibat belum terbiasa. Umumnya makin banyak pengguna dalam suatu perusahaan maka energi untuk membiasakan mereka lancar makin besar juga. Disini biasanya dapat menggunakan jasa outsourcing untuk pelatihan dan implementasi Open Source System. Memang saat transisi ini tidak nyaman dan tidak mudah tapi begitu sistem Open Source ini berhasil digunakan akan banyak diperoleh nilai tambah bagi perusahaan dan para pengguna. Biaya belanja TIK yang ekonomis, stabilitas serta kinerja OSS yang baik dan tidak kalah kualitasnya di banding sistem proprietary.


Menarik menyimak komentar salah seorang top eksekutif IBM Indoensia bahwa Open Source selain faktor technical juga memerlukan perhatian yang khusus dari segi economical. Open Source System harus dimaintain terus dan versi yang diupdate sebagai bentuk penyempurnaan. Sehingga skala ekonomis Open Source System dapat tercapai, yang pada akhirnya betul-betul memberikan value yang optimal kepada para pengguna. Peran hubungan yang erat dan sinergis antara para pembuat software OSS – pemakai/perusahaan pengguna – pemerintah memegang peranan penting dalam mencapai skala ekonomis OSS. Pembuat OSS dapat menyediakan produk OSS yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga ada keseimbangan pemakaian produk OSS. Di satu sisi pemerintah sebagai regulator dapat menjaga iklim yang kondusif dengan memberikan insentif terkait pemakaian OSS. Tapi lepas dari itu juga hal lainnya yang tidak kalah penting adalah komitmen dari segenap para pengguna untuk memanfaatkan OSS agar dapat lebih produktif secara efisien.


Bagaimana dengan anda, tertarik untuk mulai Go Open Source ?.