Algoritma Coffeeology (Espresso)


2015/02/img_8825.jpg

Advertisements

Menghilang untuk Bisa Banyak Belajar


Catatan Dahlan Iskan

Senin, 19 Januari 2015
New Hope 02

Salah satu kebebasan yang saya nikmati saat ini adalah bisa kembali belajar dengan leluasa. Belajar apa saja. Dulu saya mewajibkan diri agar enam bulan sekali ”belajar” ke Amerika Serikat: shopping idea, belanja ide.

Itulah sebabnya perkembangan Jawa Pos di kemudian hari menjadi ”sangat Amerika”. Beda dengan koran-koran Jakarta saat itu yang ”sangat Eropa”

Belakangan, ketika Tiongkok maju luar biasa, saya jarang ke Amerika. Belajarnya pindah ke Tiongkok. Begitu sering saya ke Negeri Panda itu. Setahun bisa delapan kali. Bahkan pernah 12 kali. Jarak Tiongkok yang begitu dekat membuat saya bisa belajar lebih sering.

Kalau ke Amerika shopping saya shopping idea, ke Tiongkok saya shopping spirit. Spirit ingin maju. Di Tiongkok-lah, saya melihat sebuah masyarakat yang keinginan majunya begitu tinggi. Hasilnya pun nyata. Dalam sekejap, Tiongkok mengalahkan Jerman. Kemudian Jepang. Dan mungkin tidak lama lagi mengalahkan biangnya: Amerika.

Sejak menjadi pejabat pemerintah…

View original post 855 more words

Cerita Tentang Kopi Arumanis


2015/01/img_8087.jpg

Salah satu variabel penentu rasa kopi adalah tanah di mana pohon kopi itu ditanam, atau sering kali disebut Terroir.

Ini bisa dibilang salah satu variabel yang sangat penting. Karena pohon kopi pasti akan mengambil nutrisi dari tanah sekitarnya. Meskipun begitu, Terroir bukan satu-satunya variabel yang menentukan rasa.

Dari sanalah ide dan dilosofi kopi single origin berasal. Tempat asal biji kopi akan memberikan karakter kopi yang unik.

Nah ada salah satu jenis kopi unik dari daerah Jawa Barat, Kopi Arumanis. Jenis kopi ini unik luar biasa karena memiliki karakter “fruitty” dan “manis” apalagi jika cara seduhnya pas, hasilnya mantap.

Rasa dan wanginya mendekati rasa dan wangi buah nangka (jackfruit) dengan acidity dan body yang ringan.

Pertama kali “berkenalan” dengan kopi single origin jenis ini setahun yang lalu dan mulai dari kopi inilah mulai bisa menikmat kopi tanpa gula 😄.

Konon biji Kopi Ethiopia yang terkenal mahal memiliki rasa mirip dengan buah blueberry atau strawberry.

Dibandingkan dengan biji-biji kopi yang eksotis dari negara luar ternyata Kopi Nusantara pun tidak kalah eksotis dan menariknya.

Beragam khasanah dan karakter kopi-kopi Nusantara memiliki ciri khas masing-masing yang membuatnya unik dan berbeda dari yang lain. Termasuk Kopi Arumanis dari Tatar Sunda ini 👌.

Menghirup dan menikmati Kopi Arumanis yang segar hasil seduh manual memberikan pengalaman tersendiri yang unik dan menarik.

“Every single coffee bean has been devine”

– di tulis setelah menyeruput Kopi Aromanis yang diseduh dirumah dengan Dripper Hario V60-