Sketsa-The Coffee Roastery 


Sketsa-The Coffee Roastery 
Terinspirasi tempat-tempat micro coffee roastery di Kota Bandung. 
Kopi nikmat yang tersaji dalam cangkir berupa espresso, cafe latte ataupun manual brewing coffee merupakan hasil roasting (pemanggangan) biji kopi yang pas. Selain biji kopi yang baik, proses pemanggangan biji kopi juga mempengaruhi karakter kopi yang dihasilkan. 
Proses pemanggangan kopi itu sendiri bertujuan untuk mengeluarkan komponen rasa dan aroma kopi secara optimal. Dan keahlian sebagai “master roastery” adalah keahlian langka. Seni dan sains disini menjadi satu diikat dengan pengalaman yang panjang. 
Dari proses roasting ini dikenal istilah “dark roasted”, “medium roasted”,”light roasted”.. Yang kesemuanya memberikan karakter kopi yang berbeda.

  

Move Fast and Create Something


 
 “Move Fast and Create Something -mantra”

Saya selalu kagum dengan “spirit ” perusahaan-perusahaan kecil (startup) yang gesit, dinamis, solutif dan egaliter…mulai dari Lembah California-Silicon Valley, Tel Aviv, Irlandia sampai Bandung Indonesia. Mulai dari Dropbox, Tumblr, Fiftythree, FourBarrel Coffee, Waze GPS sampai Go-Jek Indonesia 😄.
Keputusan dan strategi bisnis dibuat oleh tim solid yang penuh semangat, bagaimana menyajikan solusi terbaik selalu jadi DNA mereka.. saling melempar tanggung jawab dan kesalahan kyknya gak ada dalam kamus mereka. 

Para perusahaan “startups” ini  sadar karena mereka masih kecil satu-satunya cara agar survive dan berkembang selalu mendeliver value yang terbaik pada momen yang pas.

Saintis, Bio Engineer dan Seniman


Jadi teringat membaca buku menarik “Linchpin” karya Seth Godin. Ide dasarnya adalah pada dasarnya semua profesi itu seniman, apapun jenis profesinya.

Seseorang profesional yang dapat mengembangkan profesinya menjadi suatu karya seni adalah yang mampu membawa semangat, passion yang kuat untuk mendedikasikan diri menghasilkan suatu karya yang state of the art.

Art isn’t only a painting. Art is anything that’s creative, passionate, and personal. And great art resonates with the viewer, not only with the creator – Seth Godin –

IMG_5251-0.JPG

IMG_5252.JPG

Makiwara : suatu filosofi ketekunan


Dalam seni beladiri Karate tradisional ada satu cara berlatih teknik pukulan dengan menggunakan alat sederhans. Alat tersebut disebut sebagai “Makiwara”.

Yaitu sebuah tonggak yang ditanam dalam tanah. Tonggak tersebut harus cukup kokoh tapi cukup fleksible untuk menerima hantaman pukulan dari Karateka yang berlatih. Biasanya tonggak kayu Makiwara tersebut dilapisi ijuk atau tambang pada area yang sering menjadi target latihan pukulan.

Seorang karateka biasanya berlatih terus menerus memukul “Makiwara” dengan penuh ketekunan. Posisi kuda-kuda yang kokoh, posisi kepalan yang kuat, kecepatan serta tenaga yang sesuai. Setiap pukulan yang dilontarkan terhadap “Makiwara” akan menghasilkan gaya tolak. Berbeda dengan berlatih pukulan dengan Sandbag yang akan mengayun jika terkena hantaman.

Hasil latihan yang tekun dan benar dengan menggunakan “Makiwara” akan menghasilkan teknik pukulan Karate yang mengagumkan.

an effort with persistently will become the path for mastery

20140519-182331.jpg