Move Fast and Create Something


 
 “Move Fast and Create Something -mantra”

Saya selalu kagum dengan “spirit ” perusahaan-perusahaan kecil (startup) yang gesit, dinamis, solutif dan egaliter…mulai dari Lembah California-Silicon Valley, Tel Aviv, Irlandia sampai Bandung Indonesia. Mulai dari Dropbox, Tumblr, Fiftythree, FourBarrel Coffee, Waze GPS sampai Go-Jek Indonesia 😄.
Keputusan dan strategi bisnis dibuat oleh tim solid yang penuh semangat, bagaimana menyajikan solusi terbaik selalu jadi DNA mereka.. saling melempar tanggung jawab dan kesalahan kyknya gak ada dalam kamus mereka. 

Para perusahaan “startups” ini  sadar karena mereka masih kecil satu-satunya cara agar survive dan berkembang selalu mendeliver value yang terbaik pada momen yang pas.

Advertisements

Cerita tentang Instagram yang keren :)


Beberapa hari ini saya kecanduan Instagram melalui Smartphone Android. Aplikasi Instagram merupakan aplikasi berbagi foto yang ciamik untuk perangkat-perangkat mobile. Awalnya aplikasi Instagram ini hanya tersedia untuk perangkat dengan sistem operasi iOS seperti iPad, iPhone dan iPod Touch. Tapi kemudian sejak April 2012 mulai tersedia untuk perangkat dengan platform Android. Akhirnya saya bisa menikmati enaknya aplikasi berbagi foto ini.

Model aplikasi Instagram sebetulnya serupa dengan aplikasi yang sudah ada sebelumnya seperti Flickr nya Yahoo ataupun Picassa buatan Google. Tetapi aplikasi ini memiliki keunikan tersedia dengan beragam fitur filter yang memungkinkan para pengguna dapat mengoprek foto-foto yang diambil menjadi terlihat lebih artistik dan menarik. Ditambah lagi dengan kualitas kamera perangkat iPhone, iPad dan iPod Touch yang mantap menjadikan foto-foto yang biasa seperti diambil oleh fotografer profesional :). Dengan fitur share foto, like foto, follow Instagram menjadi sebuah komunitas sharing foto yang bernuansa sosial media. Para pengguna dapat saling berbagi foto, saling mengapresiasi foto-foto dan menjalin “pertemanan” dengan memfollow pengguna Instagram lainnya. Fitur hashtag “#” pada foto yang diupload menjadikan foto-foto memiliki tag yang dapat dikelompokkan berdasarkan jenis atau kelompok foto tertentu. Mirip dengan hashtag pada Twitter.

Instagram dibawah Instagram Inc sebetulnya perusahaan yang masih muda atau bahasa kerennya “start up”, baru berdiri sejak tahun 2010. Perusahaan yang dikomandani Kevin Systrom mampu menyajikan pengalaman berbagi foto yang keren dan menyenangkan bagi para pemakai perangkat mobile. Dengan 13 orang karyawan dan belum membukukan laba, Instagram tercatat sebagai aplikasi yang paling banyak di unduh melalui iTune Apple dan tercatat sebagai “Best Mobile App” at the 2010 TechCrunch Crunchies.

Dari jumlah pengguna akhir tahun 2010 Instagram memiliki kurang lebih satu juta pengguna, yang berkembang menjadi sekitar 30 juta pengguna di April 2012. Agustus 2011 tercatat 150 juta foto telah diupload melalui Instagram. Kepopuleran Instagram akhirnya menjadikannya di akusisi oleh Facebook, perusahaan internet sosial media terbesar saat ini, dengan valuasi senilai $ 1 Miliar berupa cash dan saham. Akusisi ini merupakan berita yang cukup mengejutkan dalam bisnis teknologi internet mengingat sebelumnya tidak ada kabar bahwa Facebook membeli Instagram, perusahaan startup yang hanya di awaki oleh 13 orang karyawan dan belum menghasilkan profit yang jelas.

Entah apa yang akan dilakukan Facebook terhadap Instagram, apakah akan dikembangkan lebih besar lagi atau malahan di “matikan”. Kita lihat saja bagaimana kelanjutan dari Instagram.

Berikut adalah time line history dari Instagram selama kurun waktu 2 tahun.