Setiap orang pasti mengenal merek Sony dan kemungkinan besar pernah menggunakan produk Sony. Sebagai perusahaan elektronik Sony dinilai berhasil membesut produk produk yang laris manis atau menjadi icon di dunia teknologi. Sebut saja televisi Trinitron, pemutar musik Walkman, notebook VAIO, komputer genggam CLIE, konsol game Play Station, phone cell Sony Ericsson dan sederet produk lainnya.

Tapi dibalik kesuksesan menjadi salah satu icon teknologi dan inovasi, Sony pada mulanya “hanyalah” sebuah bengkel radio di Tokyo jepang; Tokyo Tsushin Kogyo (Tokyo Telecomunication Engineering Corporation). Di dirikan oleh Akio Morita dan Ibuka setelah perang dunia ke II. Setelah memutuskan untuk melakukan manufaktur produk, Morita dan Ibuka mempoduksi penanak nasi dari kayu (khas Jepang) dengan sumber energi listrik untuk memanaskan nasinya. Tapi entah kenapa nasi yang ditanak tidak pernah matang. Akhinya produk pertama mereka gagal.

Sony, ditangan Morita dan Ibuka dapat berkembang dari sebuah perusahaan lokal menjadi sebuah perusahaan elektonika pertama Jepang yang merambah secara Global. Bermula dari Morita yang berkunjung ke perusahaan Phillips Belanda di era 50-an. Kunjungan itu membawa mimpi bagi Morita untuk membawa Sony menjadi perusahaan kelas dunia. Disini kita bisa belajar contoh kekuatan sebuah visi dan tekad untuk mewujudkannya.

Morita dan Ibuka merupakan contoh pemimpin bertangan dingin dan memiliki visi yang kuat. Walaupun pucuk pimpinan dipegang oleh dua orang tapi mereka mampu “membagi” kekuasaan dan bersinergi membangun budaya perusahaan yang solid. Budaya perusahaan inilah yang menjadi “resep rahasia” Sony selain sumber daya manusia yang bagus.

Kedisiplinan, inovasi, keberanian untuk mengambil resiko, kebersamaan, kesedehanaan, merupakan sebagian budaya perusahaan Sony yang dapat diaplikasikan dengan baik. Maka tidak heran di Sony sang pendiri Sony berinteraksi secara langsung dengan petugas kebersihan dan karyawan level paling bawah. Budaya egaliter merupakan salah satu pemicu inovasi Sony. Memungkinkan orang-orang Sony mengeluarkan potensi terbaiknya untuk perusahaan. Kesederhanaan merupakan budaya yang di anut seluruh karyawan mulai dari level bawah sampai top management. Morita dan Ibuka mencontohkan sikap bahwa budaya mewah bukanlah taraf pencapaian terbaik. Berprestasi terus menerus merupakan pencapaian yang lebih beharga ketimbang bermewah-mewah.

Inovasi merupakan ciri khas Sony yang sudah mendarah daging. Produk produk Sony terkenal dengan desain dan kinerja yang prima, walaupun tidak semua laris dipasaran. Diawali dengan produk radio transistor portable Sony yang laris, Sony menggulirkan produk lainnya dengan “DNA” yang sama: pemutar musik portable WALKMAN, notebook VAIO, konsol game Play Station. Walaupun ada lini-lini produk yang gagal tapi tidak menyurutkan inovasi Sony dan investasi untuk mengembangkan bisnisnya. Sampai sekarang budaya Sony yang ditanamkan sang pendiri masih mengakar kuat walaupun Sony adalah sebuah perusahaan global. Suatu contoh perusahaan global dengan budaya lokal yang kuat dan positif.

Hal yang menyentuh lainnya dari budaya Sony: Sony meletakkan tujuan usahanya bukan hanya untuk mencetak laba semata. Yang paling utama bagi Sony adalah mengembangkan pertumbuhan jangka panjang dengan memberikan produk terbaik bagi konsumen, serta kesejahteraan bagi para karyawannya.

Suatu budaya yang mungkin dianggap utopia oleh kultur corporat barat tapi nyatanya sampai sekarang Sony masih bertahan sebagai perusahaan yang disegani.

Disadur dari : The Sony Way

Saya suka kagum pada orang yang mampu memberikan penjelasan atau “mentrransfer” ilmu dengan bahasa yang sederhana & mudah dipahami. Memang kemampuan seperti itu merupakan hasil dari suatu pemahaman yang matang atau hasil pengalaman yang panjang. Tipe orang2 yang seperti itu menggunakan bahasa yang “membumi” alih-alih menggunakan bahasa “langit”.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengikuti kursus singkat mengenai sistem pendingin untuk penyimpanan vaksin. Mentornya adalah salah seorang insinyur senior di peusahaan. Tanpa menggunakan istilah yang rumit apalagi persamaan-persamaan Termodinamika beliau mampu menjabarkan proses pendingin menjadi suatu cerita yang menarik untuk disimak. Membuat kami para peserta lebih sering mengangguk daripada mengernyitkan kening : ).

Pendapat saya keterampilan untuk mampu meramu hal yang rumit menjadi hal yang lebih sederhana adalah keterampilan yang berguna dimanapun kita berada. Tidak hanya dikampus atau didunia kerja, tapi dikeluarga serta di masyarakat luas keterampilan itu akan banyak bermanfaat.

Seorang dosen pernah berbagi cerita saat mengambil program Ph.D bidang ilmu bahan, profesornya saat penelitian memberi tugas untuk mempresentasikan hasil risetnya kepada istri sang dosen tsb, yang tentunya adalah orang awam untuk bidang ilmu rekayasa material. “Jika anda mampu menjelaskan hasil riset anda kepada istri anda maka kemungkinan besar anda akan berhasil saat sidang desertasi nanti”…begitu sang profesor berujar. Dan memang sang dosen ini memiliki kekhasan dalam mengajar, materi-materi kuliah yang rumit dalam ilmu material disajikan dalam kelas dengan bahasa populer yang mudah dipahami.

Dalam bukunya A Brief History of Time, fisikawan kondang Stephen Hawkin menuliskan konsep Fisika Modern mengenai ruang, waktu dalam bentuk tulisan yang populer. Tanpa ada persamaan-persamaan fisika yang rumit. Tapi tidak menghilangkan inti dari penjelasan yang disampaikannya dalam bidang Fisika Modern, Luar Biasa !.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda “sampaikan Islam dengan bahasa masing-masing kaum”. Ternyata dalam berdakwah pun dianjurkan dengan bahasa sederhana yang penuh hikmah. Dan dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW senantiasa mencontohkan berdakwah dengan bahasa yang mudah dipahami. Bahasa dakwah islam yang disampaikan oleh beliau kepada seorang arab badui berbeda dengan yang disampaikan kepada Kaisar Romawi timur.

Terkadang kita terlalu berkutat dalam hal yang detail dan istilah-istilah ilmiah tapi belum menyentuh inti dari sebuah keilmuan.

Konsumen sebagai sasaran bidik sebuah produk sebetulnya memiliki potensi yang besar untuk memasarkan produk yang dipasarkan. Bagaikan virus yang dapat melakukan penyebaran sangat cepat yang semula hanya diawali oleh satu orang yang memiliki jaringan luas, dapat memberikan pengaruh terhadap pemasaran sebuah produk. Rekomendasi dan pemasaran “dari mulut ke mulut”.

Sehingga saat produk memiliki nilai positif akan memiliki peluang yan sangat besar untuk direkomendasikan konsumen kepada konsumen yang lainnya dan begitu juga sebaliknya saat produk yang dilempar kepasaran dinilai memiliki nilai negatif, maka akan mendapatkan publisikasi negatif oleh para konsumen. Bahkan hasil penelitian sebuah lembaga research menunjukkan untuk hal-hal yang negatif (Negative Word of Mouth, NWOM) memiliki angka penyebaran yang lebih besar dibandingkan hal-hal yang positif (Positive Word of Mouth, PWOM). Berdasarkan hasil riset rata-rata konsumen di Indoensia menceritakan hal yang positif kepada 7 orang, sedangkan hal yang negatif kepada 11 orang. Cukup significant bukan ?. Ternyata konsumen sendiri memiliki kontribusi terhadap aktifitas pemasaran dan pencitraan produk entah itu barang ataupun jasa. Contoh yang mudah terlihat dalam realita adalah bagaimana rumah makan-rumah makan yang sederhana tapi memiliki keunikan tetap mendapatkan pelanggan padahal mereka tidak pernah beriklan sama sekali dalam media massa. Ya kekuatan pemasaran lewat mulut para pelanggannya. Fenomena ini diangkat juga oleh Jurnalis Malcolm Gladwell dalam bukunya “THE TIPPING POINT”. Yang secara umum menyajikan analisa bagaimana hal-hal yang besar dipengaruhi oleh hal-hal kecil termasuk aktifitas Word of Mouth dalam pemasaran.

Sehingga dengan melihat kekuatan pengaruh pemasaran dari mulut ke mulut produsen sebuah produk  perlu untuk lebih fokus dalam menjalankan Word of Mouth Marketing. Membuat para pelanggan kita membicarakan (do the talking), mempromosikan (do the promotion) dan menjual (do the selling).

Dalam aktifitas Word of Mouth Marketing, produsen dapat memanfaatkan para pelanggan potensialnya untuk memberikan kontribusi merubah konsumen lainnya menjadi bersikap positif terhadap produk yang dipasarkan. Para pelanggan ini merupakan profitable talkers yang memiliki pengaruh serta jaringan yang cukup besar untuk mempengaruhi konsumen yang lainnya untuk menjadi positif, mencoba dan membeli produk.

Dalam buku THE TIPPING POINT, Malcolm Gladwell menyajikan analisa mengenai bagaimana beberapa golongan orang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap masyarakat. Entah itu membentuk opini, menggerakkan massa sampai mempromosikan suatu produk. Malcolm menyebut golongan tersebut sebagai para Maven (orang bijak), Connector (penghubung), Salesman (penjual). Masing-masing memberikan kontribusi yang besar dalam memberikan pengaruh kepada massa.

Maven (orang bijak) merupakan orang dengan perbendaharaan informasi yang banyak terutama informasi-informasi baru. Para Maven ini memiliki kecenderungan untuk berbagi pengetahuan yang dimilikinya dengan orang lain tanpa pamrih. Bagi mereka membantu dan menolong orang lain adalah suatu kepuasan. Salesman (penjual), golongan orang yang memiliki pengaruh yang kuat untuk dapat mempengaruhi orang lain secara halus. Umumnya tipe-tipe orang yang memiliki kemampuan lebih dalam hal bernegosiasi dan mempengaruhi.  Connector (penghubung) merupakan tipe orang yang memiliki akses pergaulan yang luas kedalam berbagai jenis kalangan strata social serta mampu “menghubungkan” diantara mereka. Tipe-tipe orang tersebut kemungkinan besar juga terdapat dalam pelanggan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Bayangkan kekuatan pemasaran yang muncul jika mereka merekomendasikan sebuah produk.

Banyak perusahaan-perusahaan yang mensponsori komunitas pengguna produk, menggandeng pelanggan potensial untuk menjadi “agen” yang dapat membantu memasarkan. Di tengah kelesuan belanja iklan konvensional di media massa serta tuntutan untuk berasing ketat dalam iklim bisnis yang masih kelabu, aktifitas Word of Mouth Marketing merupakan salah satu “resep” jitu untuk meningkatkan brand image produk dan mendongkrak keuntungan usaha.

Bahkan produk-produk berteknologi tinggi serta perusahaan-perusahaan baru banyak menggunakan aktifitas pemasaran Word of Mouth Marketing ini. Produk RIM, Smartphone Blackberry, situs pencarian Google, situs took online Amazon.com, situs jejaring sosial FaceBook merupakan salah satu contoh bagaimana kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut memberikan hasil citra positif  dimata konsumen, sehingga memunculkan ketertarikan untuk mencoba dan menggunakan produk mereka.

Tentunya hal ini harus dibarengi dengan penyajian produk yang prima bukan hanya sekedar lips service. Sehingga pelanggan betul-betl tergerak untuk mempromosikan dan memberikan kontribusi pemasaran yang significant. Make your custumers do the talking, promoting and selling.

Refrensi : Businessweek Mei 2009, Sumardy Head of Consulting Octovate

Sepanjang perjalanan kita menempuh jalur pendidikan pasti kita pernah menjumpai guru-guru hebat yang layak menjadi teladan dan memberikan inspirasi. Terinspirasi oleh film lawas Dangerous Mind serta dorama Gokusen jadi terusik ingin menuliskan seorang profil guru yang (menurut saya) sangat layak menjadi teladan dan cukup jarang ditemui dalam lingkungan akademis.

Seorang dosen disebuah perguruan tinggi teknologi terkemuka tanah air, memiliki keahlian dalam bidang korosi, material keramik dan karbon. Selain kemampuan akademis yang mumpuni ternyata sang dosen ini pun memiliki hobi dalam bidang elektronik, seni rupa serta mampu menggunakan beberapa alat musik seperti flute, biola dan gitar. Wah mantapp, seimbang sekali antara otak kiri dan otak kanan. Itu adalah sisi kelebihan beliau dengan kapasitas seorang akademisi dan peneliti. Kami (mahasiswa-mahasiwa bimbingannya) terkadang menyebut beliau dengan sebutan “mr.B”. Tapi satu hal yan membuat saya dan teman-teman lainnya terkesan adalah attitude beliau. Tidak hanya transfer ilmu dan pengetahuan yang beliau lakukan tapi ada hal-hal yang lebih dari itu. Transfer idealisme, semangat serta nilai-nilai religius. Sesuatu hal yang masih agak jarang dilakukan dalam lingkungan perguruan tinggi pada umumnya. Sesuatu yang agak mirip dengan yang dilakukan tokoh Yankumi dalam dorama Gokusen walaupun cara beliau lebih “halus”.

Satu hal yang juga tidak kalah pentingnya contoh keteladanan serta dedikasi terhadap tugas yang beliau contohkan. Sangat-sangat jarang sekali beliau membatalkan perkuliahan atau agenda tatap muka penelitian, tanpa sebab yang jelas atau tanpa pemberitahuan sebelumnya, walaupun mengajar jam 18:00 (ada pergeseran jadwal kuliah dan agenda presentasi). Atau sering beliau saat kuliah pagi membawa sendiri Slide Projector (saat itu LCD projector masih barang langka) dari jurusan ketempat kuliah lantai 3, padahal berat lho dan beliau tidak pernah meminta kepada mahasiwa untuk membawakannya. Akhirnya kami peserta kuliah suka berlomba-lomba dating lebih pagi agar kami bisa membawa Slide Projector tsb. “Bagi saya mengajar itu adalah ibadah” kata beliau, kata-kata itu masih terekam kuat dalam benak ingatan saya saat sehabis diskusi topik penelitian. Hal lainnya yang sering beliau ingatkan adalah sebagai seorang lulusan akademis kami harus memberikan kontribusi positif bagi umat apapun itu.

Maka tak heran kelas-kelas kuliah yang diajar oleh beliau, terutama kuliah pilihan banyak diminati para mahasiswa. Walaupun terkenal beliau suka membuat soal yang susah, unik, ujian Open-Book tapi tidak menyurutkan para peserta kuliah. Bagi saya sendiri seakan ada keasyikan tersendiri dalam mengikuti kuliah beliau, metode pengajaran yang unik, contoh serta ilustrasi yang membumi. Bahkan terkadang beliau suka membawa barang-barang atau suatu prototype yang menggambarkan konsep kelilmuan yang sedang kami pelajari. Pernah beliau membawa mainan kapal-kapalan dari kaleng dengan bahan bakar minyak kelapa. Yang biasanya suka dijual dipinggir jalan (sekarang kayaknya sudah musnah jenis mainan seperti ini). Kapal tersebut digunakan untuk ilustrasi konsep-konsep proses termodinamika yang beliau ajarkan. Dan hal lain yang paling kami ingat saat akses terhadap informasi yang masih kurang, harga buku yang masih mahal bagi ukran kantong mahasiswa yang pas-pasan beliau sering meminjamkan buku-buku ataupun sengaja menyebarkan artikel-artikel ilmiah kepada mahasiswanya .

Kerendahan hati, dedikasi serta keteladanan beliau selama mengajar dan kesabaran menghadapi aneka ragam mahasiswanya membuat kami semua, yang pernah diajar oleh beliau menyimpan rasa hormat yang mendalam bahkan setelah kami lulus. Tahun 2001-2004 Saya dan beberapa orang teman masih suka menyempatkan silaturahim ke rumah beliau. Dan ternyata kesederhanaan dan kearifan dalam mengajar beliau bawa juga kedalam ruang lingkup keluarga beliau. Mungkin profil mr.B ini merupakan contoh dari sekian banyak guru-guru teladan yang ada dinegara ini. Yang mendarma baktikan hidupnya untuk mendidik tidak hanya sebatas mengajar. Walaupun terkadang dinegara ini masih kurang apresiasi yang diberikan kepada guru, cukup julukan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

………………………………………………………………………………………………….. Kepada Bpk B Terimakasih banyak atas segala yang bapak lakukan kepada kami semoga segala kebaikan bapak mendapatkan balasan oleh Allah SWT sebagai amal shalih yang terbaik

Danke Mr.B, Sie sind die besten

Dell-Desktop-ubuntu-linux

Berbicara mengenai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia bisnis adalah berbicara juga mengenai nilai kompetitif. Bagaimana tidak, TIK sekarang menjadi salah satu kunci untuk dapat meraih keunggulan dalam iklim usaha yang makin ketat persaingannya. TIK tidak hanya sekedar tool dalam menjalankan core-business tapi juga sebagai daya ungkit untuk memberikan kekuatan dalam meraih pangsa pasar. Maka tidak heran banyak perusahaan yang mengalokasikan dana cukup besar untuk “belanja” TIK yang tentunya dibarengi dengan komitmen yang besar untuk mengmplementasikannya.

Selama ini TIK yang di implementasikan dalam perusahaan-perusahaan skala menengah dan besar masih didominasi perangkat-perangkat lunak berbayar (proprietary). Sebut saja vendor Microsoft, vendor perangkat lunak raksasa dunia yang menyediakan berbagai perangkat lunak kebutuhan perusahaan. Tapi dengan keharusan membayar lisensi aplikasi perangkat lunak dalam kisaran harga yang cukup tinggi membuat perusahaan-perusahaan mencari alternatif lainnya yang lebih ekonomis dengan kemampuan yang handal. Mulailah Open Source System (OSS) dilirik oleh perusahaan-perusahaan.


OO

Apalagi dalam situasi ekonomi yang belum stabil dimana “cash” adalah hal yang vital, maka pengehematan besar-besaran perlu dilakukan agar bisa bertahan. OSS merupakan sistem perangkat lunak yang membebaskan para penggunanya dari biaya lisensi yang mahal. Untuk dapat menggunakannya para pemakai dapat tidak dikenakan biaya ataupun sejumlah biaya tertentu yang tidak begitu besar. Contoh untuk satu unit desktop standar biaya perangkat lunak proprietary dapat mencapai $500 sedangkan jika menggunakan OSS biaya yang diperlukan cukup 1/5-nya. Walaupun tidak betul-betul gratis penggunaan Open Source memberikan nilai kompetitif dari segi ekonomi dan kebebasan untuk memodifikasi sesuai dengan kebutuhan, karena pengguna dapat memodifikasi source code nya untuk memperoleh kinerja dan penyesuaian yang diperlukan sesuai kebutuhan. Hal yang sama sekali tidak bisa dilakukan dalam lingkungan sistem perangkat lunak berbayar.


Banyak perusahaan-perusahaan yang mulai mengimplementasikan Open Source System dalam lingkungan teknologi informasinya. Penggunaan Open Source System memberikan kontribusi efisiensi dari perusahaan-perusahaan dalam memberikan produk atau layanan jasa, perusahaan-perusahaan teknologi tinggi di India dan Cina contohnya. Open Source System disini bisa berarti perangkat lunak yang dibangun dalam template Open Source seperti sistem operasi desktop Linux (serta ratusan turunannya), perangkat lunak yang digunakan untuk keperluan tertentu, Server, email client, aplikasi perangkat Office, data base. Vendor-vendor yang menawarkan produk dan service seputar Open Source System pun mulai banyak bahkan di support oleh vendor teknologi yang bukan OSS. Contohnya adalah NOVELL yang mendapat dukungan AMD atau RED HAT yang memiliki dukungan IBM.


Di Indonesia sendiri implementasi OSS mulai marak digunakan oleh banyak perusahaan skala kecil, menengah dan besar. Apalagi saat isu legalitas perangkat lunak kencang berhembus banyak perusahaan-perusahaan kecil yang switch ke Open Source. Contoh yang paling gampang dijumpai adalah warnet-warnet (warung internet). Untuk skala perusahaan besar, PT. Telekomunikasi Indonesia, Bank Mandiri tbk, PT Tempo Inti Media telah mulai dan sudah menggunakan Open Source System. Tantangan yang dihadapi saat “shifting” ini adalah penyesuaian terhadap pengguna serta pelatihan yang harus kontinu. Karena selama ini pengguna sudah terbiasa bekerja dengan komputer dengan lingkungan sistem proprietary, saat mulai menggunakan Open Source System umumnya mengalami masalah-masalah teknis akibat belum terbiasa. Umumnya makin banyak pengguna dalam suatu perusahaan maka energi untuk membiasakan mereka lancar makin besar juga. Disini biasanya dapat menggunakan jasa outsourcing untuk pelatihan dan implementasi Open Source System. Memang saat transisi ini tidak nyaman dan tidak mudah tapi begitu sistem Open Source ini berhasil digunakan akan banyak diperoleh nilai tambah bagi perusahaan dan para pengguna. Biaya belanja TIK yang ekonomis, stabilitas serta kinerja OSS yang baik dan tidak kalah kualitasnya di banding sistem proprietary.


Menarik menyimak komentar salah seorang top eksekutif IBM Indoensia bahwa Open Source selain faktor technical juga memerlukan perhatian yang khusus dari segi economical. Open Source System harus dimaintain terus dan versi yang diupdate sebagai bentuk penyempurnaan. Sehingga skala ekonomis Open Source System dapat tercapai, yang pada akhirnya betul-betul memberikan value yang optimal kepada para pengguna. Peran hubungan yang erat dan sinergis antara para pembuat software OSS – pemakai/perusahaan pengguna – pemerintah memegang peranan penting dalam mencapai skala ekonomis OSS. Pembuat OSS dapat menyediakan produk OSS yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga ada keseimbangan pemakaian produk OSS. Di satu sisi pemerintah sebagai regulator dapat menjaga iklim yang kondusif dengan memberikan insentif terkait pemakaian OSS. Tapi lepas dari itu juga hal lainnya yang tidak kalah penting adalah komitmen dari segenap para pengguna untuk memanfaatkan OSS agar dapat lebih produktif secara efisien.


Bagaimana dengan anda, tertarik untuk mulai Go Open Source ?.

Beberapa metode manajemen yang paling lama bertahan dan diterapkan pada masa-masa sulit ketika perusahaan-perusahaan memerlukan cara-cara baru untukmengelola biaya dan tumbuh. Mulai dari konsep manufaktur pertama kali diterapkan sampai metode kolaborasi dan inovasi bersama.
Illinois-gear_collectionBerikut adalah rangkuman beberapa ide terbaik selama 100 tahun terakhir.

1. Tahun 1910 Lini perakitan, studi kasus mobil tipe T buatan Ford, Henry Ford meniru sistem trol di atas konveyor seperti yang dibuat dalam industri bir dan rumah jagal. Dengan melakukan inovasi ini Ford berhasil meningkatkan produksi tahunan dari 78000 unit pada tahun 1910 menjadi 2000000 unit pada tahun 1920-an.

2. Tahun 1920 Segmentasi pasar, studi kasus CEO GM, saat itu Alfred Sloan mengelola manufaktur mobil melalui “divisi-divisi” yang dipantau secara longgar. Divisi-divisi tersebut bagaikan perusahaan-perusahaan kecil dengan Sloan sebagai pimpinan. Model tersebut menjadi dasar korporasi masa kini.

3. Tahun 1931 Manajemen merek, Procter and Gambler memiliki kekuatan strategi pemasaran produk-produk mereka kepada berbagai jenis demografi yang berbeda. Produk mereka yang paling utama saat itu adalah sabun. Selanjutnya P&G membentuk manajemen merek, sebuah struktur operasional yng membuat manajer individual bertanggung jawab terhadap kesuksesan setiap merek. Strategi ini masih tetap dipakai dan digunakan oleh perusahaan-perusahaan sekarang terutama yang bergerak dalam bidang Consumer Good.

4. Tahun 1943 Skunk Works, Untuk mempercepat proses pembuatan pesawat yang diperlukan untuk keperluan Perang Dunia ke II, hanya 143 hari. Lockheed membentuk organisasi bernama Skunk Works, yang memakai grup-grup kecil dan pendanaan canggih dengan interverensi minim dari induk perusahaan. Dipercaya tim-tim ini bisa memberikan kinerja yang lebih efektif dan efisien. Dimasa kini Google, HP, IDEO menerapkan sebagian konsep tersebut untuk menelurkan inovasi dan kekuatan kompetitif. Read the rest of this entry »

wikinomicsMungkin sudah tidak asing lagi jika kita mendengar istilah : Linux, Open Source project, Human Genome project, Wikipedia, Facebook, Blog, Instant Messege, Flickr. Apa kesamaan dari nama-nama diatas? Semua produk ataupun aktifitas tersebut merupakan hasil dari kolaborasi banyak pihak ataupun melibatkan banyak pihak dalam penggunaannya.

Di tengah semaraknya teknologi digital muncul suatu kecenderungan ekonomi baru yang bertumpu kepada kekuatan kolaborasi massal. Dengan menggunakan fasilitas internet yang semakin maju, para pelaku bisni dan pengembang berkolaborasi membangun sesuatu hal yang baru. Ternyata hasil yang didapatkan melalui proses kolaborasi massal tersebut memiliki banyak kelebihan dibandingkan hasil kerja secara konvensional. Don Tapscott dalam bukunya memberikan istilah “Wikinomics” untuk perkembangan ekonomi berbasi kolaborasi dan sinergi. Wiki merujuk kepada bahasa Hawaii yang artinya : cepat. Menurut Don Tapscott Wikinomics memiliki empat prinsip yaitu : keterbukaan, peering, berbagi dan bertindak global. Suatu konsep yang percaya bahwa kolaborasi, saling berbagi pengetahuan akan memicu sinergitas yang positif yang tentunya akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Beberapa contoh studi kasus yang menarik diantaranya :
1. Linux, sistem operasi komputer yang bersifat Open Source, dikembangkan melibatkan ribuan pengembang dberbagai pelosok dunia. Di distribusikan hampir dengan gratis, memiliki tingkat stabilitas serta kinerja yang tidak kalah dengan sistem operasi berbayar yang sudah lebih dulu beken. Ada yang memperkirakan Linux ini akan menjadi sistem operasi masa depan. Untuk pangsa pasar OS Server Linux memegang market share yang dominan. IBM, Novell, AMD merupakan salah satu jajaran korporasi teknologi global yang memberikan perhatian besar terhadap Linux.

2. Wikipedia ensiklopedia online yang gratis, ketenarannya melebihi Britannica Ensiclopedia. Walaupun ada isu artikel-artikel yang tidak objektif, Wikipedia mampu memberikan contoh kinerja yang baik mengenai bagaimana suatu kolaborasi massal dalam menyusun informasi dapat disusun serta disajikan dengan baik dan cepat. Walaupun banyak kritikan untuk Wikipedia tapi kehadiran ensiklopedia online gratis ini memberikan suatu contoh proses kolaborasi efektif dan sinergis.

3. Blog menjadikan semua orang dapat menulis dan dipublish secara online dengan biaya yang sangat rendah. Teknologi internet yang berevolusi menjadi istilah Web 2.0 menjadikan para netter internet tidak hanya sebagai konsumen konten tapi juga sebagai “produser” konten. Tulisan, musik, video dapat disususn dan dipublikasikan melalui blog. Blog memiliki kekuatan hampir setara dengan media informasi konvensional. Sekelompok blogger amatir dengan visi yang kuat lebih diperhitungkan dibandingkan seorang jurnalis kawakan sekalipun.

4. Innocentive, alih-alih mempekerjakan banyak tenaga ahli untuk pengembangan dan penelitian, situs Innocentive dibuat untuk mempublikasikan permasalahan (terutama permasalahan kimia dan rekayasa kimia). Untuk selanjutnya para pengguna internet yang memiliki keahlian dapat memberikan solusi, tentunya akan diberikan imbalan jika solusi yang diberikan visible.Jadilah Innocentive menjadi wadah untuk memiliki sumber daya manusia dengan talenta-talenta terbaik skala global.

…………………………………………………………………………………………………………………………..
Intinya mungkin pekerjaan yang dikerjakan banyak pihak yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi dapat menghasilkan produk yang berkualitas walaupun secara fisik si pelaku tidak selalu harus berinteraksi fisik. Bagaimana di Indonesia ????

(ditulis dengan menggunakan produk wikinomic : Ubuntu Intrepid Ibex, browser Modzilla Firefox :D )

Adalah Herman Bonne seorang afro amerika yang ditempatkan menjadi pelatih football Amerika di TC William High School di Virginia. Posisinya sebagai pelatih menggantikan pelatih Yoast, pelatih kulit putih yang sangat dihormati oleh murid dan orang tua siswa. Tempat dan waktu episode ini berlangsung di Virginia 1971, saat dimana rasisme terutama antara kulit putih dan kulit hitam masih kental. Pergantian pelatih ini kontan menuai aksi protes dan rencana boikot oleh siswa dan warga kulit putih. Selama posisi pelatih dari warga kulit putih tidak ada seorangpun siswa kulit hitam yang dapat menjadi pemain tim football sekolah. Proses suksesi kepemimpinan berjalan nyaris menuai pertengkaran setelah Boone dan Yoast sepakat untuk memadukan para pemain siswa kulit putih dan kulit hitam.
Titans
Terlihat sekali para siswa kulit hitam dan kulit putih bagaikan minyak dan air, tidak pernah akur, penuh kecurigaan dan amarah. Pelatih Yoast pun akhirnya diterima kembali sebagai pelatih bagian pertahanan dibawah “supervisi” Coach Boone. Konflik dan pertentangan berlangsung dalam tim football TC William. Coach Boone pun melakukan acara tim building untuk menguatkan timnya. Sejak awal keberangkatan Coach Boone sudah melakukan “inovasi” kepemimpinan, dalam Bus seluruh anggota tim harus memiliki pasangan duduk dari rekannya yang berbeda ras. Ditambah lagi saat di Kamp pelatihan siswa berbeda ras dicampur dalam satu kamar (putih-hitam dalam satu kamar). Kontan perkelahian antar siswa yang masing-masing membawa sentimen ras kerap terjadi. Read the rest of this entry »

Pernahkah anda menghadiri suatu presentasi materi tertentu, pelatihan atau pengenalan produk ?. Dan ternyata setelah beberapa lama mendengar anda langsung merasa bosan bahkan ngantuk. Mungkin sebagian besar diantara kita pernah mengalami kejadian seperti ini.

Padahal melakukan suatu presentasi merupakan suatu keterampilan yang penting terutama dalam lingkungan dunia kerja. Sudah merupakan hal yang lumrah untuk memberikan pelatihan, workshop, sosialisasi kebijakan, promosi produk dilakukan dalam suatu bentuk presentasi. Presentasi yang dilakukan secara efektif, tepat sasaran serta menarik untuk disimak audiens tentu akan memberikan kontribusi positif terhadap target presentasi yang akan dicapai dan tentunya akan memberikan nilai positif bagi anda yang sedang meniti karir profesional.

Berikut adalah tip-tip yang dapat membuat presentasi yang dilakukan menjadi lebih efektif :

1.Buatlah draft alur “cerita” yang akan disampaikan, sebelum dibuat dalam bentuk slide presentasi

Untuk memuluskan acara presentasi disarankan membuat alur cerita yang akan kita sampaikan, sesuaikan dengan target presentasi yang akan dicapai, mulai dari awal, tengah serta penutup. Gambaran alur ini membantu kita untuk memperkirakan waktu yang kita butuhkan serta penekanan-penekanan yang akan kita berikan pada beberapa materi. Pastikan alur cerita yang akan kita sajikan dalam presentasi cukup komunikatif.

2.Satu topik dalam satu waktu slide presentasi

Audiens akan membaca secara sekilas setiap slide presentasi yang muncul. Sehingga lebih baik slide presentasi yang muncul berisi poin-poin yang saat itu juga sedang diulas oleh pembicara. Jika dalam slide muncul topik yang berbeda dengan yang sedang dibahas pembicara maka akan muncul gap antara apa yang sedang dicerna audiens dengan apa yang sedang dibahas pembicara. Idenya adalah pembicara/presenter bertugas untuk mengatur aliran informasi yang diterima sehingga audiens dan pembicara berada dalam “frekuensi” yang sama.

3.Tidak ada paragraf
Salah satu hal yang membuat presentasi membosankan adalah isi slide-slide presentasi memuat dokumen atau teks yang secara persis akan dikatakan oleh pembicara tentunya dengan jumlah yang banyak, terdiri atas beberapa paragraf. Jika hal ini terjadi siap-siaplah para audiens akan cepat merasa bosan dan kehilangan selera untuk menyimak secara serius. Slide-slide presentasi yang anda tampilakan sebetulnya adalah sebuah “ilustrasi” mengenai topik presentasi, bukan secara utuh adalah materi presentasi itu sendiri. Slide presentasi yang ditampilkan lebih baik hanya memuat poin-poin yang ringkas, padat tentang ide yang akan disampaikan. Adapun jika memang anda memerlukan notes untuk hal yang akan disampaikan secara lisan, buatlah secara terpisah, jangan ditampilkan dalam layar presentasi, atau jika dapat gunakan daya ingat anda. Disinilah letak alur “cerita” yang disebutkan di poin nomor 1, untuk dapat berimprovisasi mengenai apa yang akan diungkapkan secara lisan dihadapan audien. Satu hal lainnya yang tidak kalah penting adalah jika memang anda “terpaksa” menyebutkan apa yang ada pada layar presentasi jangan sekali-kali membaca sambil memunggungi audien. Read the rest of this entry »

complete_vertical_axis_gear_end_smlMembaca dan menelaah perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau dalam menegakkan Dienul Islam, ada satu hal yang membuat saya tertarik. Sinergi dalam keaneka ragaman karakter dan sifat.

Rasulullah SAW memiliki para sahabat dengan latar belakang sosial, etnis serta karakter yang berbeda-beda. Sebut saja Hamzah r.a,serta Khalid bin Walid r.a ahli ilmu keprajuritan, Bilal bin Rabbah mantan budak bersuku Habsy (sekarang Ethiopia), Umar bin Khattab r.a sahabat dengan karakter kuat dan tegas, Abu Bakar Ash Sidiq r.a sahabat yang bersifat lemah lembut, Ali bin Abi Thalib r.a dengan keilmuan yang sangat mumpuni, Abu Dzar AlGhiffar r.a dengan keberanian dalam mengkoreksi kesalahan, Ustman bin Affan r.a serta Abdurrahman bin Auf r.a yang sangat dermawan, dan para sahabat lainnya yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Satu hal yang penulis dapatkan dari membaca serta menelaah sejarah Siroh Rasulullah SAW, adalah bagaimana potensi sahabat-sahabat yang berbeda-beda ini bersinergi membentuk suatu kekuatan umat Islam terbaik. Kekuatan yang mampu membentuk suatu model masyarakat ideal berdasarkan tuntunan Al Qur’an serta menjadi duta Islam.

Bagaikan pasir, batu bata, semen, kayu, genteng,batu ditangan seorang ahli bangunan yang mahir, semua komponen tersebut dapat digabungkan membentuk bangunan yang kokoh. Mungkin seperti itulah analogi proses sinergi yang dilakukan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya dalam berjuang. Keimanan yang kuat,Tauhid yang lurus berdasarkan wahyu Al Qur’an merupakan resep utama bagaimana Rasulullah SAW bersama para sahabatnya mampu bersinergi dalam jamaah yang solid serta kuat, bagaikan bangunan yang kokoh. Masing-masing potensi yang terkandung dalam diri setiap orang keluar untuk bersinergi membentuk barisan Umat Islam yang kokoh. Bukan saling menonjolkan kelebihan diri tapi saling berkolaborasi secara harmonis antara satu dan yang lainnya.

Rasulullah SAW dengan ahlak beliau yang tinggi dan bimbingan wahyu mampu menampilkan suatu proses kepemimpinan yang sangat luar biasa dalam mensinergiskan potensi-potensi sahabat dan umat.

Kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya, saling mencintai antara sesama mukmin, cita-cita untuk hidup mulia atau mati syahid terpatri kuat dalam jiwa setiap sahabat Rasulullah SAW. Maka hasil dari sinergi tersebut melahirkan suatu kekuatan dan prestasi umat Islam mulai dari periode awal dakwah di kota Mekah, hijrah ke Madinah, perang Badar, perang Uhud, Perang Ahzab (khandaq) sampai akhirnya futuh Mekah. Sehingga pantas kiranya gelar “Khoirul Ummat”..umat yang terbaik disematkan kepada generasi sahabat Rasullullah SAW.

Read the rest of this entry »